
Tiara menangis tersedu sedu di kamarnya. Sungguh Dia tidak menyangka kalau yang selama ini diceritakan Celin adalah suaminya sendiri.
Berarti selama ini akulah yang merusak hubungan mbak Celin. Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan? Selama ini aku menjadi simpanan suamiku.
"Hiks...Hiks.."
Tiara memukul mukul dadanya yang terasa sesak. Rasa kecewa ini sangat membuat hatinya hancur. Tiara tidak menyangka kalau suaminya itu pandai berbohong.
Salah apa aku selama ini? Sampai aku menyakiti orang yang sangat baik padaku.
"Apa yang harus aku lakukan? Hiks..Hiks.. Hidup ini terlalu kejam untuk aku jalani"
Tiara keluar dari kamarnya dan pergi keluar rumah. Menghidupkan motor metic yang sudah lama tidak Dia pakai. Memakai helm dan menghidupkan motor nya. Tiara pergi menuju rumah suaminya.
Sesampainya disana, Tiara menghentikan motornya jauh dari terbang rumah. Dia turun dari motor dan berjalan masuk ke pekarangan rumah dengan mengendap ngendap. Takut dua penjaga yang sedang asyik bermain catur itu melihatnya. Beruntungnya pintu gerbang belum terkunci.
Kini Tiara sudah berada di dalam kamarnya. Menatap setiap inci bagian kamar itu dengan mata berkaca kaca. Tiara mengambil beberapa pakaian dan barang yang Dia butuhkan. Tidak lupa Dia juga mengambil boneka kesayangan nya.
Oke Tia, inilah yang terbaik. Jangan terus menjadi penghalang di antara mereka. Kau hanya simpanannya.
Tiara menaruh sebuah surat di atas nakas samping tempat tidur. Dia pun keluar dari kamar dengan tas cukup besar.
Selamat tinggal Mas, aku bukanlah jodohmu. Mbak Celin sangat mencintaimu. Bagaimana aku ingat Dia menangis saat menceritakan kalau calon tunangan nya mengatakan 'tidak mencintainya dan mencintai wanita lain' . Dia sangat mencintaimu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Ditya berjalan menuruni anak tangga. Di meja makan sudah berkumpul keluarga nya yang sudah siap untuk memulai sarapan.
"Ayo sarapan dulu Dit" kata Faiha lembut
__ADS_1
Opa Fernan dan Seno hanya diam, sementara adik Ditya yang baru SMA hanya diam, Dia tidak mau ikut campur urusan orang dewasa. Semalam Dia tahu apa yang terjadi, namun Dia tidak mau ikut campur dan memilih diam tanpa banyak bertanya.
Ditya duduk di kursi meja makan dengan. Faiha mengambilkan sepotong sandwhich untuk putranya. Semuanya sarapan dengan tenang tanpa ada yang berbicara.
"Dea udah selesai, Dea berangkat sekolah dulu ya" Deanita adik dari Ditya berdiri dan mencium tangan semua orang yang ada di meja makan sebelum berangkat.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Jadi bagaimana Dit? Apa kau sudah menemukan istri simpanan mu itu?" tanya Fernan sinis, Dia belum bisa menerima apa yang telah terjadi saat ini.
Ditya menatal kakenya "Belum, dan Dia bukan istri simpananku Opa. Dia istri sahku yang sangat aku cintai"
"Lalu apa kalau bukan istri simpanan? Kau bahkan menyembunyikan nya dari kami" kata Opa Fernan
"Cukup!!" Seno angkat bicara, sudah mulai merasa jengah melihat perdebatan antara cucu dan keakenya.
"Oke Opa akan memaafkan mu untuk kali ini. Tapi kau harus bisa membawa wanita itu pada kami. Biar kami melihat seperti apa seleramu. Sampai wanita seperti Celin kau tolak " kata Opa Fernan
Ditya mengangguk "Baik, Ditya akan membawanya kesini"
"Cepatlah cari Dia Dit" kata Faiha lembut
Ditya mengangguk dan berlalu ke kamarnya. Tak berapa lama Ditya pun sudah kembali dengan jaket dan kunci mobil. Dia akan mencari istrinya.
Setelah berpamitan pada semua anggota keluarganya. Ditya pun pergi menuju rumah, Dia masih berharap kalau istrinya akan pulang ke rumah.
Sesampainya disana, Ditya langsunh berlari ke kamarnya. Dia membuka pintu dengan keras. Melihat kamar nya yang ternyata masih kosong.
__ADS_1
"Tia, Sayang" Ditya membuka pintu kamar mandi, berharap kalau istrinya ada disana.
Ditya kalang kabut saat tidak mendapati kebaradaan istrinya. Dia tersadar sesuatu, boneka kesayangan nya yang selalu ada di atas tempat tidur tidak ada.
Ditya berjalan cepat ke ruang ganti dan membuka lemari. Matanya terbelalak saat mendapati pakaian istrinya tinggal sebagian. Ditya terduduk lemas di lantai.
"Sayang kamu kemana? Jangan tinggalkan aku"
Baru kali ini Ditya sampai meneteskan air mata. Seberat apapun masalah yang di hadapinya. Tidak pernah Ditya sampai menangis seperti ini. Kali ini Dia benar benar merasa hancur, kehilangan semangat hidupnya.
Wanita yang selalu tersenyum ceria apapun yang sedang di hadapinya. Tapi sekarang senyuman itu tidak bisa Ditya lihat lagi. Tiara sudah pergi, Dia terlalu kecewa padanya.
Ditya menangis sambil memelik lututnya "Tia kenapa kau meninggalkan aku? Maafkan Mas sayang"
Ditya berjalan keluar ruang ganti, matanya menatap sebuah kertas di atas nakas. Dengan langkah gontai, Dia mengambilnya dan membuka kertas itu.
...Assalamualaikum...
Mas Ditya, maafkan Tia karna Tia terpaksa harus pergi. Tia tidak mungkin melanjutkan pernikahan kita lagi. Mbak Celin adalah teman baik Tia, Dia selalu menceritakan calon tunangan nya sama Tia. Dia begitu mencintaimu Mas.
Kembalilah padanya Mas, biarkan hubungan kita cukup sampai disini saja. Tia tidak mau menjadi istri simpanan mu lagi. Kasihan mbak Celin.
Mbak Celin adalah wanita yang baik dan sholehah Mas. Cintailah Dia seperti Mas mencintaiku. Selamat tinggal Mas. Tia menyayangimu Mas.
...Wassalam...
...Tiara Andriyani...
Bersambung
__ADS_1
Like, komen nya ya jangan lupa. 😁😁