Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 77


__ADS_3

"Mas bangun, mas" Tiara membangunkan Ditya yang masih betah di alam mimpi.


"Hemmm"


Tiara tersenyum saat kembali teringat tadi malam. Ditya terlihat sangat pemas tak berdaya saat keinginan nya tidak bisa di kabulkan oleh Tiara.


"Mas lupa kalau Tia masih nifas"


Ucapan itu bagai tamparan keras untuk Ditya yang sudah berada di puncak gairahnya.


"Yank cium dulu" kata Ditya masih dengan mata terpejam dan sangat malas untuk bangun.


Masih aja manja udah punya anak dua juga.


Cup cup


Tiara mengecup dua kali bibir suaminya "Udah cepat bangun, nanti keburu habis waktu tubuhnya"


Ditya pun bangun dan berjalan gontai ke kamar mandi. Tiara hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya seperti tidak punya semangat.


Baru juga dua minggu aku masa nifas. Hah kasian sekali suamiku. Haha


Setalah menyiapkan pakaian kerja Ditya. Tiara turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.


"Loh ko Mami udah siapin sarapan si. Tia kan bisa siapin sendiri Mi" kata Tiara melihat semua sarapan sudah tertata di atas meja.


"Gak papa Tia, kamu pasti begadang kan untuk menyusui si kembar" kata Faiha tersenyum


"Iya Mi, semalem Nessa sama Nevan bangun terus mau minum asi" kata Tiara


"Jangankan dua anak sekaligus Tia, Mami aja dulu waktu Ditya bayi juga sama. Selalu begadang setiap malam" kata Faiha


"Tapi Tia menikmati masa masa menjadi ibu seperti saat ini Mi. Tia bahagia bisa memberikan asi eksklusif pada kedua anak Tia" kata Tiara tersenyum bahagia


"Iya Sayang, itulah kodratnya seorang Ibu"

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tak jauh dengan keluarga Tiara dan Ditya. Keluarga Celin dan Alvin pun merasa kehangatan keluarga saat kehadiran baby Rafa di tengah tengah mereka.


"Kamu capek sayang, matamu sampai ada lingkaran hitam begitu" kata Alvin menatap istrinya yang sedang memasangkan dasi di lehernya.


"Gak papa ko Mas, aku bahagia bisa menjalani dan menikmati menjadi seorang Ibu. Meski harus bangun tiap malam untuk memberi asi pada Rafa. Tapi aku bahagia" kata Celin tersenyum


Cup


Alvin mencium kening istrinya "Terimakasih sayang sudah mau menjadi ibu dari anak ku"


"Sama sama sayang"


Mereka langsung turun ke lantai bawah untuk sarapan. Rafa sudah di gendong oleh Opa uyutnya. Gio dan Syaida semalam memang datang dan menginap di rumah Devan dan Revina.


"Udah mau berangkat Al?" kata Gio berjalan ke arah mereka sambil menggendong Rafa.


"Iya Opa, hari ini ada rapat di luar sebagai perwakilan Ditya yang harus memimpin rapat di kantor" jelas Alvin


"Ya sudah yuk kita sarapan dulu" ajak Syaida


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Dea baru keluar dari kelas, hari ini Dia ada kelas pagi jadi Dea pulang sore. Dia berjalan menyrsuri lobi kampus menuju parkiran.


"Deaaaa"


Dea menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. Alin berlari ke arah sahabatnya itu.


"Ada apa Lin?" tanya Dea


"De kau ikut aku ke rumah, hari ini Papa sama Mama mau memperkenalkan wanita yang mau di jodohkan sama kakak ku. Tadi Kak Viza nelpon aku buat ajak kamu ke rumah" jelas Alin


"Kenapa Ka Viza gak langsung hubungi aku? Dia kan punya nomor ponselku?" tanya Dea

__ADS_1


Jujur Dea merasa sangat kecewa karna Viza tidak langsung menghubunginya. Ya walaupun mereka hanya pacar sementara. Tapi kan Dia bisa langsung menghubunginya.


"Aku gak tau De, udahlah ayo sekarang kita kerumahku. Kita harus musnahkan tuh Mak lampir" Alin langsung menarik tangan Dea


Dea hanya menurut saja, mereka pergi menggunakan mobil Alin. Sementara mobil Dea di tinggalkan di kampus.


Saat di perjalana Viza menelpon Alin. Lagi lagi Dea harus kecewa karna Viza tidak menghubungi nya.


"Oke Kak aku akan berhenti di sana"


Setelah Alin menutup telpon nya. Dia menoleh ke arah Dea "Kita berhenti di jalan yang agak jauh dari rumah. Nanti Ka Viza menunggu di sana. Kau berangkat bareng sama Dia"


Dea hanya mengangguk, tidak mau bertanya apapun lagi. Dia cukup mengerti posisinya sampai harus berharap di jemput oleh Viza.


Dea turun dari mobil Alin saat sudah sampai di tempat di mana Viza menunggu mereka. Tanpa banyak kata Dea langsung masuk ke dalam mobil Viza.


"Maaf ya, lagi lagi aku harus menyusahkan mu. Sekali lagi terimakasih karna sudah mau membantuku" kata Viza ramah


Inilah yang membuat Dea semakin hari semakin jatuh cinta pada sosok Viza. Keramahan nya dan juga sopan santun nya. Tapi sayang, Dia hanya menganggapnya adik saja seperti pada Alin.


"Iya Kak, tidak papa ko. Dea senang bisa membantu kaka" kata Dea tersenyum ceria


"Baiklah, nanti kita mulau sandiwara kita ya" kata Viza, Dea hanya mengangguk


Sesampainya di rumah Viza, mereka langsung turun dan berjalan masuk ke rumah itu. Jujur Dea sangat gugup seperti akan menemui calon mertuanya.


Apa sih kau ini Dea? Kau hanya perlu bersandiwara dan kenapa kau harus segugup ini.


"Ayo De" Viza menggenggam tangan Dea dan mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.


"Loh kau bersama siapa Za?" tanya Bu Hesti, ibunya Viza


"Ini pacarku Ma, namanya Dea" kata Viza


Wanita cantik yang duduk di samping Hesti terlihat begitu marah mendengar ucapan Viza.

__ADS_1


"Apa maksudnya ini tante?" tanya Nova


Bersambung


__ADS_2