
"Jadi kalian dulu satu sekolah?" tanya Faiha ,Dea dan Tiara mengangguk.
"Iya Mi, Ka Tia ini yang dulu menolong aku dari kaka kelas yang nyebelin itu" kata Dea
"Huss, kau ini De kalau Clara sampe denger habislah kita" kata Tiara menyenggol tangan Dea
"Biarin aja sih Ka, gak mungkin denger juga. Emang benerkan Dia nyebelin, udah pake rok mini banget lagi" ketus Dea
"Ya ampun De, biarin aja sih mau gimana juga. Orang cantik mah bebas kali" kata Tiara
Yang lainnya hanya tersenyum melihat interaksi kedua wanita itu. Tiara dan Dea memang sudah lema berteman, namun karna Tiara pindah setelah lulus dan komunukasi mereka pun terputus.
"Ahh kangen aku Ka, dulukan kita suka ghibahin cowo cowo keren di sekolah" kata Dea antusias, Ditya langsung melotot mendengar ucapan adiknya itu.
"Enak aja, kamu aja kali aku mah enggak ya" kata Tiara
"Hehe" Dea hanya cengengesan
"Sudah, kalian ini kayanya memang sangat dekat ya" kata Faiha
"Hehe, iya Mi kan kita sering bareng bareng. Makan bareng, minum bareng sampe Ka Tia lulus gak tahu kemana langsung gak komunikasi lagi" kata Dea
"Nanti aku ceritain, tapi gak disini" bisik Tiara di telinga Dea
"Oke, kalau gitu aku masuk kamar dulu bye"
Dea pun berlalu ke kamrnya membuat Tiara bernafas lega karna kalau Dea masih disini, Dia pasti akan terus nyerocos. Setelah Dea pergi, Tiara kembali menunduk diam karna masih merasa malu sama keluarga Ditya.
__ADS_1
"Kalian menginap saja disini" kata Faiha memecah keheningan
"Baik Mi" jawab Ditya
"Kenapa kau bisa sekolah di sekolah Dea? Itukan sekolah favorit" kata Fernan
"Sa...saya mendapat beasiswa disana Tuan" jawab Tiara gugup
"Wahh boleh juga otakmu itu"
Terdengar sangat menyakitkan, tapi lihatlah senyum tipis di bibir Fernan. Dia memang keras kepala selalu tidak mau mengakui kalau Dia memang menyukai gadis di depan nya ini. Ego nya terlalu tinggi karna Dia merasa kalau pilihan nya
selalu yang terbaik.
"Baiklah, sekarang kau tidurlah. Segera beri Opa cicit agar Opa bisa memaafkan kesalahan mu Ditya"
Fernan berdiri dan langsung pergi ke kamarnya. Senyuman itu terus mengembang di bibirnya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Kini Ditya dan Tiara sudah berada di kamar yang di tempati Ditya dulu. Tiara menatap setiap sudut kamar itu, ada beberapa foto Ditya waktu masih muda dan terlihat sangatlah tampan.
Tiara dan Ditya duduk di tempat tidur. Saling memeluk memberi kehangatan satu sama lain. Setelah melewati masa masa tegang yang Tiara rasakan tadi. Beruntung nya ibunya Ditya sangatlah baik. Hanya Opa Fernan saja yang menurut Tiara sedikit keras.
"Mas gimana kalau Opa nya Mas gak suka sama aku? Apa kita akan berpisah " kata Tiara
Jujur saja saat ini Dia merasakan takut kalau Opa Fernan tidak memberikan restunya maka Ditya akan menceraikan nya.
__ADS_1
Ditya mengecup bibir istrinya "Jangab bicara seperti itu lagi, apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu. Kita tidak akan berpisah sampai maut memisahkan kita"
Tiara mengangguk dan semakin erat memeluk suaminya "Terimakasih Mas"
"Oh ya tadi Dea bilang kalau dulu kalian suka ghibahin cowo? Bener?" tanya Ditya menyelidik
Ya ampun kenapa sifat pecemburunya gak pernah hilang si.
"Hehe, gak lah Mas. Ya cuma ngomongin dikit aja. Wajarlah kita kan dulu masih remaja, masa masa paling menyenangkan untuk ghibah. Hehe. Cup" langsung mengecup bibir suaminya agar tidak marah.
"Awas aja kalau sekarang masih kaua gitu. Lihatin aja" kata Ditya ketus
"Enggak dong, kan sekarang aku sudah punya suami ganteng kaya gini. Ngalahin Oppa Oppa Korea. Hehe" kata Tiara
"Kau ini" Ditya mencubit gemas hidung Tiara sampai merah
"Sakit ihhh" Tiara cemberut membuat Ditya semakin gemas.
Ditya beralih mencubit besar kedua pipi istrinya itu "Gemes aku sama kamu ihh. Istri siapa sih ini bikin gemes aja"
Tiara hanya cemberut, tidak bisa menahan lagi Ditya langsung melu^mat bibiristrinya itu. Ciuman itu semakin panas dan bibir Ditya sudah turun ke leher Tiara.
"Mas ihhh, ini di rumah Opa. Jangan lah" kata Tiara mencoba menahan hasratnya yang sudah terpancing oleh kecupan kecupan halus suaminya.
"Biarain aja Yank, kan tadi Opa bilang kalau kita harus cepetan ngasih Dia cicit. Jadi kita harus berusaha keras" kata Ditya melanjutkan lagi aksinya.
Tiara tidak menolak lagi, Dia hany bisa pasrah menerima serangan dari suaminya itu.
__ADS_1
Bersambung
Maaf ya, saya tidak bisa memperjelas adegan dwasanya. Saya tidak siap dan tidak sanggup .Hahaha 😂😂