Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 77}


__ADS_3

Selesai makan malam dan berpamitan pada Meta. Keluarga Marquez dan Husen langsung pulang. Tapi saat mereka sampai di halaman depan. Mereka melihat bocah laki laki yang sedang di beri peringatan oleh kakak kakaknya.


"Lo taukan Kak, gimana dulu orang tua asuh Gue memperlakukan Gue gak lebih baik dari binatang" kata Rizal


"Iya. Gue tahu Zal, tapi gak seharusnya Lo bilang sama adik adik Lo. Mereka jadi takut dan gak mau di angkat sama orang tua asuh " teriak Alea emosi


"Gue cuma gak mau kalau nanti mereka mengalami hal yang sama seperti Gue Kak. Gue sayang sama mereka, sama kalian juga. Anak panti kaya kita emangnya bisa apa Kak? Saat semua orang ngerendahin kita, kita cuma bisa diam Kak" kata Rizal matanya sudah berkaca kaca


Anya langsung merengkuh tubuh Rizal. Meskipun laki laki, tapi Anya tahu kalau Rizal sangatlah rapuh. Rara langsung menarik tangan Alea menjauh dari sana.


"Le, gak seharusnya Lo bentak Rizal kaya tadi" kata Rara


"Tapi Kak, apa yang Dia lakuin salah. Mempengaruhi adik adik kaya gitu" kata Alea


"Gue tau Le, tapi benar apa yang Rizal katakan. Kita cuma anak panti Lea, kita hanya bisa menjalani hidup ini sampai maut menjemput. Kita gak bisa berbuat apa apa, jika kita tidak bisa melindungi diri sendiri. Siapa yang akan melindungi kita selain Allah" jelas Rara


Ada nada getir di setiap kata yang Dia ucapkan. Rara memang paling bisa menyembunyikan kesedihan nya. Meskipun kenyataan nya Dia tidak setegar itu.


"Mereka telah memikul beban yang berat selama ini. Jika kalian sampai menyakiti mereka, makan Mami tidak akan memaafkan kalian" kata Tiara menatap sendu pada pemandangan di depan nya.


Tiara menjadi mengingat bagaimana Dia dulu menjalani hidup tanpa orang tua. Bedanya Tiara lebih lemah, berbeda dengan ketiga gadis itu yang terlihat begitu tegar. Walaupun kenyataan nya sangat rapuh.


"Tidak akan Mi, Aku janji akan membuat Rara bahagia" kata Nevan


"Iya Mi, Rafa juga akan membahagiakan Anya" kata Rafa

__ADS_1


Ditya langsung merangkul bahu istrinya. Dia tahu kalau istrinya pasti sedih dan mengingat masa masa sulitnya dulu.


Setelah berbicara panjang lebar. Alea dan Rizal saling meminta maaf. Lalu mereka masuk ke dalam.


Sementara Anya dan Rara menghampiri dua keluarga yang memperhatikan mereka sejak tadi. Masih dengan senyman cerianya, mereka menghampiri mereka.


"Maaf ya semunya karna harus melihat adegan seperti tadi" kata Rara tersenyum


"Tidak papa Nak, apa setiap hari suasana disini akan seperti ini?" kata Celin


"Yah. Namanya juga di panti Tante, pasti selalu rame dan berisik" jelas Anya tersenyum


"Kalian gadis gadis yang hebat, bisa setegar ini menjalani semuanya" kata Alvin tersenyum


"Dan kalian yang paling pantas untuk Rafa dan Nevan. Buktinya kalian bisa mencairkan hati mereka yang sudah membeku" tambah Celin


"Aduh.. duh.. duh.. Dapat pujian banyak nih" entah kenapa Alea malah kembali ke luar setelah mengantar Rizal ke kamarnya


"Ngapain kesini lagi Le? Udah malem, besok kuliah" kata Anya


"Eh. Besok weekend Kak, lupa ya. Saking senangnya yang mau nikah sampe lupa hari" ledek Alea


"Hahaha. Sabar Nya, sabar orang sabar di sayang pacar" kata Rara


"Wahh. Bener bener ya"Anya mulai kesal

__ADS_1


"Hahaha"


"Kalian ternyata lucu banget ya, bisa menghibur kita" kata Vera tertawa renyah


"Cara kita buat hibur diri kita sendiri" kata Alea tersenyum


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Begitulah kehidupan di panti asuhan Ceria. Perdebatan selalu ada di setiap waktunya, tapi tak jarang mereka juga bercanda tertawa bersama.


Nevan dan Rafa kini mengetahui bagaimana kehidupan calon istri mereka. Membuat mereka semakin kagum pada sosok Anya dan Rara yang begitu tegar dan kuat. Tapi juga bisa berubah lembut di waktu tertentu.


Hari weekend membuat Alea sedikit bermalas malasan. Apalagi saat ini Dia sedang tidak shalat. Jadi Dia bisa tidur sampai siang. Kakak Kakaknya yang sekamar dengan nya sudah keluar dari kamar.


Kini tinggal Alea di kamar itu, berguling kesana kemari di tempat tidur.


"Ternyata Hitta adalah keluarga Kak Nevan juga " gumam Alea


Bukannya tidak mengenali atau tidak tahu kalau Hitta kemarin selalu menatapnya. Tapi Alea tidak sepercaya diri itu untuk menyapa duluan. Mengingat setatus mereka yang terlalu berbeda.


Alea takut kalau Hitta tidak mau lagi mengenalnya saat tahu keadaan Alea yang sesungguhnya.


Aku takut kalau nanti Hitta merasa malu saat kenal dengan anak panti sepertiku. Dulu juga teman temanku seperti itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2