
"Tia sayang, aku mohon berilah Mas kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan Mas"
Ditya masih belum menyerah untuk meyakinkan istrinya. Dia menggegam tangan sang istri dan memakaikam kembali cincin pernikahan mereka di jari manis Tiara.
"Jangan pernah melepasnya lagi, sampai kapanpun kita akan selalu bersama" kata Ditya
Tiara hanya diam, menatap cincin yang kembali melingkar indah di jari manisnya. Dengan perlahan Tiara menarik tangan nya yang masih di genggam oleh Ditya.
"Maaf Mas, tapi Tia gak bisa. Mas bukan hanya membohongi Tia tentang hubungan Mas dengan mbak Celin. Tapi juga membohongi Tia tentang setatus Mas. Kenapa Mas harus berbohong? Mas seorang pemimpin perusahaan besar dan Tia tidak pantas mendampingimu"
Ya, itu juga salah satu alasan Tiara kenapa Dia ingin berpisah dengan Ditya. Setelah mengetahui kalau suaminya bukanlah orang biasa seperti nya, Tiara merasa kalau Dia tidak pantas mendampinginya. Setatus mereka terlalu jauh, mereka terlalu berbeda.
"Tia, maafkan Mas karna tidak jujur padamu selama ini. Tapi Mas hanya tidak mau kalau kau merasa tidak nyaman dengan setatus ku. Dan kalau kau tahu setatusku selama ini. Apa kau akan menerimaku sebagai kekasihmu dan menjadi suamimu?" jelas Ditya
Tiara menggeleng "Tentu saja tidak. Aku tidak mungkin menerimamu Mas, kita terlalu berbeda"
"Tia sayang, aku mohon berilah aku kesempatan kedua. Aku janji tidak akan membohongimu lagi. Aku akan selalu jujur padamu" kata Ditya masih belum menyerah
"Lebih baik sekarang Mas pergi, Tia butuh waktu untuk sendiri. Tia mohon mengertilah" kata Tiara berdiri dan masuk ke dalam kamar
Ditya menghela nafas, Dia tahu kalau istrinya memang butuh waktu sendiri untuk memikirkan semuanya. Tiara harus tenang dulu sebelum benar benar mengambil keputusan.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Celin masuk ke dalam kantor Ditya, Dia ingin menemui tunangan nya. Sejak mereka jujur dengan perasaan masing masing. Keduanya memang sering bertemu. Jika ada waktu senggang Celin selalu menemui calon suaminya dan Alvin pun begitu.
"Assalamualaikum" Celin membuka pintu ruangan Alvin dan masuk ke dalam
"Ko gak ada ya?" Celin celingukan mencari sosok kekasihnya.
Celin duduk dikursi kebesaran kekasih nya. Memainkan ponsel sambil mencoba menghubungi Alvin. Tak lama kemudian Alvin datang dengan wajah sumringah melihat kekasihnya sudah duduk menunggunya.
__ADS_1
"Yank ko gak bilang mau kesini?"
Alvin duduk di meja kerjanya dan mengelus kepala Celin "Ada apa?"
Celin menghela nafas kasar "Mas apa Ditya sudah bertemu dengan istrinya? Aku masih penasaran siapa istrinya itu"
Setelah mereka jadian, Celin memang merubah panggilan nya pada Alvin karna memang Alvin juga lebih tua darinya.
"Ohh jadi kau kesini karna ingin menanyakan Ditya" ada nada tidak suka dari ucapan Alvin
Alvin berjalan ke arah sofa dan duduk di sana. Wajahnya memperlihatkan kalau Dia sedang kesal karna merasa cemburu oleh Celin yang malah menanyakan Ditya.
Tak di pungkiri kalau Alvin takut jika Celin akan kembali pada Ditya jika Ditya tidak bertemu dengan istrinya.
Celin berjalan ke arah kekasihnya dan duduk di sampingnya. Celin melihat raut wajah Alvin yang sedang kesal.
"Mas kenapa sih?" tanya Celin, Dia benar benar tidak peka dengan perasaan Alvin saat ini.
Ya ampun, apa Dia sedang cemburu sekarang.
"Bukan begitu Mas, aku kan hanya penasaran saja dengan istrinya Ditya. Kita kan tidak mungkin bahagia di atas penderitaan Ditya. Aku hanya ingin tahu saja sayang, tidak bermaksud apa apa" jelas Celin
Alvin menoleh, wajahnya sudah tidak di tekuk lagi. Penjelasan Celin membuat kesal nya sedikit menghilang.
"Benar hanya mau tahu siapa istri Ditya?" tanya Alvin meyakinkan, Celin hanya mengangguk
"Namanya Tiara, Dia......"
"APA??" teriak Celin sebelum Alvin melanjutkan ucapan nya
"Apa sih Yank, teriak teriak segala" lata Alvin heran
__ADS_1
"Apa kau tidak salah Mas? Namanya Tiara? Dia dulunya tukang ojol dan bekerja di toko pakaian di mall?" tanya Celin
Alvin mengerutkan keningnya "Ko kau bisa tahu semuanya?"
"Apa? Jadi benar apa yang aku katakan?" kata Celin kaget setengah mati, Alvin hanya mengangguk
"Ya ampun, mimpi apa aku ini? Hah. Kenapa bisa seperti ini? Oh Tuhan kenapa bisa serumit ini? Ahhh aku bisa gila kalau terus memikirkan nya" kata Celin berceloteh sendiri
Alvi menatap bingung pada kekasihnya. Merasa heran juga gemas dengan tingkah Celin.
"Terus sekarang dimana Tiara?" tanya Celin setelah bisa mengatur nafas nya yang tidak beraturan karna terlalu terkejut dengan kenyataan yang ada.
"Kau mengenal Tiara Yank?" Alvin malah balik bertanya
"Iya Mas, Dia itu sahabat aku yang selalu dengerin tentang curhatan aku apapun itu. Dan parahnya aku selalu menceritakan permasalahan ku sama Ditya padanya" jelas Celin
Alvin terbelalak kaget, kini Dia tahu kenapa kekasihnya bisa sekaget ini mendengar nama Tiara. Dan Alvin tahu sekarang kenapa Tiara bisa berada di pesta pertunangan waktu itu.
"Mas jawab ihh, Tiara dimana?" Celin menggoyangkan tangan skekasihnya yang malah bengong
"Hah?" Alvin baru tersadar dari lamunannya.
"Diamana Tia sekarang?" tanya Celin lagi
"Dia ada di kontrakan nya, tadi Ditya memberi tahuku" jelas Alvin
"Oke, aku minta alamatnya. Aku harus kesana, ada yang harus aku jelaskan padanya" kata Tiara
Alvin pun memberi alamat kontrakan Tiara. Masih dengan fikiran kalut dan wajah terkejutnya.
Bersambung
__ADS_1