
Selesai makan malam Tiara menemui Dea di kamarnya. Dia ingin tahu cerita Dea dengan kekasihnya. Di samping itu Tiara juga ingin tahu pria yang di cintai adik iparnya.
"Hay De" Tiara duduk di pinggir tempat tidur
Dea bangun dan duduk bersila menghadap Tiara "Si kembar mana Kak?"
"Sama Mami dan Papi"
Dea mengangguk mengerti "Ada apa Kak?"
"Hmm. Aku cuma mau tanya siapa si sebenarnya pria yang akan melamarmu itu?" kata Tiara tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya.
"Kak Tia ingat gak waktu aku cerita kalau aku di ajak jadi pacar sementara sama seorang pria" kata Dea. Tiara mengangguk
"Nah Dia orangnya, akhirnya cintaku selama ini terbalas Kak. Sekarang aku dan Dia bukan pacar sementara lagi" jelas Dea membuat Tiara sedikit kaget.
Tiara bernafas lega dan tersenyum "Syukurlah De, aku bahagia mendengarnya"
Mereka pun berepelukan, Tiara bahagia karna Dea akhirnya menemukan cinta sejatinya.
Tok tok tok
"Siapa" teriak Dea melepaskan pelukan nya
"Kak Ditya, kalian ngapain di dalam kamar lama banget. Sayang Nessa sama Nevan sudah pada tidur ayo kita ke kamar" teriak Ditya tanpa membuka pintu kamar adiknya
"Ck dasar Mr. Posesif" bisik Dea yang di angguki Tiara
"Iya Mas sebentar, Dea aku ke kamar dulu ya. Sekali lagi selamat ya untuk semunya. Semoga semuanya di lancarkan" Tiara memeluk sebentar Dea lalu keluar dari kamar adik iparnya itu.
"Ngapain aja si? Ngobrolin pria lain ya?" Ditya menggerutu kesal sambil membukakan pintu kamar untuk istrinya.
__ADS_1
Ck dasar suami posesif.
"Gak ko Mas, mana berani aku ngomongin pria lain selain suami aku yang tampan ini" kata Tiara mengelus pipi suaminya lalu masuk ke dalam kamar.
Bohong dikit gak papa kali ya, lagian kan cuma ngomongin calon suaminya Dea.
"Awas aja kalau berani" masih menggerutu kesal
Hah? Terserah lah.
"Iya sayang, gak akan ko. Yuk tidur aku sudah ngantuk nih" kata Tiara naik ke tempat tidur
"Tidur?" menyeringai penuh arti
Lihatlah senyumnya? Aaa malam ini aku tidak akan tidur lagi.
Benar saja, Ditya sudah mengukung tubuhnya di atas tempat tidur. Mencium bibir Tiara dengan penuh gairah. Memulai apa yang Dia inginkan malam ini. Sebenarnya bukan apa yang Dia inginkan tapi ini memang menjadi hobi nya sebelum tidur.
Aaa. Habislah aku...
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
"Iya sayang, barusan Om Seno telpon aku dan memberitahu kalau besok lusa akan ada acara lamaran Dea di rumahnya" jelas Alvin
"Ya ampun, siapa pria yang sudah menaklukan hati Dea. Ahh yang penting kita berdoa aja supaya semuanya di lancarkan" kata Celin menyandarkan kepalanya di dada Alvin.
Alvin mencium puncak kepala Celin dan mengelus rambutnya "Iya Sayang, kita doakan yang terbaik untuk mereka"
Celin mengangguk "Heem. Sekarang kita tidur yuk Mas. Udah malem"
"Tidur?" Alvin membalikan tubuh istrinya dan mengukung nya.
__ADS_1
"A..apa Mas? Aku capek" sudah mengeluh sebelum memulai.
Setiap malam harus melayanimu dan harus kurang tidur di tambah lagi kalau Rafa lagi rewel. Tapi suamiku ini tidak ada lelahnya.
"Sekali saja, kamu diam saja biar aku yang bekerja" kata Alvin langsung mencium bibir istrinya itu.
Aaa. Baiklah percuma berdebat karna aku tidak akan pernah menang.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
"Iya Kak, Dea sudah bilang sama Papi dan Mami. Mereka mengizinkan keluarga Kakak untuk datang ke rumah"
"Baiklah, semoga semuanya di lancarkan ya. Semoga keluarga kamu bisa menerima ku"
Dea tersenyum "Aminn"
"Ya sudah kalau begitu kamu tidur sana. Ini sudah malam, besok ada kuliah kan?"
"Iya Kak, kalau gitu Dea tidur dulu ya"
"Iya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Dea menyimpan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Dia merebahkan tubuhnya, menatap langit langit kamarnya dengan senyum bahagia.
Semoga Kak Viza adalah jodoh ku Tuhan.
Bagaimana Dea tidak sebahagia ini. Dia sudah jatuh cinta pada Viza saat pertama kali bertemu. Makanya saat Viza meminta bantuannya untuk menjadi pacar sementara. Dea langsung menyetujuinya.
Akhirnya semua perjuangan nya selama ini berbuah manis. Bagaimana dulu Dea menjalani cinta sendiri yang benar benar menyakitkan. Tapi sekarang semua perjuangan nya tidak sia sia.
__ADS_1
Terimakasih Tuhan, kau sudah membuat Kak Viza juga mencintai ku.
Bersambung