Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 31}


__ADS_3

Nessa terbangun saat adzan subuh. Tubuhnya terasa remuk,


Dia tidak menyangka kalau melakukan hubungan suami istri bisa membuat tubuhnya lelah setengah mati.


Suaminya benar benar tidak ada lelahnya sampai mengulangi beberapa kali.


"Sayang bangun ihh, udah subuh" Nessa menggoyangkan tubuh suaminya


"Hmmm" Angga malah menarik selimbut dan kembali terlelap.


"Ish, cepetan bangun. Aku mau mandi dulu" kata Nessa yang langsung berlalau ke kamar mandi.


Setelah Nessa selesai mandi dan shalat subuh. Dia keluar dari ruang ganti untuk membangunkan suaminya.


"Ya ampun masih aja tidur" gumam Nessa sambil berjalan ke arah Angga


"Yank bangun ihh, Sayanggg" Nessa benar benar kesal dengan suaminya yang sangat susah di bangunkan.


"Iya Sayang"


Angga mengerjapkan matanya, lalu bangun dan duduk menyandar di tempat tidur. Masih mengumpulkan kesadaran nya.


"Cepetan mandi, shalat subuh!! Makanya kalau tidur jangan kemaleman. Susah bangun kan?" kata Nessa menggerutu kesal


Angga hanya tersenyum mendengar omelan istrinya. Dia malah menikmati omelan dari istrinya itu.


Beginikah rasanya punya istri, ada yang mengomeli.


"Siapa suruh kamu goda aku terus Yank" kata Angga sambil menurunkan kedua kakinya sampai menyentuh lantai.


Menggoda apaan? Dianya aja yang gak ada puasnya.


"Cepetan mandi Yankkk"


Nessa mulai kehabisan kesabaran melihat suaminya malah leha leha duduk di pinggir tempat tidur.


"Iya sayang, bawel kamu ya. Cup" Angga mencium pipi Nessa sebelum berlalu ke kamar mandi


Dasar suami mesum.


Nessa membereskan tempat tidur dan menyiapkan pakaian suaminya.


Setelah mandi dan shalat subuh, Angga kembali menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel.


"Udah selesai mandinya? Udah shalat?" tanya Nessa pada Angga yang sudah duduk di sampingnya


Ya ampun, kenapa istriku cerewet sekali. Tapi Dia sungguh menggemaskan.

__ADS_1


"Sudah sayang" jawab Angga


Nessa mengangguk, menyandarkan kepalanya di bahu Angga masih tetap fokus pada ponselnya.


Angga mencium kepala Nessa "Lagi ngapain si Yank?"


Nessa mendongak, menatap sebentar wajah suaminya lalu kembali fokus pada ponselnya.


"Lagi chatan sama Vera" jawab Nessa


"Hmmm. Siapa Vera?" tanya Angga yang memang belum terlalu ingat pada Vera. Padahal waktu itu Dia bertemu dengannya.


"Vera adiknya Rafa, masa lupa si" kata Nessa


"Ohh iya, lupa aku Yank. Hehe" kata Angga kembali mencium kepala istrinya


"Kamu tau gak, kalau Vei barusan cerita katanya Dia pacaran sama Ardi" kata Nessa antusias, langsung menegakan tubuhnya dan menoleh menghadap suaminya.


"Ardi? Maksudmu Ardi adik ku gitu?" tanya Angga


Nessa mengangguk "Iya"


Angga terbelalak "Yang bener kamu? Jangan bercanda "


"Ishh aku gak bercanda Yank, beneran ihh" kata Nessa meyakinkan suaminya


"Tapi, selama ini Ardi tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Bahkan banyak wanita yang mendekatinya pun, selalu di acuhkan olehnya" kata Angga


Angga mengangguk dan tersenyum "Iya, dan aku juga sangat bahagia saat mendengar Ardi sudah mau membuka hatinya untuk seorang wanita"


Nessa mengangguk menyetujui "Iya, aku juga lihatnya kalau Ardi memang sangat cuek dan dingin sama wanita"


Angga mengangguk "Memang begitulah Ardi, tapi biasanya kalau orang seperti Ardi sudah jatuh cinta maka akan posesif banget deh"


Nessa tersenyum "Bener banget"


...


"Makasih ya Pak, nanti Vei pulangnya bareng Kak Ardi aja udah bilang sama Papa dan Kak Rafa ko. Jadi Bapak pulang saja" kata Vera pada supirnya


"Baik Nona"


Vera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mall. Tadi pagi memang Vera dan Ardi janjian untuk bertemu di mall. Saat Ardi akan menjemputnya, Vera menolak karna sudah terlanjur menyuruh supir untuk mengantarkan nya.


Drett..Drettt


Vera mengambil ponselnya dari dalam tas ransel kecilnya itu. Tersenyum saat melihat nama si penelpon.

__ADS_1


"Hallo. Assalamualaikum Kak"


"Waalaikumsalam. Kau dimana?"


"Vei sudah sampai Kak, ini baru aja masuk ke dalam mall"


"Ya sudah tunggu di sana aku akan menemuimu"


Sebelum Vera menjawab, Ardi sudah mematikan telponnya.


Dasar pria dingin.


Vera menunggu Ardi di tempatnya. Tak lama kemudiam terlihat Ardi berjalan ke arahnya.


"Kak" panggil Vera sambil melambaikan tangan nya


Ardi berjalan ke arah Vera yang memanggilnya. Masih dengan wajah datar, dan tanpa membalas senyuman Vera.


Selalu saja datar.


"Sama siapa datang kesini nya?" tanya Ardi


Tadi kan aku sudah bilang kalau aku di antar supir.


"Sama Pak Yusuf" jawab Vera


Ardi menyipitkan matanya "Pak Yusuf ? Siapa Dia? Kau selingkuh ya?"


Hah? Gila apa ya, mana mungkin aku selingkuh sama pria yang sudah beristri.


"Supir aku Kak, supir. Kenapa sih? Kakak aneh deh" kata Vera sedikit kesal


Ardi bernafas lega "Baiklah, dan mulai saat ini kau harus memanggil ku sayang. Mengerti!"


Vera mengerutkan keningnya "Kenapa harus memanggil sayang? Dia aja tidak memanggilku sayang" Vera bergumam dengan suara pelan.


"Aku juga akan memanggilmu sayang kalau kau menjadi kekasih yang baik" kata Ardi mengelus kepala Vera


Vera mendongak, menatap wajah Ardi "Baiklah Kak"


"Aku baru saja bilang kau harus memanggilku sayang" kata Ardi penuh penekanan


Vera menghela nafas "Iya Sayang"


Ardi tersenyum puas dan Cup.. Dia mencium kening Vera sampai membuat Vera terbelalak kaget.


Bersambung

__ADS_1


Note:


Hari ini saya hanya up satu bab ya. Saya sedang ada urusan, insya Allah besok di sambung lagi.


__ADS_2