
Sesuai janjinya, saat jam makan siang Rafa langsung menjemput Anya di meja kerjanya. Bahkan Anya masih berkutat dengan komputernya. Belum bersiap untuk makan siang.
"Ini sudah jam makan siang, kenapa masih saja bekerja?" kata Rafa yang sudah berdiri di depan meja kerja Anya
Rara yang juga masih berkutat dengan pekerjaannya langsung menoleh.
Gila.. Ini sih bener bener gila, masa iya asisten Bos yang nyamperin langsung karyawan biasa hanya untuk mengajaknya makan siang.
Anya menoleh ke arah Rara seolah meminta persetujuan kalau siang ini mereka tidak bisa makan bersama. Dan Rara yang faham pun langsung mengangguk.
"Ra gue makan siang sama Pak Rafa ya. Lo gak papa kan?" kata Anya
"Santai aja Nya, gue bisa makan sendiri kok. Tadi kan gue di kasih bekal sama Bunda" kata Rara tersenyum
Anya mengangguk "Baiklah, kalo lo gak kenyang lo makan aja bekal punya gue"
"Heh. Lo fikir gue serakus itu apa?" kata Rara kesal
"Hahaha. Sorry...Say" kata Anya mengangkat dua jarinya.
Rafa yang melihat perdebatan antara dua gadis di depan nya sedikit menyunggingkan senyumnya. Walaupun Dia sedikit kaget saat mendengar mereka yang mengobrol dengan bahasa seperti itu.
Cantik.
Rafa yang melihat Anya tertawa langsung menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Ayo Pak, kita pergi sekarang" ajak Anya setelah mengambil tas dan ponselnya
Rafa mengangguk dan berjalan diukuti Anya di belakang nya. Semua karyawan satu devisi dengan Anya melihay ke arah mereka dengan tatapan bingung.
Anya hanya menunduk karna terlalu malu saat harus menjadi pusat perhatian.
Rafa membukakan pintu mobil untuk Anya.
Anya sedikit terkejut saat Rafa sampai membukakan pintu mobil untuknya.
"Terimakasih Pak" Anya pun masuk ke dalam mobil dengan perasaan tak karuan.
Rafa masuk ke dalam mobil, menutup pintu mobil. Rafa melajukan mobilnya keluar dari kawasan perusahaan Fendra.Corp.
__ADS_1
Di dalam mobil suasana terasa sangat canggung. Anya tidak berani bicara duluan, karna mau bagaimanapun Rafa adalah atasan nya.
Hingga mereka sampai di tempat tujuan. Keduanya masih diam, apalagi Rafa yang memasang wajah datarnya.
Mereka berjalan masuk ke dalam restoran.
"Kau mau pesan apa?" tanya Rafa sambil menyodorkan buku menu yang di berikan pelayan tadi.
Anya meraih buku menu itu, membukanya dan meraba raba semua gambar makanan yang ada di dalam buku menu itu.
Gila.. Hanya untuk makan siang sampai harus semahal ini. Orang kaya memang bebas ya.
Anya sampai menelan salivnya saat melihat harga yang tertera di sana untuk satu porsi makanan.
Rafa sudah menyebutkan pesanan makanan nya pada pelayan yang sedari tadi berdiri di samping meja mereka.
Rafa beralih menatap Anya yang dari tadi hanya membolak balikan buku menu tanpa menyebutkan apa yang mau di pesan.
"Kau mau pesan apa?" tanya Rafa
Anya mendongakan wajahnya "Emmm. Saya pesan.... Samakan saja sama Bapak" kata Anya akhirnya karna bingung harus mesmesan apa.
Pelayan pun mengangguk mengerti. Setelah mencatat semua pesanan Anya dan Rafa. Pelayan langsung berlalu pergi.
Makanan apaan ini, kok rasanya aneh.
Anya masih menikmati makanan nya yang memang terasa asing di lidahnya. Tapi tidak mau mempermalukan sang atasan, Anya pun menghabiskan makanan nya.
"Sebaiknya kita langsung kembali ke kantor. Sebentar lagi jam makan siang sudah habis" kata Rafa sambil melihat jam tangannya.
Anya hanya mengangguk, meminum kembali sisa minuaman nya.
Minuman nya lumayan enak si.
Akhirnya Rafa dan Anya langsung kembali ke kantor. Pekerjaan masih menunggu mereka sehingga tak bisa untuk berlama lama di luar kantor.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tok tok tok
__ADS_1
"Masuk" teriak Nevan
Ceklek
Rafa masuk ke dalam ruangan Bosnya. Dia menyimpan sebuah berkas di atas meja Nevan.
Nevan mengambil berkas itu, membukanya dan membacanya dengan teliti sebelum memberikan tanda tangan.
"Bagaimana acara makan siang kalian?" tanya Nevan masih fokus pada berkasnya
"Biasa saja" jawab Rafa singkat
Nevan menutup kembali berkasnya dan memberikan nya pada Rafa.
"Kenapa begitu? Harusnya luar biasa dong, karna ini pertama kali Rafa mengajak seorang gadis untuk makan siang bersama" kata Nevan
Ya setelah kejadian itu.
"Aku mengajaknya makan siang hanya sebagai ucapan terimakasih karna kemarin Dia sudah menolong kita" jelas Rafa
Nevan mengangguk "Sampai kapan kau akan menutup hatimu?"
Bertanya seperti itu seolah Dia juga sudah bisa membuka hatinya.
"Jika aku bisa membuka hatiku kembali untuk wanita lain. Maka kau pun harus bisa, kita lupakan semua masa lalu itu " kata Rafa menatap Nevan
Nevan menghela nafas, menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya.
"Entahlah. Aku belum yakin akan ada wanita yang bisa membuka hatiku" kata Nevan putus asa
"Sudahlah, kita tidak perlu memikirkan itu" kata Rafa
"Oh ya, bagaimana persiapan perniakahan Ardi dan Vei?" tanya Nevan
"Yah sudah mulai berjalan, 3 bulan lagi mereka akan menikah" jelas Rafa
Nevan mengangguk mengerti "Semoga mereka tetap bahagia dengan pasangan mereka ya"
Vera dan Ardi memang sudah lulus kuliah. Ardi sudah mulai memimpin perusahaan keluarganya sambil melanjutkan kuliahnya. Mereka akan segera menikah 3 bulan lagi.
__ADS_1
Sementara Nessa dan Angga sudah mempunyai satu putri yang bernama Qisti Anggraeni Putri. Rein begitulah mereka memanggil putrinya yang baru berumur 3 tahun.
Bersambung