
Waktu berlalu begitu cepat, Ditya benar benar menjual apartemen itu. Dia dan Alvin ingin merubah cara hidup mereka. Cara bagaimana menghadapi masalah bukan malah melampiaskan pada minuman haram itu.
Usia kandungan Tiara dan Celin sudah memasuki bulan ke 9. Dimana di bulan ini adalah masa mereka menunggu kelahiran sang bayi.
Tiara yang di anjurkan dokter untuk melakukan persalinan dengan operasi cesar. Karna paktor usia yang masih muda dan juga bayi yang di lahirkan lebih dari satu.
"Selamat bayi kalian sepasang"
Itulah yang dokter katakan saat Tiara melakukan pemeriksaan. Tiara dan Ditya menyiapkan perlengkapan baby dengan dua warna. Karna bayi mereka adalah laki laki dan perempuan.
"Alhamdulillah Sayang, kita akan langsung punya bayi sepasang. Jagoan dan juga princess" kata Ditya
"Tapi Tia takut Mas"
"Kau tidak usah takut sayang, yakinlah semuanya akan baik baik saja"
Itulah yang sering Ditya ucapkan saat istrinya merasa takut untuk menjalani operasi cesar. Sekitar satu minggu lagi, Tiara harus bersiap siap melakukan operasi cesar.
"Kau jangan terlalu memikirkan itu sayang. Mas akan selalu ada di sampingmu. Tenanglah"
Ditya selalu mencoba menenangkan istrinya. Walaupun sebenarnya Dia juga takut terjadi apa apa dengan istrinya. Namun Ditya tetap menutupi rasa cemas dan gelisah itu.
"Kenapa Tia gak lahiran normal aja Mas"
Sudah berapa kali Tiara mengatakan itu. Jujur saja Dia sangat ingin melahirkan normal seperti almarhumah ibunya dulu.
Ditya menggelng dan mengusap perut buncit Tiara "Enggak sayang, terlalu beresiko kalau kau memaksakan untuk melahirkan secara normal"
Tiara hanya menghela nafas "Tapi Tia takut"
Ya ampun istriku ini memang masih kecil ya. Dia masih terlihat manja.
Cup
__ADS_1
"Sudah jangan terlalu di fikirkan. Semuanya akan baik baik saja" Ditya mengecup bibir Tiara.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Celin terdiam saat meraskan perutnya kembali kontraksi. Dia seorang dokter walaupun bukan dokter kandungan. Jelas Celin tahu tanda tanda akan melahirkan. Sudah dari kemarin sore Dia meraskan kontraksi.
"Ini sudah waktunya, padahal HPL nya masih semingguan lagi" gumam Celin
"Mau berangkat sekarang Yank?"
Alvin sudah cemas dari kemarin, saat istrinya bilang kalau Dia sudah mulai merasakan kontraksi. Saat akan membawa ke rumah sakit, Celin menolak karna kontraksinya masih belum kuat dan belum terlalu sering.
"Iya Mas, berangkat sekarang aja"
Alvin menggendong istrinya menuju mobil yang telah di siapkan. Mereka menuju rumah sakit Marquez.
Celin sudah berada di ruang bersalin. Pembukaan nya sudah full. Alvin terus menggenggam erat tangan istrinya saat Celin mengejan sekuat tenaga.
Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi di ruangan itu. Alvin sampai meneteskan air mata bahagia mendengar suara tangisan pertama dari anaknya.
Setelah di bersihkan Alvin pun mengadzani putranya. Mereka memang sudah tahu kalau anak mereka adalah laki laki.
"Sayang lihatlah ini bayi kita"
Alvin menghampiri istrinya yang masih terbaring lemah di atas ranjang. Dia menggendong bayi mungil yang menggemaskan.
"Aku mau menggendongnya Mas" kata Celin lemah
"Sebentar ya, tunggu kamu pulih dulu" kata Alvin lembut.
Setelah Celin di pindahkan ke ruang rawat. Keluarga Marquez, Husen, dan keluarga Bramarta datang untuk melihat kondisi Celin.
"Kalian akan memberi nama siapa pada putra pertama kalian?" tanya Revina
__ADS_1
"Aku ingin Opa Gio yang memberi nama dari putra pertama ku" kata Celin menatap suaminya. Alvin mengangguk dan tersenyum
Opa Gio terlihat sedang berfikir nama yang cocok untuk cicit pertamanya.
"Rafasya Marquez Syahreza. Mengambil dari marga Ibu dan Ayahnya. Bagaimana?" tanya Opa Gio
Celin tersenyum "Bagus Opa, Celin suka. Bagaimana denganmu Mas?"
Alvin tersenyum "Aku juga setuju Yank. Kita panggil baby Rafa"
Semua tersenyum bahagia setelah memberikan nama yang sangat cocok untuk bayi mungil menggemaskan itu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Karna keadaan bayi dan ibunya sehat. Maka Celin dan baby Rafa sudah di izinkan pulang. Dia hanya menginap satu malam di rumah sakit.
Tiara dan Ditya yang kemarin tidak ikut menjenguk ke rumah sakit bersama keluarganya. Kini datang ke rumah Papa Devan karna Celin pulang ke rumah orang tuanya atas permintaan Revina.
"Ya ampun mbak, lucu banget ihh gemesss" Tiara mencium pipi baby Rafa yang berada di gendongan Celin.
"Selamat ya Linn, Al akhirnya kalian jadi orang tua juga" kata Ditya
"Makasih Dit, Tia" kata Alvin. Celin hanya tersenyum
"Oh ya kapan jadwal operasi kamu Tia?" tanya Revina yang baru datang dari dapur
"Menurut jadwal dokter sekitar 5 harian lagi Tante" jawab Tiara tersenyum ramah
"Semoga di lancarkan semuanya ya" kata Revina
"Aminn"
Semua keluarga Marquez sedang di rundung kebahagiaan. Kehadiran baby Rafa melengkapi kehangatan keluarga mereka.
__ADS_1
Bersambung