
Semua keluarga sudah berada di rumah Opa Fernan. Keluarga Dea pun baru saja datang. Semua menyambutnya dengan hangat.
Suara canda tawa keluarga yang jarang bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Opa Fernan yang sudah tua itu merasa sangat bahagia saat melihat keluarganya hidup bahagia.
"Opa ini Ness buatkan teh untuk Opa uyut" kata Nessa memberikan secangkir teh hangat untuk Opa Fernan.
"Terimakasih sayang"
Opa Fernan tersenyum bahagia, tangan keriput itu meraih gelas dan langsung meminum teh buatan cicitnya. Nessa tersenyum dan langsung duduk di samping Opa Fernan.
Opa Fernan mengelus kepala Nessa "Apa Nessa sudah punya pacar hmm?" goda Opa Fernan
"Udah Opa, namanya Angga" teriak Nevan yang baru muncul
"Ishh kau ini apaan si" teriak Nessa kesal dan malu
Nevan hanya tersenyum, Dia cukup tahu kalau hubungan Nessa dan Angga memang semakin dekat. Di tambah lagi Nevan sering memergoki Nessa sedang chatan dengan Angga, bahkan telponan.
"Beneran Ness?" tanya Opa Fernan tersenyum menggoda
Nessa memeluk Opa Fernan dari samping, menyembunyikan wajahnya di balik bahu Opa Fernan. Nessa malu dan gugup, apalagi sekarang keluarganya sedang berkumpul.
"Hahaha. Baiklah, sepertinya putrimu masih malu malu Dit" kata Opa Fernan. Ditya hanya tersenyum
"Cieee, kenalin sama Aunty dong Ness" goda Dea
"Ish Aunty sama Nevan sama aja" kesal Nessa sudah cemberut
"Hahaha" semuanya tertawa bahagia melihat tingkah malu malu Nessa.
"Kau sudah besar Nak, sudah pantas jika mempunyai pacar. Tapi harus tahu batasan jika berpacaran" kata Tiara lembut
"Apaan sih Mi, Ness gak punya pacar. Angga nya juga gak nembak Ness" kata Nessa langsung menutup mulutnya karna sadar sudah keceplosan.
"Cieee, jadi bener nih mau di tembak sama Angga" goda Nevan
"Diem gak" Nessa sudah melotot kesal pada saudara kembarnya itu.
__ADS_1
"Hahaha" Nevan malah tertawa lucu melihat tingkah Nessa.
"Sudah jangan di godain terus anak Daddy" kata Ditya tersenyum
"Tuh dengerin" kata Nessa kesal
"Biar nanti Daddy yang langsung jadi wali nikah Nessa sama siapa tadi? Ang..Angga ya" kata Ditya tersenyum menggoda
"Daddy" teriak Nessa manja
Semuanya hanya tertawa, merasa lucu dengan tingkah laku Nessa.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Vera sedang tiduran, hari libur Dia gunakan untuk bermalas malasan. Menonoton drama kesukaan nya, tidur siang, main game, membaca novel. Hanya itu yang Vera lakukan selama hari libur.
Drettt...Drettt
Vera mengambil ponselnya di atas nakas. Melihat siapa yang menelpon.
"Hallo Hitta?"
Hitta tersenyum saat mendengar suara Vera "Hai Vei, apa kabar?"
"Baik, kamu apa kabar?"
"Aku juga baik, aku lagi di rumah Opa uyut loh. Ko kamh gak kesini?"
Vera langsung terduduk dan tersenyum "Wahh, kau gak bilang mau ke kotaku"
"Hehe. Aku baru datang tadi pagi Vei"
"Hmm. Gitu ya"
"Iya, ketemu yuk! Aku kangen nih sama kamu"
Vera tersenyum, Dia sudah terbiasa dengan kata kata manis lainnya dari Hitta. Bahkan anak itu tidak pernah mau memanggilnya kaka karna Dia tidak mau di anggap bocah saat bersama Vera.
__ADS_1
"Ayo, aku juga lagi mau ke toko buku"
"Cari novel lagi?"
Hitta sudah hafal hobi dan kebiasaan Vera. Meskipun mereka tinggal di kota yang berbeda. Tapi mereka masih berkomunikasi sesekali jika tugas sekolah sedikit.
"Haha, iya"
"Ya udah nanti aku jemput ya"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Vera sudah sampai di toko buku bersama Hitta. Setiap bertemu mereka pasti akan bercerita banyak hal.
"Udah itu aja?" tanya Hitta saat Vera sudah mengambil buku novel yang diinginkan nya.
"Iya, yuk kita ke kasir habis ini kita langsung makan ya. Aku laper"
Vera terus berceloteh sambil berjalan menuju kasir. Sesekali Vera akan menoleh ke arah Hitta.
Vera menggandeng tangan Hitta, mereka sudah terbiasa jadi tidak ada lagi rasa canggung untuk hanya sekedar bergandengan tangan.
Brukk
"Hei hati hati dong" kata Hitta saat melihat ada seorang pria yang memakai topi menabrak Vera.
Pria itu membenarkan posisi topinya, Dia menunduk sehingga tidak terlihat dengan jelas wajahnya.
"Maaf"
"Udahlah Hitta, aku gak papa ko. Ayo kita pergi, aku sudah lapar" Vera menarik tangan Hitta menuju meja kasir
Pria tadi berbalik dan menatap punggung Vera dan Hitta. Dia mengangkat sedikit topinya.
"Siapa pria itu? Beraninya menyentuh Veraku"
Bersambung
__ADS_1