Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 56


__ADS_3

Hari hari berlalu, waktu bergerak begitu cepat. Celin menatap pantulan dirinya di cermin. Sungguh Dia masih tidak menyangka kalau Dia akan menikah dengan pria yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehnya.


Pria yang di jodohkan dengannya dari kecil justru bukanlah jodohnya. Celin bisa mengambil pelajaran dari kisah cinta ini. Semuanya hanyalah Tuhan yang mengatur bukan manusia. Celon yakin kalau Alvin adalah pria terbaik yang Tuhan ciptakan untuk nya.


Tok tok tok


"Mbak, ini Tia. Boleh Tia masuk?" teriak Tiara di depan pintu


Celin tersenyum "Masuk aja Tia"


Tiara pun masuk bersama Dea, mereka tercengang melihat penampilan Celin yang sangat cantik. Tiara dan Dea berjalan mendekat ke arah Celin.


"Ya ampun Mbak, cantik banget" Tiara memeluk Celin


"Makasih Ti, aku juga gak nyangka akan menikah sekarang Tia" kata Celin


Dea pun ikutan memeluk mereka, kini mereka bertiga berpelukan dan saling tersenyum bahagia.


"Ka Celin cantik, kapan ya Dea akan di rias seperti ini" kata Dea polos


Tiara dan Celin saling pandang lalu mereka tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Dea yang kelewat polos itu.


"Kau ini De, nanti juga kau akan di rias kaya gini. Sekarang cari dulu calonnya" kata Tiara sambil tersenyum lucu


"Hehe belum ada calon nya Ka, nanti aku seleksi dulu deh biar cepet punya calon" kata Dea cengengesan


"Hah? Seleksi? Gaya banget kau De, saking banyaknya yang suka sama kamu sampai harus di seleksi. Wahh hebat" kata Tiara tidak percaya dengan apa yang di ucapkan adik iparnya itu.


"Iya De, kau hebat. Ko bisa sampai kaya gitu? Aku aja dari dulu cuma punya hubungan sama kaka kamu dan sekarang sama Alvin. Ko bisa De?" Celin ikutan bingung dan tidak percaya dengan apa yang Dea ucapkan.

__ADS_1


"Hahaha. Iya dong, Dea Laila Husen gituh. Kalian gak akan menyangka kalau aku banyak yang naksir kan. Hahaha "


Dea tertawa lucu melihat kedua kakanya yang terkejut dan seolah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan nya.


"Ekhem ekhem"


Dea, Tiara dan Celin terbelalak saat mendengar seseorang berdehem. Apalagi Dea, bisa mati berdiri saat tahu itu suara siapa. Mereka pun membalikan tubuhnya melihat siapa yang berada di belakang mereka.


Waduh ko Mas Ditya ada disini juga. Tiara


Bisa mati aku kena ceramah lagi deh sama Mami. Dea


Ahh gara gara Dea ni, ko Mama masu gak bilang bilang si. Celin


"Kalian malah ghibah disini? Ingat kamu udah punya suami sayang, kau juga Linn sebentar lagi menjadi seorang istri malah ghibah disini" kata Ditya menatap tajam ke tiga wanita di depan nya.


"Kamu juga De, sejak kapan putri Mami ini menjadi seorang play girl? Kenapa kau membanggakan kalau kau banyak yang suka?" kata Mami Faiha


"Maaf Mi, kan cuma bercanda" kata Dea


"Sudah nanti kita selesaikan di rumah. Sekrang ayo kita keluar acara sudah mau di mulai" kata Faiha


Waduh, alamat di ceramahin lagi ni. Dea


Ditya menarik tangan istrinya dan membawanya keluar dari kamar itu. Tiara hanya menunduk dan mengikuti langkah suaminya.


"Mas maaf, jangan marah dong" kata Tiara pelan


"Makanya jangan suka ngeghibah gak jelas. Apalagi ghibahin pria lain" kata Ditya kesal

__ADS_1


"Iya Mas"


Gak janji Mas, kan ghibah itu kebiasaan para wanita kalau lagi kumpul.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Celin di gandeng oleh Revina dan Faiha menuju tempat ijab qobul. Alvin sudah duduk di depan panghulu. Sungguh saat ini jantung keduanya berdegup kencang.


Alvin menatap wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Celin pun duduk di samping Alvin dengan wajah menunduk antara malu dan gugup.


Pak penghulu menjabat tangan Alvin dan mengucapkan ijab qobul. Alvin mengucapkan ijab quobul dengan lancar sampai semua saksi mengatakan 'SAH'.


Kini Alvin dan Celin sudah resmi menjadi suami istri. Celin mencium punggung tangan suaminya. Alvin pun mencium kening Celin lama, sampai keduanya memejamkan mata merasakan cinta yang telah menyatu dalam ikatan perniakahan.


Bahagia, itulah yang mereka rasakan saat ini. Keduanya berdiri di pelaminan menyalami para tamu yang tidak sedikit itu.


"Selamat ya Mbak. Samawa semoga selalu bahagia dunia akhirat" Tiara memeluk Celin


"Selamat ya mas Alvin" Tiara juga menyalami Alvin


"Makasih Tia" kata Alvin dan Celin


"Selamat ya Linn, akhirnya kita bisa menemukan jodoh kita masing masing. Bahagia selalu" Ditya menyalami Celin dan mengusap kepalanya seperti biasa yang selalu Dia lakukan.


"Iya Dit, makasih banyak untuk semuanya" kata Celin tersenyum bahagia


"Selamata ya Al, bahagia selalu tolong jaga Linn dan jangan menyakitinya sepertiku dulu" Ditya memeluk Alvin.


"Makasih Dit, aku janji tidak akan menyakiti Celin" kata Alvin

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2