
Celin terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Sungguh suaminya sangat tidak berperasaan sampai melakukan nya berkali kali. Sampai Celin hanya tidur 3 jam.
"Mas bangun, sudah subuh"
Celin membangunkan suaminya sambil mengangkat tangan Alvin yang melingkar di perutnya. Tapi Alvin malah semakin mengeratkan pelukan nya. Seakan Dia tidak mau melepaskan sang istri.
"Ihh bangun dulu, udah subuh" kata Celin mulai kesal
"Hmm. Bentar lagi dong sayang, masih ngantuk" kata Alvin semakin mengeratkan pelukan nya dan menempelkan bibirnya di pipi Celin.
"Salah siapa coba? Kamu fikir aku gak ngantuk apa? Dasar nyebelin" kata Celin kesal
Alvin hanya tersenyum mendengar suara kesal istrinya itu "Abisnya kamu enak Yank"
Apa? Gila ya, di fikir aku makanan apa rasanya enak.
"Udah ahh aku mau mandi, awasin dulu tangannya ih" Celin mencubit tangan Alvin yang masih betah melingkar di perutnya.
Alvin hanya tersenyum dan melepaskan tangan nya. Celin pun segera turun dan menyambar piyama. Dia berjalan tertatih tatih ke kamar mandi.
Alvin tersenyum melihat Celin yang sulit berjalan karna ulahnya.
Jahatnya aku buat istriku sampai susah berjalan.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tak jauh beda dengan Celin, Tiara juga harus merasakan remuk di tubuhnya. Di karnakan harus menyicil hutang pada suaminya.
Gila ya, baru kali ini punya hutang sampe buat susah berjalan.
Tiara keluar dari ruang ganti dan pergi keluar kamar setelah menyiapkan pakaian suaminya. Ditya sedang berada di kamar mandi dengan perasaan lebih baik karna sudah medapat pembayaran hutang dari istrinya.
Ditya turun ke lantai bawah sudah siap dengan pakaian kantornya. Tiara sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Pagi sayang. Cup Cup" Ditya mencium pipi istrinya
"Pagi" jawab Tiara masih dengan wajah kesal
"Loh kenapa istriku ini, ko cemberut gitu?"
Ditya tersenyum lucu melihat tingkah istrinya. Dia menarik kursi dan duduk di sana. Tiara mengambilkan sarapan untuk suaminya. Tiara pun duduk di samping suaminya dan mereka memulai sarapan.
__ADS_1
Lihatlah wajahnya, seperti yang tidak punya dosa setelah menyiksa istrinya. Tiara
Duh menggemaskan sekali istriku kalau sedang kesal seperti ini. Ditya
Mereka sarapan dalam hening, keduanya malah sibuk dengan fikiran masing masing.
Dertt...Drettt
Suara ponsel Tiara mengagetkan keduanya. Tiara segera mengambil ponsel dan melihat siapa yang menelpon nya.
"Eh pengantin baru ko telpon jam segini" gumam Tiara
"Siapa Yank?" tanya Ditya
"Mbak Celin Mas, aku angkat telpon dulu" kata Tiara yang di jawab anggukan oleh suaminya.
"Hallo. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Mbak, ko udah telpon pagi pagi gini udah telpon"
"Loh emangnya kenapa? Kamu lagi sibuk ya? Maaf deh kalo aku ganggu"
Celin tersenyum malu mendengar ucapan Tiara
"Tia sibuk gak hari ini? Aku mau ketemu sama kamu"
Tiara mengerutkan keningnya "Loh kok mau ketemu? Kan harusnya mbak masih masa masa pengantin baru"
"Ya ampun Tia, itu sebabnya aku mau kita ketemu. Bisa pingsan aku kalau terus berada di dekat suamiku"
"Hahahaha. Mas Alvin kuat ya mbak"
"Ishh sudah ah, aku mau ke rumah mu sekarang, lagian suamiku katanya ada urusan bentar sama suamimu"
"Hahaha. Oke mbak, nanti Tia kasih tau sama Mas Ditya"
Tiara mengakhiri telponnya setelah mengucapkan salam. Dia kembali ke meja makan melihat suaminya yang sudah selesai sarapan.
"Lama banget si Yank" kata Ditya kesal
__ADS_1
"Mas nanti mbak Celin mau ke sini" kata Tiara langsung memberi tahukan apa yang di bicarakannya dengan Celin
Ditya mengerutkan keningnya dan menatap bingung pada istrinya "Mau apa?"
"Mau main aja, lagian katanya Mas Alvin mau ketemu sama Mas. Ada kerjaan" jelas Tiara
"Ohh iya aku lupa, ya udah aku berangkat dulu ya. Baik baik di rumah, kalo Linn mau kesini ya gak papa. Nanti biar Alvin juga pulang kesini bareng sama Mas" jelas Ditya, Tiara hanya mengangguk dan mencium tangan suaminya.
Cup Cup Cup
Seperti biasa Ditya mencium seluruh bagian wajah istrinya sebelum brangkat kerja.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Hati hati Mas"
Siang harinya Celin sudah sampai di rumah Tiara. Dia langsung di persilahkan masuk oleh Bi Esih asisten rumah tangga di rumah ini.
Waah rumah Ditya bagus banget, panteslah Tiara betah disini.
Celin menoleh ke arah tangga saat mendengar suara kaki. Dia tersenyum saat melihat Tiara menuruni tangga.
"Sudah lama mbak?" tanya Tiara langsung diduk di sofa depan Celin.
"Gak ko, gila Tia rumah kamu bagus banget" kata Celin menatap sekeliling ruangan itu.
"Rumah suami Tia mbak, bukan rumah Tia" jawab Tiara tersenyum
"Ya tetep aja kalian kan suami istri jadi ini adalah rumah kalian berdua" kata Celin
"Iya mbak, nanti juga mbak akan di ajak ke rumah kalian sama Mas Alvin" kata Tiara
Celin menoleh "Emangnya Al udah punya rumah?"
"Kata Mas Ditya si udah, tapi gak pernah di tempati karna Mas Alvin lebih nyaman tinggal di apartemen" jelas Tiara
"Ohh, aku belum tahu loh Tia" kata Celin
"Nanti juga tau mbak"
Mereka pun melanjutkan acara ngobrol mengobrol para wanita ini. Jika perempuan sudah bertemu pastilah akan tercipta obrolan panjang kali lebar. Selalu ada topik untuk mereka jadikan bahan obrolan.
__ADS_1
Benar gak para readers?? Wkwkwk 😂😂
Bersambung