Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 49}


__ADS_3

Semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya terasa hambar. Dia mengunyah dengan pelan supaya tidak terdengar suara kunyahan nya.


Melihat ekspresi Nevan yang sangat datar dan dingin. Di tambah lagi dengan Ditya yang hanya fokus pada Tiara dengan sesekali menyuapi Tiara.


Sementara Rara merasa menjadi orang asing yang tidak di anggap ada keberadaan nya.


Sebenarnya aku siapa? Aku dimana? Kenapa dunia serasa sunyi. Hah.


Rara cepat cepat menghabiskan makan siang nya. Dia ingin segera pulang dari rumah ini. Suasana nya terasa sangat mencekam untuk Rara yang biasa hidup bebas banyak teman dan selalu bercanda tawa.


Sementara di rumah ini suasana nya sangat canggung dan Rara tidak nyaman dengan situasi seperti ini.


"Rara kok sudah selesai makan nya?" tanya Tiara


Rara tersenyum "Sudah kenyang Bu, terimakasih banyak karna sudah mengajak Rara makan siang di rumah Ibu"


"Sama sama Ra. Lagian kamu kan sudah menolong Ibu, jadi Ibu berterimakasih banyak sama kamu " kata Tiara lembut


"Tidak papa Bu, itu hanya kebetulan saja karna saya sedang ada di sana" kata Tiara tersenyum


Gadis ini sangat baik, aku rasa Dia akan cocok dengan putraku.


Diam diam Ditya memperhatikan Rara. Dia menilai segala ucapan yang keluar dari mulut Rara. Melihat apa itu tulus atau tidak, apa ada niat tersembunyi atau tidak.


Tapi yang Ditya lihat hanya ada ketulusan dan kejujuran di sana. Ditya tidak melihat kalau Rara memang ada maksud tertentu.


"Kalau begitu Rara pamit pulang ya Bu, Om" kata Rara


"Pak Nevan" tambahnya lagi dengan lirih


"Nevan kau antar Rara pulang sampai ke rumahnya" suara tegas Ditya membuat Nevan tersedak.


Ukhuk Ukhuk

__ADS_1


"Kenapa haru aku sih Dad? Dia kan bisa pulang sendiri" kata Nevan menolak keras


"Iya Om, Rara bisa pulang sendiri kok" kata Rara sudah beranjak dari tempat duduknya


"Van, kau antarkan Rara"


Suara Ditya sudah berubah lebih berat membuat Nevan menghela nafas karna jika Ayahnya sudah mengulangi ucapannya dengan suara berat. Maka sudah tidak bisa lagi untuk Nevan menolaknya.


"Oke Dad, aku anterin Dia" kata Nevan datar


"Ti...tidak usah Pak, saya bisa pulang sendiri" Rara langsung mengibaskan tangan nya


"Rara lebih baik kamu di antar Nevan saja" kata Tiara


Rara menghela nafas, tidak mungkin Dia menolak permintaan Tiara yang begitu baik padanya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ini orang kenapa sih, dingin banget.


"Dimana alamat rumahmu?" tanya Nevan setelah mobilnya keluar dari kawasan perumahan.


Lupa gue... Dia gak boleh tau dimana gue tinggal. Gimana ya...?? Aduhhh


"Saya bicara denganmu!!" kata Nevan setengah berteriak saat tidak mendapat jawaban dari Rara


Ya ampun, arogan nya.


Rara sampai mengelus dadanya karna terlalu terkejut mendengar suara Nevan.


"Sa...saya tidak langsung pulang Pak. Saya mau ke minimarket dulu, jadi antarkan saja saya ke minimarket xx" Rara menyebutkan nama minimarket yang di tujunya.


Nevan tidak menjawab setelah Dia tahu harus mengantar Rara kemana. Nevan masih belum merasa nyaman saat harus berdekatan dengan wanita manapun.

__ADS_1


Saat sampai di depan minimarket yang di maksud oleh Rara. Nevan langsung menghentikan mobilnya.


"Terimakasih Pak"


Rara mengangguk hormat sebelum membuka pintu dan turun dari mobil Nevan. Dia segera berlari masuk ke dalam minimarket meskipun kenyataan nya Rara tidak ada yang ingin di beli di minimarket ini.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Rara dan Anya sudah siap untuk berangkat kerja. Setelah sarapan mereka pamitan pada Bunda dan juga adik adiknya.


Seperti biasa mereka akan menaiki angkutan umum untuk sampai di perusahaan Fendra.Corp.


Sesampainya di kantornya, Rara dan Anya masuk ke dalam kantor dengan senyuman cerianya. Menyapa setiap orang yang Dia temui.


Apa yang harus aku lakukan setelah hari itu. Anya


Setelah libur di hari weekend, Anya baru sekarang masuk bekerja dengan perasaan tidak karuan. Dia merasa bingung dengan apa yang terjadi padanya dan Rafa.


Anya masih belum mengerti kenapa Rafa ingin menjadikan nya kekasihnya. Padahal mereka juga baru saja saling mengenal.


"Nya Lo kenapa?" tanya Rara


Anya tersadar dari lamunannya "Enggak. Gue gak papa kok Ra"


Rara hanya mengangguk mengerti. Anya memang belum memberi tahu Rara soal hubungan dirinya dan Rafa.


Begitupun dengan Rara yang memang tidak memberi tahu Anya soal pertemuannya dengan Nevan kemarin.


Bersambung


***Note : Aturan NT semakin membuat saya bingung. Menjadi kurang semangat untuk menulis. Entahlah, kenapa peraturan menjadi seribet sekarang.


Tolong selalu dukung karya saya ya, biar saya tetap semangat.. 😊***

__ADS_1


__ADS_2