Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 2}


__ADS_3

Vera tersenyum bahagia saat apa yang di dinginkan nya terwujud. Pergi dengan seorang supir saja sudah membuat Vera bahagia. Untuk membawa mobil sendiri tentu saja tidak mungkin untuknya.


"Terimakasih Pak Yusuf" kata Vera


"Sama sama Nona"


Vera pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam sekolahnya. Vera berjalan dengan perasaan begitu bahagia saat ini.


Akhirnya aku bisa berangkat sekolah tanpa mendengar ocehan Kak Rafa.


Brukkk


"Kalo jalan tuh liat liat, punya mata gak si lo" bentak seorang pria


Vera yang baru pertama kali di bentak, teridiam kaku Dia sangat terkejut karna baru kali ini ada yang membentaknya.


"Ma..maaf Kak" lirih Vera sudah hampir menangis


"Makanya kalo jalan tuh liat liat, dasar cewe manja" pria itu langsung pergi tanpa menghiraukan Vera yang sudah meneteskan air mata.


Pria itu pergi menemui teman teman nya yang sedang bermain gitar. Dia duduk di samping temannya dengan wajah kesal.


"Woy kenapa tuh muka? Kucel amat Ar" Tito menepuk bahu sahabat nya, Ardi.


"Lagi kesel gue, tadi ada cewe manja yang nabrak gue" kata Ardi


Tito menepuk keningnya "Ya ampun Ar, mau sampai kapan lo judes judes sama cewe. Nanti gak ada cewe yang mau sama lo baru tau rasa"


"Males gue, apalagi berurusan sama cewe manja. Ribet" tukas Ardi

__ADS_1


"Asal lo tau ya, justru cewe manja itu menggemaskan. Bokap gue aja suka kalau nyokap lagi manja sama Dia, katanya menggemaskan" kata Tito


"Ya kan kalau Om Bima udah cinta mati sama tante Sisil" kata Ardi datar


"Nah itu dia, kalau lo nanti udah cinta mati sama cewe lo bakal ngerasain kaya gitu juga" kata Tito sok bijak


"Heh lo ngomong gitu kaya yang pernah ngerasain jatuh cinta aja" tukas Ardi dengan tatapan sinis nya


Tito menggaruk kepalanya "Kan nanti gue juga bakal ngerasain Ar"


Ardi tidak menjawab, Dia beranjak pergi meninggalkan teman nya itu.


"Woeyy Ar lo mau kemana?" teriak Tito


"Lo gak denger udah bell begok" teriak Ardi kesal


Tito celingukan ke kiri dan kanan, sudah sepi itu artinya sudah pada masuk ke kelas.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


"Van, Raf aku mau ke toilet dulu ya. Kalian duluan ke kantin nanti aku nyusul" kata Nessa yang langsung pergi ke toilet kampus.


Nessa keluar dari toilet dan berjalan menyusuri lobi kampus sambil melihat lihat berita di akun media sosialnya. Karna terlalu fokus pada ponsel, Nessa sampai tidak sadar kalau Dia berjalan ke arah samping dan menyenggol tempat sampah yang ada di dekat tembok.


"Aduhh, kenapa ni tempat sampah ada disini si" gerutu Nessa sambil memegang kakinya yang lumayan terasa sakit.


"Maaf Nona, tempat sampah ini memang sudah berada di sini sejak kampus ini di dirikan"


Seorang pria bertubuh tinggi tegap berbicara sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nessa yang aneh.

__ADS_1


"Hehehe, maaf aku gak lihat pas lagi jalan" kata Nessa cengengesan menahan rasa malu.


Nessa melirik ke sekelilingnya, banyak yang menatap nya dengan tatapan aneh. Ada juga yang menahan tawa.


Malu banget aku, kebiasaan deh Nessa kalau sudah ceroboh.


"Kalau gitu aku permisi dulu" pamit Nessa langsing berbalik dan berjalan.


Tapi baru dua langkah Nessa berjalan tas selempangnya ada yang menarik dari belakang sehingga Nessa menghentikan langkahnya.


"Lepasin" kata Nessa tanpa menoleh ke belakang


"Ihh lepasin gak, kalau enggak aku teriak nih" ancam Nessa


"Apa yang kau lakukan Nona?" kata pria tadi santai


Nessa menoleh dan langsung terbelalak karna ternyata tali tas nya tersangkut di pegangan tempat sampah tadi. Nessa melihat ke sekelilingnya, semua orang yang melihatnya tersenyum geli, ada juga yang tertawa.


"Kenapa kau tidak bilang kalau tali tas ku tersangkut" Nessa berbisik sambil menarik tali tasnya yang tersangkut.


Pria itu mengangkat bahunya "Kau tidak bilang Nona"


"Ihhh. Ngeselin" Nessa langsung berlari pergi dengan wajah memerah menahan malu.


Pria itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu.


Gadis unik.


"Woy lagi apa kau Angga?" teman nya menepuk bahunya

__ADS_1


"Tidak papa" jawab Angga tersenyum tipis


Bersambung


__ADS_2