
Pemakaman Rizal baru saja selesai. Semuanya sedang di rundung suka. Rara, Anya dan Alea yang biasanya anti menangis di depan banyak orang. Kini pertahanan nya runtuh, bahkan mereka menangis sampai sesenggukan.
Rafa dan Nevan juga Hitta sampai bingung cara untuk mengenangkan para wanitanya. Keluarga Ditya dan Alvin sudah pulanv lebih dulu. Sementara Bunda hanya berada di kamar.
"Lagian kenapa Lo gak bilang sama kita Lea" kata Rara di sela isakan nya
"Gue juga bingung Kak, Rizal sampai mohon mohon agar Gue gak bilang sama siapapun" jelas Alea
"Tapi lihatlah sekarang, semuanya sudah terlambat Lea. Rizal gak bisa kita tolong lagi, sampai akhir hidupnya Dia tidak merasakan kebahagiaan. Hiks hiks "Rara kembali sesenggukan
"Sayang udah dong nangisnya. Ikhlaskan Rizal, semuanya sudah takdir" Nevan merengkuh tubuh istrinya
"Seandainya Lo kasih tau kita, mungkin Rizal masih bisa di selamatkan" kata Anya
"Terus Gue harus apa? Lo berdua mau salahin Gue gitu? Gue juga gak mau ini terjadi" kata Alea frustasi
"Tapi seenggaknya Lo bilang sama Gue" teriak Anya
"Sayang...." Rafa segera memeluk istrinya yang mulai tersulut emosi.
"Oke. Gue minta maaf, ini semua emang salah Gue. Dan Gue nyesel karna nurutin keinginan Rizal. Gue minta maaf" kata Alea terduduk lemas di lantai
Rara dan Anya langsung berdiri dan berjalan menghampiri Alea. Memeluk tubuh kecil itu, mereka bertiga saling berpelukan dan menangis.
"Maaf karna Gue udah nyalahin Lo" kata Anya
"Gue juga minta maaf Lea, sekarang kita cuma bisa ikhlasin Rizal. Terus menangis pun tidak akan mmebuat Rizal kembali" kata Rara
Persaudaraan mereka memang sangat erat. Meskipun Mereka bukan saudara kandung, tapi mereka saling menyayangi dengan tulus.
Rafa, Nevan dan Hitta tersenyum bahagia melihat para wanitanya telah berbaikan dan tidak saling berselisih faham lagi.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Sebulan kemudian.....
__ADS_1
Hitta sudah memantapkan pilihan nya pada Alea. Dia sudah mengajak keluarganya untuk datang meleamar Alea secara resmi. Walau nyatanya Alea masih kuliah, tapi Hitta tidak mau menunggunya lagi.
Akhirnya sudah di tentukan perniakahan Alea dan Hitta akan di langsungkan dua minggu lagi.
Bunda merasa sangat bahagia karna anak anak asuhnya telah mendapatkan pendamping hidup yang bisa membahagiakan mereka.
Sudah cukup selama ini Alea, Anya dan Rara menderita. Kini mereka sudah saatnya merasakan bahagia.
Kehamilan Rara sudah memasuki bulan ke tiga. Nevan semakin protektif pada istrinya itu.
"Sayang aku mau ke panti ya, mau ketemu Bunda. Bolehkan?" tanya Rara memasang wajah seimut mungkin
Nevan menggeleng "Besok saja pas hari weekend biar aku temani"
Rara cemberut kesal "Aku kan bisa di antar supir, jadi gak perlu nunggu kamu libur kerja"
"Sayang menurutlah, aku gak mau sampai terjadi apa apa sama kamu juga baby" kata Nevan mencium pipi istrinya
Kalau sudah begini Rara pun tak bisa melakukan apa apa lagi. Dia hanya mengangguk pasrah.
"Ya sudah. Aku pergi kerja dulu. Cup" Nevan mencium kening Rara
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Dua minggu berlalu, pernikahan Hitta dan Alea di laksanakan hari ini di hotel milik keluarga Husen.
Alea yang sudah selesai di rias di gandeng oleh Bunda dan Rara menuju tempat acara ijab qabul di laksanakan. Hitta sudah duduk di depan penghulu.
Menoleh, melihat calon istrinya yang terlihat begitu cantik. Alea yang sehari harinya tidak suka berdandan tentu saja terlihat begitu berbeda saat menjadi pengantin.
Alea duduk di samping Hitta, jantung keduanya berdegup begitu kencang. Hitta menjabat tangan Pak penghulu.
__ADS_1
"Tenang Ta, gak usah tegang gitu" goda Rafa terkekeh
"Yeee. Kaya yang Kakak enggak aja" ledek Vera
Semuanya hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Vera yang sedang hamil sembilan bulan terlihat begitu berisi. Ardi semakin posesif terhadap istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan.
Akhirnya Hitta mengucapkan ijab qabul dengan lancar. Meski di awalnya terlihat begitu gugup dan tegang. Tapi sekarang Dia bisa bernafas lega karna telah selesai mengucapkan ijab qabul.
Semua keluarga mengucap syukur atas pernikahan Hitta dan Alea. Dea dan Viza yang melihat anak semata wayangnya sudah menikah begitu bmterharu.
"Jagoan kecil kita sudah dewasa sayang" bisik Viza sambil merangkul bahu istrinya
Dea mengangguk "Iya. Dan itu artinya kita semakin tua"
Viza hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya. Pasangan pengantin baru ini bersalaman pada anggota keluarga untuk meminta doa restunya.
Acara resepsi pun di gelar dengan meriah. Banyak tamu undangan yang datang untuk menghadiri pesta pernikahan Hitta dan Alea.
Di sebuah meja bundar, Vera sedang duduk sambil terus di suapi salad buah oleh suaminya. Meski Vera telah menolak, tapi suaminya tetap kekeuh ingin menyuapinya.
Mata Vera terus menatap ke arah pelaminan di mana pasangan pengantin baru yang selalu tersenyum bahagia.
"Aku bersyukur karna akhirnya Hitta bisa menemukan wanita yang tepat untuknya" kata Vera
"Ya. Aku juga senang, supaya Dia gak terus terusan menyukaimu" Ardi mendengus kesal saat ingat kalau Hitta pernah menyukai istrinya
"Tentu saja harus senang"kata Vera tersenyum
Cup
Ardi yang gemas dengan istrinya langsung mengecup bibir Vera membuat Vera terkejut.
"Sayang malu ihh" kata Vera kesal
"Cuma kecupan Sayang. Apalagi kalau ciuman, apa kau mau berciuman disini?" goda Ardi
__ADS_1
"Ish kau ini" Vera hanya memalingkan wajah kesalnya.
Bersambung