
Celin berjalan menyusuri supermarket. Malam ini Dia di suruh oleh ibunya untuk belanja karna ibunya sedang sibuk.
Melihat lihat barang yang berjejer rapi sambil mendorong troli. Celin mengambil beberapa barang dan bahan makanan yang di perlukan nya dan yang di pesan oleh ibunya.
"Celin"
Celin menoleh ke arah sumber suara "Loh Al kamu disini juga"
"Hehe iya, maklumlah bujangan jadi belanjanya sendiri" kata Alvin
"Hahaha. Makanya cari pendamping dong" kata Celin
"Belum ada yang mau" jawab Alvin santai
"Mana mungkin? Kamu kan ganteng terus tajir juga. Uang nya banyak masa iya gak ada yang mau sama kamu" kata Celin tidak percaya
"Haha. Beneran Cel, emang belum ada yang mau. Lagian aku kan cuma asisten Ditya Cel" kata Alvin santai
"Ish meskipun asisten tapi kan uangmu banyak Al" kata Celin
"Hahaha. Belum ada jodohnya aja kali Cel. Jodohnya masih di tangan orang lain" kata Alvin tersenyum penuh arti
Celin mengangguk "Ya mungkin memang jodoh kita masih di rahasiakan sama sang pencipta"
"Kau masih sedih Cel? Apa kau sangat mencintai Ditya?" tanya Alvin sambil mengambil barang yang di butuhkan nya dan memasukan ke dalam troli
Celin menggeleng "Enggak ko, entahlah yang jelas aku udah gak merasa sakit lagi saat mengingat hubunganky dan Ditya. Aku udah ikhlas, mungkin memang kita gak berjodoh"
Alvin tersenyum senang "Baguslah, kau memang harus ikhlas dan membiarkan Ditya bahagia. Nanti kau juga akan mendapatkan kebahagiaan mu. Percayalah "
Celin mengangguk "Iya kamu benar Al"
"Jadi gimana nih? Udah siap buka hati untuk yang lain?" tanya Alvin sambil terus mendorong troli
Celin berhenti sebentar mengambil barang yang di butuhkan dan memasukan nya ke troli.
"Entahlah Al, aku belum siap untuk memulai berhubungan lagi dengan siapapun" kata Celin kembali mendoring trolinya
Alvin mengangguk "Baiklah aku akan setia menunggu sampai kau siap"
Celin diam mematung mendengar ucapan Alvin "A..apa maksudmu Al?"
Alvin menoleh dan tersenyum "Aku siap menunggu kau siap membuka hatimu lagi Cel"
__ADS_1
"Al jangan bercanda ahh gak lucu" kata Celin mulai merasa ada yang tidak beres sama Alvin.
"Aku gak bercanda, sudahlah tidak usah kau pikirkan. Ayo kita ke kasir, udah selesai belanjanya?" kata Alvin tersenyum
Celin hanya mengangguk dengan pikiran yang melayang kemana mana setelah mendengar ucapan Alvin.
...
"Ya ampun Cel kamu gak beli ikan tuna yang Mama pesankan" omel Revina saat memeriksa belanjaan yang di bawa Celin.
"Hehe. Lupa Ma" Celin cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Dasar calon pengantin, gak fokus deh si suruh belanja aja" kata Revina
Celin hanya tersenyum masam'Aduhh kenapa aku masih memikirkan ucapan Alvin tadi sih'
"Sudah sana kamu mandi ihh" kata Revina
"Siap Mama" Celin mencium pipi Revina lalu pergi ke kamarnya di lantai atas.
Celin sudah selesai mandi dan sekarang sedang berguling guling di atas tempat tidur.
Arghhh. Aku ini kenapa sih? Kenapa aku seneng banget mendnegar ucapan Alvin tadi.
Ya ampun aku ini kenapa?
Celin menggeleng saat bayangan wajah Alvin kembali hadir di pikiran nya. Mencoba menghilangkan bayangan Alvin dari pikiran nya.
Celin kau benar benar sudah gila ya.
...ππππππππππ...
Di apartemen nya Alvin pun sama, Dia berguling di tempat tidur. Menatap langit langit kamarnya sambil tersenyum sendiri.
Ahh Dia manis sekali.
Alvin membayangkan wajah Celin yang selalu ceria dan tersenyum manis pada siapa saja.
Celin kau benar benar membuatku gila.
Alvin bangun dan mengambil ponselnya. Mengetikan sesuatu, tapi di hapus kembali. Dia bingung mau mengirim pesan apa pada Celin.
Me
__ADS_1
Hai. selamat malam
Send, pesan berhasil terkirim ke nomor Celin. Menyimpan ponsel di depan nya menunggu balasan dari Celin.
Ting
Alvin langsung membuka pesan dari Celin dan tersenyum bahagia.
Celinπ
Malam juga
Bahkan Alvin sudah menyimpan nomor ponsel Celin dengan tambahan emotikon love.
Me
Belum tidur
Celin π
Belum. Kamu juga belum tidur
Me
Belum ngantuk, susah tidur
Celin π
Kenapa?
Me
Gak tau, belum ngantuk aja
Celin π
Aku juga belum ngantuk. Hehe
Dan saling berkirim pesan itu berlangsung cukup lama sampai keduanya merasakan ngantuk dan tertidur.
Alvin maupun Celin tersenyum bahagia saat mereka saling berkirim pesan. Ada rasa yang membuat keduanya sangat bahagia saat berkirim pesan. Ada rasa berbeda di hati mereka.
Bersambung
__ADS_1