Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 45


__ADS_3

Celin masuk ke dalam ruangan nya, duduk di kursi meja kerjanya. Melihat beberapa laporan yang sudah berada di atas meja.


Ting


Celin meraih ponsel yang ada di dalam saku jas dokternya. Tersenyum saat melihat pesan dari sang pujaan hati.


Al ❤


Jangan lupa makan Yank 😘


Me


Siap, kamu juga 😘


Celin memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jas dokternya. Mulai sibuk lagi dengan beberapa berkas lagi yang belum Dia periksa.


Drett....Drett


Celin mengambil kembali ponselnya, Dia mengerutkan keningnya melihat siapa yang menelpon nya.


"Hallo"


"Hallo, Cel ini aku"


"Iya aku tahu, ada apa?"


"Aku cuma mau tanya, apa benar kalau kau tidak jadi bertunangan dengan Ditya?"


Kerutan di kening Celin semakin dalam. Kenapa harus menanyakan itu? Tidak penting juga. Fikir Celin.


"Iya, memang kenapa?"


"Ya ampun Cel, kenapa kau ini bodoh sekali. Kau merelakan begitu saja Ditya bersama wanita itu?"


"Terus aku harus apa? Lagian wanita yang di cintai Ditya adalah sahabat aku"


"APA?? Jadi kau kenal dengan Tiara?"


Celin menjauhkan ponselnya karna telinganya merasa sakit mendengar teriakan Meta.


"Iya, emang kenapa?"

__ADS_1


"Eng...Enggak Papa, udah dulu ya Cel aku ada urusan"


Celin menatap ponselnya yang "Ada apa sih? Ko Meta aneh banget?"


Sementera di sebrang sana, Meta masih saja memasang wajah terkejutnya. Dia benar benar tidak menyangka kalau Celin mengenal Tiara. Gagal sudah rencanaya untuk membuat Celin membencu Tiara.


"Arghhh kenapa jadi seperti ini?" teriak Meta kesal


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya baru saja pulang dari kantor, Dia segera berjalan menuju kamarnya. Ditya ingin membicarakan tentang niatnya yang akan membawa istrinya bertemu keluarga nya malam ini.


"Assalamualaikum " Ditya masuk ke dalam kamar dan melihat Tiara baru saja selesai shalat isya.


"Waalaikumsalam. Mas sudah pulang"


Tiara berjalan ke arah suaminya dan mencium tangan suaminya. Ditya mencium kening istrinya yang masih memakai mukena.


"Mas udah shalat?" tanya Tiara


"Sudah Yank, Mas mau mandi dulu ya" kata Ditya yang di jawab anggukan oleh Tiara.


Ditya keluar dari ruang ganti, sudah dengan pakaian yang di siapkan istrinya.


"Mas mau makan sekarang?" tanya Tiara


"Kita tidak usah makan disini Yank, duduk dulu sini" Ditya menepuk sofa di sampingnya


Tiara hanya menurut dan duduk di samping suaminya "Ada apa Mas?"


Ditya menatap wajah istrinya "Yank, malam ini kita ke rumah Opa ya?"


Deg


Bagaiamana ini? Aduhh ko aku jadi takut ya.


"Gak papa ko, semuanya akan baik baik saja. Jangan takut ada aku sayang, jadi gimana kamu mau kan?" kata Ditya mengelus pipi istrinya


Tiara mengangguk "Iya Mas, Tia mau. Kalau gitu Tia siap siap dulu ya"


Ditya mengangguk, Tiara pun segera siap siap untuk bertemu keluarga suaminya itu. Setelah siap mereka pun langsung berangkat menuju rumah Opa Fernan.

__ADS_1


Di perjalanan Ditya melihat jelas kegelisahan dari wajah istrinya. Ditya menggegam erat tangan sang istri, mencoba memberi kekuatan untuk nya.


"Jangan tegang gitu Yank, semuanya akan baik baik saja. Percaya sama aku" kata Ditya


"Iya Mas" jawab Tiara, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya itu.


Sesampainya di rumah Opa Fernan, Tiara sampai terbengong melihat rumah yang lebih mewah dari rumah suaminya. Tiara merasa kalau rumah suaminya sangatlah mewah dan besar. Tapi ternyata rumah Opanya lebih mewah lagi.


Mereka benar benar bukan orang biasa. Ahh pastilah keluarga ini kan yang memiliki perusahaan Fendra.Corp.


"Hey ayo turun" Ditya sudah membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Tiara tersadar dari lamunan nya "Eh iya Mas"


Mereka berjalan bergandengan, saat masuk ke dalam rumah itu mereka sudah di sambut oleh semua anggota keluarga. Tiara hanya bisa menunduk, dan menggenggam erat tangan suaminya.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam"


"Kau sudah datang Tuan Muda" kata Fernan


"Hemmm" Ditya berjalan ke arah mereka dan duduk di sofa. Tiara hanya tersenyum tipis mencoba menghilangkan rasa gugupnya.


"Apa ini wanita yang telah membuat hati seorang Ditya goyah?" tanya Fernan, terdengar sangat tidak mengenakan. Tapi senyum tipis muncul di bibir Fernan.


"Iya Opa, ini istrinya Ditya namanya Tiara" kata Ditya


"Nak kemarilah" kata Faiha lembut


Tiara menatap pada suaminya, Ditya hanya mengangguk dan Tiara pun mendekat ke arah Faiha. Masih dengan wajah yang tertunduk.


Aduhh gimana nih?


"Sini duduk" Faiha menepuk sofa di sampingnya


Tiara pun duduk disana, masih dengan wajah menunduk takut. Faiha mmengusap tangan Tiara dengan penuh kelembutan.


"Kenapa kau mau menikah dengan Ditya?"


Bersmbung

__ADS_1


__ADS_2