
Ardi mengucapkan ijab Qobul dengan lancar. Semua saksi berkata 'SAH'. Celin dan Revina sampai menitikan air mata bahagia saat melihat gadis manja yang mereka sayangi telah resmi menjadi seorang istri dari pria yang di cintainya.
Vera dan Ardi berdiri di pelaminan untuk menyalami semua tamu undangan. Keduanya terlihat sangat bahagia.
Doa dari kedua orang tua Vera dan Ardi membuat keduanya semakin merasa bahagia. Di kelilingi orang orang yang menyangi mereka.
Meskipun Ardi merasa sedikit sedih saat mengingat mendiang Ibunya. Tapi Ardi tahu kalai Ibunya juga pasti bahagia melihat Ardi yang sudah menemukan kebahagiaannya.
Rafa, Nevan dan Angga berkeliling untuk menyapa rekan rekan bisnisnya. Setelah meraka selesai berkeliling, ketiganya duduk di meja bundar khusus untuk keluarga saja.
"Raf, apa kau mengundangnya?" tanya Nevan
Rafaterdiam, Dia cukup mengerti dengan yang di maksud Nevan.
"Dia sepupuku Van, mana mungkin leluargaku tidak mengundang nya. Apa kau bertemu dengan nya?" tanya Rafa karna Dia juga belum bertemu dengan sepupunya itu.
Nevan menggeleng lemah "Aku belum bertemu dengannya. Hanya tidak sengaja tadi melihat mereka"
"Mereka? Apa maksudmu Dia juga ikut?" tanya Rafa terkejut
"Hem. Tadi aku melihat mereka" jelas Nevan
Keduanya terdiam dengan fikiran masing masing. Mereka sadar kalau masa lalu suatu saat pasti akan muncul kembali. Jujur, Rafa maupun Nevan belum siap untuk bertemu dengan masa lalu mereka.
Meskipun Rafa sudah benar benar move on dari masa lalunya itu. Tapi tetap saja Dia belum bisa untuk langsung bertemu dan bertatapan muka dengan masa lalunya itu.
Nevan selama ini cukup nyaman dengan Rara. Tapi Dia belum bisa menafsirkan perasaan nya ini. Perasaannya sekarang sangat berbeda dengan dulu saat Dia pertama kali jatuh cinta.
Nevan belum sadar dengan perasaan nya itu. Dia masih bersikap acuh tak acuh pada Rara.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Rara dan Anya turun dari taxi. Mereka menaiki taxi karna kawasan hotel yang di pakai untuk acara perniakahan Vera dan Ardi tidak bisa di masuku angkutan umum.
__ADS_1
"Ayo Ra" Anya menggandeng tangan Rara. Inilah kebiasaan mereka, selalu bergandengan tangan saat berjalan berdua.
Keduanya sampai terbengong saat masuk ke aula hotel. Semua dekorasi terlihat begitu indah. Semua tamu undangan yang hadir jelas bukan dari kalangan biasa seperti mereka.
"Gila Nya, kayanya yang datang kesini Sultan semua" bisik Rara menyenggol lengan Anya
"Bener banget Ra"
Mereka berjalan dengan ragu. Anya melihat ke sekelilingnya mencari sosok Rafa. Dia tidak mengenal siapa siapa disana.
Rara dan Anya hanya karyawan biasa, jadi mereka tidak terlalu tahu wajah wajah rekan rekan bisnis perusahaan tempat mereka bekerja.
"Itu Rafa, kita kesana aja ya Ra. Gue gak kenal siapa siapa disini" kata Anya. Rara hanya mengangguk
Mereka pun berjalan ke arah Rafa dan yang lainnya. Sebenarnya Anya ragu saat melihat Rafa sedang berkumpul dengan anggota keluarganya. Tapi mau bagaimana lagi, Dia tidak mengenal siapapun disini.
"Assalamualaikum" ucap keduanya sedikit canggung
"Waalaikumsalam" Semua orang yang ada disana menoleh ke arah Anya dan Rara.
"Gue juga maunya gitu Ra, tapi gimana lagi udah nanggung kesini " bisik Anya
"Rara" suara lembut Tiara membuat Rara langsung menoleh.
"I..Ibu" Rara tersenyum kaku
Kenapa Gue bisa lupa si kalau keluarga Nevan pasti ada disini.
Anya menyikut lengan Rara "Lo kenal" bisiknya
"Itu Ibunya Nevan, nanti Gue ceritain di rumah" bisik Rara. Anya mengangguk
Tiara langsung mendekati Rara dan memeluknya "Ibu gak nyangka kalau kau juga datang Ra"
__ADS_1
Rara tersenyum canggung "I..iya Bu"
"Sayang, kau sudah lama sampai?" Rafa langsung menghampiri Anya
"Sayang?" teriak mereka terkejut, kecuali Rara dan Nevan yang memang sudah tahu hubungan mereka.
Anya menunduk malu, wajahnya sudah memerah antara malu dan juga takut.
Rafa menoleh ke arah keluarganya "Ma, Pa. Mami, Daddy. Ness, Angga. Kenalin ini adalah Anya keka..."
"Hallo semuanya" dua orang wanita datang menghampiri mereka membuat Rafa menghentikan ucapan nya.
Nevan dan Rafa diam mematung saat kedua gadis itu sudah berada di depan mereka. Aulia langsung menautkan pipinya pada pipi Nevan. Desi juga melakukannya pada Rafa.
"Apa kabar Kak?" kata Aulia tersenyum ceria
Senyumnya masih sama seperti dulu. Nevan
"Baik" kata Nevan datar mencoba menahan gemuruh di dadanya.
"Aku seneng saat denger kalau kamu udah menemukan penggantiku Kak" kata Desi
Dia tahu? Tapi darimana Dia tahu?
"Hmmm" jawab Rafa datar
Apa mungkin kalau gadis ini adalah masa lalu Rafa.
Anya dan Rara hanya terdiam melihat interaksi mereka. Apalagi Anya yang melihat perubahan ekspresi dari wajah Rafa.
"Aulia, kapan kamu datang?" tanya Ditya
Aulia? Bukankah itu nama yang terukir di cincin yang ku lihat di laci meja kerja Nevan. Ya ampun kenapa aku baru sadar kalau wanita itu yang ada di foto. Mungkinkah kalau mereka.....
__ADS_1
Rara terdiam dengan segala fikiran nya. Dia hanya bisa diam tanpa melakukan apapun. Melihat Nevan yang tanpa ekspresi dan Aulia yang terlihat begitu ceria.
Bersambung