Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 62}


__ADS_3

Di dalam rumah Ditya suasana masih terasa tegang dan mencengkam. Ditya tidak menyangka kalau Nevan bisa melakukan itu. Mempermainkan perasaan wanita.


"Sekarang Mami tanya sama Nevan. Apa Nevan rela kalau harus kehilangan gadis seperti Rara? Gadis mandiri yang kuat dan sopan" kata Tiara menatap wajah anaknya


Nevan menggeleng lemah, Dia belum bisa membayangkan kalau Dia akan kehilangan Rara. Selama ini Dia merasa nyaman saat bersama Rara. Dia merasa bahagia dengan keceriaan Rara.


"Terus kenapa kamu melakukan ini pada Rara?" tanya Tiara tajam


"Aku belum bisa meyakinkan perasaanku terhadap Rara Mi. Aku masih ragu dengan apa yang aku rasakan. Aku takut kecewa lagi, aku takut tersakiti lagi. Jadi aku belum sepenuhnya membuka hati untuk Rara" jelas Nevan


Tiara menghela nafas "Apa dengan mempermainkan perasaan Rara kau tidak menyakitinya? Kau telah menyakiti perasaan nya Van"


"Meskipun Rara dan Anya terlihat kuat dan tegar tapi percayalah kalau di balik sifat mereka itu ada kerapuhan dan kelemaham mereka. Mami sangat tahu kenapa wanita selalu berpura pura tegar, karna mereka tidak mau di anggap lemah oleh kalian para lelaki" jelas Tiara


"Yah. Sifat mereka seperti kau sayang" bisik Ditya di telinga istrinya


Tiara tidak menggubris ucapan suaminya. Dia masih merasa jengkel dengan anaknya ini.


"Maaf Mi, Nevan janji akan memperbaiki semuanya. Nevan akan membuat Rara kembali pada Nevan Mi"


Tekad Nevan sudah bulat. Dia akan memberikan seluruh hatinya pada Rara. Sebenarnya sudah lama Rara menempati tempat du hatinya.


Tapi Nevan masih belum bisa membuka hatinya sepenuhnya. Nevan sudah yakin dengan perasaan nya. Mendengar penuturan Ibunya, Nevan sadar kalau Rara memang wanita yang di takdirkan Tuhan untuknya.


"Tapi Kak, sekarang Aulia sudah kembali. Apa Kakak semudah itu melupakan ku?" kata Aulia


"Cukup Aulia!! Setelah apa yang kau lakukan pada Nevan. Jangan harap kami akan membiarkan Nevan kembali padamu. Meskipun kau adalah ponakan Tante. Tapi apa yang dulu kau lakukan adalah salah" kata Celin tegas

__ADS_1


Aulia hanya tertunduk, Dia menyadari kesalahannya. Tapi Aulia selalu merasa bahwa Dia adalah korban disini.


Mikchael telah meninggalkan nya dan Nevan pun sudah tidak mau kembali bersamanya. Aulia merasa kalau takdir tidak berpihak.padanya.


"Besok kalian cari Anya dan Rara. Bawa mereka bertemu dengan kami. Sebagai orang tua kami merasa malu melihat kelakuan kalian yang mempermainkan perasaan gadis gadis baik seperti mereka" kata Celin


Nevan dan Rafa mengangguk.


Ditya dan Alvin merasa kagum pada para istri mereka yang bisa bertindak tegas pada anak anaknya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Semalam Anya dan Rara hanya menangis di kamar mereka. Keduanya mengeluarkan segala kekecewaan nya dengan tangisan. Sehingga pagi hari saat mereka bangun, matanya terlihat begitu sembab.


Tok tok tok


"Masuk aja Lea" jawab Anya


Alea langsung masuk ke dalam kamar kakak kakaknya. Duduk di pinggir tempat tidur. Melihat mata keduanya sembab, Alea tahu kalau kakak kakaknya ini habis menangis.


"Kenapa lagi Kak?" tanya Alea


Hanya Alea yang cukup tahu bagaimana sifat kedua kakanya ini. Karna Alea pun memiliki sifat yang hampir sama.


"Gak papa Lea" jawab Rara menggeleng


"Kalian gak kerja?" tanya Alea

__ADS_1


Rara dan Anya menggeleng "Kita udah berhenti Lea, tapi Lo jangan bilang sama Bunda dulu ya" kata Anya


"Berhenti? Gara gara apa? Setahu Gue kalian sangat mengharapkan bisa bekerja di perusahaan besar seperti Fendra.Corp " kata Alea sedikit kaget


"Ceritanya panjang Le" kata Rara menatap kosong ke depan


"Kak, ceritalah sama Gue. Kalian kan tau kalau Gue bisa menjaga rahasia. Sebenarnya ada apa Kak?" tanya Alea


Anya dan Rara hanya berani bercerita apa yang terjadi pada Alea. Begitupun sebaliknya. Akhirnya Anya dan Rara menceritakan semuanya pada Alea.


"Gila... Gue mau ketemu sama dua cowo berengsek itu Kak. Berani beraninya menyampakan Kakak Gue" kata Alea mengepalkan tangan nya


"Sudahlah Le, kita gak papa. Lagian Rafa udah berubah kok, Dia bener bener udah mencintai Anya" kata Rara


Alea menatap Anya dengan tatapan tidak percaya"Bener Kak?"


Anya mengangguk "Iya Lea, Rafa sudah meminta maaf dan kita juga sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal"


Alea mengangguk mengerti. Ketiganya saling berpelukan, saling menguatkan satu sama lainnya.


"Gimana kuliah Lo? Kata Bunda akhir akhir ini Lo sering pulang malam banget" kata Rara


Alea mendadak gugup, belum saatnya kakak kakaknya tahu semuanya. Alea belum siap untuk itu.


"Baik Kak, Gue lagi banyak tugas jadi Gue sering kerjain bareng di rumah temen" jelas Lea


Rara dan Anya mengangguk.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2