Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 38


__ADS_3

Ditya terdiam di kamarnya, masih dengan memegang surat dari Tiara. Dia hanya menangis dan menangis. Sampai sore hari Ditya baru mengingat sesuatu. Dia segera mengambil jaket dan kunci mobil.


Ditya melajukan mobilnya menuju kontrakan Tiara dulu. Dia yakin kalau istrinya akan pergi kesana karna memang Tiara tidak mempunyai siapapun di sini.


Sesampainya di sana, Ditya berlari ke arah rumah kontrakan Tiara. Mengintip ke dalam rumah lewat kaca jendela. Tapi tidak terlihat apapun karna terhalang oleh gorden.


Tok tok tok


"Tia, sayang" teriak Ditya


Tidak ada jawaban apapun, benar benar hening dan tidak menunjukan kalau rumah ini ada penghuninya. Ditya mengusap wajah frustasi.


Sayang kau dimana?


Ditya berbalik setelah merasa usahanya sia sia. Dia berjalan gontai menuju mobilnya yang terparkir di dekat pagar rumah kontrakan Tiara itu.


"Ditya"


Ditya menoleh ke arah sumber suara, menutup kembali pintu mobil yang baru setengah terbuka.


"Iya?" kata Ditya malas


"Kau mencari Tiara?" tanya Meta dengan senyuman manisnya


Ditya menoleh namun tidak menjawab. Dia hanya menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Meta.


"Tiara tidak ada disini? Tadi siang aku melihat Dia membawa tas besar dan menaiki taxi" kata Meta


Ditya menatap tajam ke arah Meta "Kau jangan berbohong?"


"Tentu saja aku tidak berbohong, karna aku memang melihat sendiri kalau Tia pergi dengan membawa tas cukup besar. Mungkin Dia akan pindah setelah mengetahui kebohongan mu" kata Meta sinis


"Tutup mulutmu"


Ditya benar benar terpancing saat mendengar ucapan Meta. Walaupun apa yang di katakam meta memang benar. Tapi Ditya juga terpaksa melakukan itu.

__ADS_1


"Ahh aku melihat sendiri bagaimana Tia terlihat sangat kecewa kemarin malam saat acara pertunangan mu. Kau memang hebat ya, membohongi gadis sepolos Tia" kata Meta


Ditya diam, bingung harus menjawab apa. Karna apa yang Meta katakan memang benar. Dia menyadari kesalahan nya dan Dia sangat menyesali semua perbuatan nya. Sekarang yang haru Dia lakukan adalah mencari keberadaan istrinya.


Ditya masuk ke dalam mobil, menutup pintu mobi dengan keras dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Meta tersenyum sinis, Dia melirik ke arah rumah Tiara. Seseorang di dalam sana segera menutup gorden saat Meta meliriknya.


Cih kau fikir aku tidak tahu apa? Kalau kau ada disana.


Meta pun berlalu pergi, sementara itu di dalam rumah kontrakan itu. Seorang gadis menangis terisak dengan tubuh merosot di di pintu.


Maaf Mas, tapi aku harus melakukan nya. Kau terlalu jahat membohongiku selama ini.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya melajukan mobilnya menuju apartemen rahasia yang hanya Dia dan Alvin yang tahu.


Ditya mengambil beberapa minuman beralkohol yang memang selalu tersedia di sana. Duduk disofa sambil meneguk minuman itu.


"Tiara sayang, kau dimana? Maafkan Mas sayang. Kembalilah, ku mohon"


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


"Kemana anak itu pergi? Kenapa sudah malam begini belum juga pulang " kata Opa Fernan


"Aku tidak tahu Yah" kata Faiha


Seno yang baru pulang mencari Ditya pun masuk ke dalam rumah mertuanya. Dia memang merasa khawatir saat sudah hampir tengah malam anaknya belum juga kembali.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam "


"Bagaimana? Apa kau menemukan Ditya?" tanya Opa Fernan

__ADS_1


Seno menggeleng pelan "Aku sudah mencari ke apartemennya. Tapi Dia tidak ada"


"Telpon Alvin, hanya Dia yang sering bersama Ditya. Pasti Dia tahu tempat yang suka Ditya kunjungi" kata Opa Fernan ,Seno mengangguk dan segera menelpon Alvin.


"Hallo Assalamualaikum. Om ada apa?"


"Waalaikumsalam. Al apa Ditya bersamamu?"


"Tidak Om, bahkan saya yang menghendel pekerjaan kantor"


"Apa kau tahu dimana biasanya Ditya berada? Sampai sekarang Dia belum pulang"


"Baik Om, saya akan mencari Ditya"


"Terimakasih Al, tolong kabari Om kalau Ditya sudah ketemu"


Alvin terpaksa harus menyudahi tidur nya. Di saat sedang terlelap harus rerbangun dan mencari bosnya.


Alvin sudah tahu dimana Ditya berada. Tapi Dia tidak mungkin memberitahukan keberadaan Ditya. Kalau sampai keluarganya tahu apa yang sering mereka lakukan jika sedang kalut. Maka akan bisa di ceramahi sampai pagi oleh Faiha.


Ditya masih meracau tidak jelas, terus saja memanggil nama istrinya. Alvin yang sudah datang dan langsung menekan pin apartemem lalu masuk ke dalam.


"Sudah ku duga kalau kau pasti berada disini" kata Alvin


Ditya menoleh dan menyipitkan matanya "Kau, tahu diaman istriku? Dia pergi entah kemana, aku harus bgaimana Al"


Ditya kembali menangis ketika mengingat kalau istrinya tidak tahu berada dimana saat ini. Alvin menghela nafas dan duduk di samping Ditya.


"Kau sudah cari ke kontrakan nya?" tanya Alvin


Ditya mengangguk "Dia tidak ada di sana"


Alvin menoleh "Kau yakin"


"Hemm, Dia memang tidak ada di sana. Dan kata Meta tetangganya kalau Dia melihat Tia berangkat dengan tas besar seperti akan pindahan" jelas Ditya

__ADS_1


"Besok kita cari lagi Tia, sekarang kau pulang dulu. Keluarga mu mengkhawatirkan mu" kata Alvin menepuk bahu sahabatnya


Bersambung


__ADS_2