Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 56}


__ADS_3

Rara berguling kesana kemari du tempat tidurnya. Dia terus terbayang saat siang tadi Nevan memintanya untuk menjadi kekasihnya.


Jujur Rara senang mendengarnya, lagian siapa si yang tidak menyukai Nevan. Tapi di samping itu ada rasa ragu di hati Rara saat memutuskan menerima Nevan sebagai kekasihnya.


Hah. Semgoa saja ini adalah yang terbaik. Semoga keputusan ku untuk menerimanya adalah keputusan yang terbaik.


Begitulah cara Rara meyakinkan hati dan perasaan nya. Rara tidak mau memikirkan hal yang buruk untuk kedepan nya dalam hubungan mereka. Rara akan mencoba menerima baik dan buruknya Nevan.


Anya yang tidur di sebelah Rara merasa terganggu dengan Rara yang terus membolak balikan tubuhnya.


"Lo kenapa si Ra? Belum tidur juga? Ini udah malam" kata Anya yang langsung bangun terduduk


Rara pun ikut duduk "Nya, Gue gak bisa tidur. Gue lagi kefikiran sama yang terjadi tadi siang"


Anya mengerutkan keningnya "Emang apa yang terjadi tadi siang?"


"Pak Nevan nembak Gue Nya, Dia mau Gue jadi pacarnya" teriak Rara langsung membenamkan wajahnya di bantal karna terlalu senang juga malu.


"Hah??" Anya ikutan berteriak kaget mendengar ucapan Rara.


"Lo serius Ra?" Anya menggoyang goyangkan tubuh Rara. Masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Rara mendongkan wajahnya yang merona malu "Gue serius Nya, Gue sama Pak Nevan udah jadi sepasang kekasih sekarang"


"Gila...Gila... Ini bener bener Gila..." Anya menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Lo pacaran sama Pak Nevan, dan Gue pacaran sama Rafa" kata Anya tanpa sadar telah membongkar rahasinya


"What???" teriak Rara terkejut


Aduhh. Malah keceplosan lagi. Gak papalah lagian Gue sama Rafa udah jadian beneran kok. Rara tahu juga gak masalah kayanya.


"Serius Lo Nya? Woy Nya Lo serius" teriak Rara memegang kedua bahu Anya dan menggoyangkan tubuhnya.

__ADS_1


"Serius Ra, maaf kalau Gue belum cerita sama Lo"kata Anya


"Udah berapa lama kalian pacaran?" tanya Rara menyipitkan matanya


"Udah hampir dua bulan Ra, tapi yang resminya baru satu bulan" jelas Anya


Rara mengerutkan keningnya "Maksud Lo apa si? Emangnya ada ya pacaran yang gak resmi?"


Anya menghela nafas, Dia menceritakan semua kejadian dari awal dirinya bertemu Rafa sampai Rafa meminta bantuannya untuk melupakan masa lalunya dan hingga sekarang Rafa yang sudah menjadi pacarnya.


Rara mengangguk mengerti. Dia juga menceritakan tentang dirinya dan Nevan. Semuanya Dua ceritakan pada Anya. Kini keduanya sudah saling terbuka dan tidak lagi ada rahasia.


"Jadi selama 5 minggu ini Lo bawa dua bekal buat Pak Nevan. Bukan karna Lo gak kenyang dengan satu bekal?" kata Anya


Rara mengangguk "Iyalah. Mas iya Gue makan dua bekal si. Mana muat nih perut"


Anya menoyor kepala Rara "Dasar ya Lo. Pantesan badan Lo segini gini aja. Padahal udah makan dua porsi. Haha"


"Hahaha"


"Udah ahh ayo tidur, gak mau di amuk Bundakan kalau sampai telat bangun pasa adzan subuh" kata Rara. Anya hanya mengangguk.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Anya dan Rara turun dari angkutan umum setelah sampai di depan kantornya. Berjalan masuk sambil bergandengan tangan. Menyapa beberapa orang yang berpapasan dengan mereka.


"Pagi Pak"


Rara dan Anya menoleh ke belakang saat mendengar suara resepsionis yang menyapa seseorang.


Di lihatnya Nevan dan Rafa sedang berjalan ke arah mereka yang akan menaiki lif. Keduanya mengangguk hormat.


"Pagi Pak" sapa keduanya

__ADS_1


Rafa tersenyum tipis menatap wanita pujaan hatinya "Pagi"


Sementara Nevan hanya mengangguk dengan wajah datarnya. Rara sudah mengerti karna mereka juga sudah membuat kesepakatan untuk tidak memberi tahu siapapun karyawan kantor kalau mereka mempunyai hubungan.


Begitupun dengan Anya dan Rafa. Belum ada yang mengetahui soal hubungan mereka kecuali Rara.


"Woyy. Anya, Rara"


Romi berlari ke arah mereka dan langsung merangkul leher Anya dan Rara. Rafa menatap tajam pada tangan Romi yang merangkul leher Anya.


Sementara Nevan hanya diam dengan wajah datarnya. Tapi ada perasaan aneh di dalam hatinya saat melihat seorang pria yang merangkul Rara.


"Pagi Pak"


Romi melepaskan rangkulan tangan nya dan mengangguk hormat saat menyadari kalau ada Rafa dan Nevan di sana.


"Kenapa Lo berdua gak bilang kalau ada Pak Nevan sama Pak Rafa" bisik Romi pada Rara dan Anya


Rara dan Anya hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh. Romi langsung menggandeng kedua wanita yang sudah di anggapnya sebagai saudara sendiri.


"Kami permisi dulu Pak"


Romi langsung menekan tombol lif dan segera masuk setelah pintu lif terbuka. Masih dengan menggandeng tangan keduanya.


"Siapa pria itu?" tanya Nevan sambil berjalan masuk ke dalam lif setelah pintu lif terbuka.


"Sepertinya mereka adalah teman satu devsi" jawab Rafa sedikit ketus


Nevan menoleh, menatap wajah Rafa "Kau kenapa?"


"Aku sedang kesal karna pria tadi telah menyentuh Anya" kata Rafa kesal


Nevan hanya diam, Dia baru menyadari dan mengingat sesuatu. Pantas saja saat Rara menyebutkan kalau saudaranya bernama Anya. Nevan merasa tidak asing dengan nama itu.

__ADS_1


*Ternyata saudaranya adalah gadis yang sudah bisa meluluhkan hati Rafa. Kenapa aku bisa lupa, padahal dulu gadis itu pernah menolongku dan Rafa.


Bersambung*


__ADS_2