Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 16}


__ADS_3

Setelah berpamitan pada kedua orang tua Nessa, Angga pun langsung mengajak Nessa ke suatu tempat.


Sesampainya di cafe Apple, Nessa dan Angga langsung masuk ke dalam cafe itu.


Ternyata Dia mengajak ku ke sini. Tapi kenapa Cafe Om Al sepi begini? Apa tidak ada pengunjung lain?


Nessa tercengang saat masuk ke dalam Cafe. Cafe ini seperti di sulap menjadi tempat paling romantis. Dengan lampu kerlap kerlip, lilin yang berjajar berbentuk hati mengelilingi sebuah meja dengan dua kursi.


"Angga"


Nessa menatap Angga, meminta penjelasan atas semua ini. Angga tersenyum, menggandeng tangan Nessa tanpa menghiraukan tatapan mata Nessa yang meminta penjelasan padanya.


"Duduklah"


Angga menarik kursi untuk di duduki Nessa. Tanpa bicara apapun, Nessa langsung duduk. Dia masih mencoba mencerna apa yang Angga rencanakan.


"Angga, sebenarnya ap..."


Nessa tidak melanjutkan ucapan nya saat seorang pelayan datang membawa makanan untuk mereka. Sepertinya Angga memang sudah merencanakan ini semua dengan matang.


"Makanlah dulu Ness, nanti aku jelaskan" kata Angga


Nessa pun segera memakan makanannya. Dia sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari Angga. Tidak di pungkiri kalau Nessa sangat berharap Angga akan menyatakan perasaan padanya.


"Sudah selesai makan nya, ayo jelaskan" kata Nessa penuh semangat


Angga tersenyum, meminum minumannya "Kau sangat bersemangat"


"Ayolah Angga, jelaskan semua ini padaku. Kenapa Cafe Om Al sampai berubah seperti ini" kata Nessa melihat ke sekeliling lalu kembali menatap Angga

__ADS_1


Angga tersenyum tipis, Dia mengambil sesuatu di saku jaketnya. Mengeluarkan sebuah kotak warna merah. Membukanya di depan Nessa.


"Angga"


Nessa tak mampu berkata kata lagi. Dia menutup mulutnya dengan mata berkaca kaca.


Nessa benar benar tidak menyangka dengan ini. Sebuah cincin berlian yang sangat indah derada dalam kotak itu.


Angga berdiri dari kursi, lalu berlutuk di dekan Nessa. Menyodorkan kotak cincin yang sudah terbuka itu di depan Nessa.


"Nessa Andriyani Putri, aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini ada. Tapi aku selalu merasa nyaman berada di dekatmu, aku merasa bahagia saat melihat senyuman mu dan jantungku selalu berdetak kencang saat aku berada di dekatmu" Angga mulai mengutarakan isi hatinya.


Nessa hanya diam dengan mata berkaca kaca. Dia masih tidak menyangka kalau pria yang beberapa bulan ini selalu menemaninya akan menyatakan perasaan nya secepat ini.


"Apa itu bisa di sebut cinta? Aku rasa iya, aku jatuh cinta padamu Nessa. Aku mencintaimu, Nessa yang ceria, selalu tersenyum pada siapa saja. Selalu mengeluh saat Nevan dan ayahmu terlalu posesif. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu Nessa"


"Nessa, maukah kau menjadi pendamping hidupku selamanya? Aku mencintaimu Nessa, aku ingin kita hidup bersama sampai maut memisahkan kita" kata Angga menatap mata Nessa yang sudah berkaca kaca


"Angga, apa yang kau katakan dan kau rasakan. Aku juga merasakan nya, tapi aku tidak bisa mengatakan nya. Aku juga mencintaimu Angga. Aku mau menjadi pendamping hidup mu Angga. Kita akan selalu bersama menghadapi semua ujian hidup kita nanti" kata Nessa


Angga tersenyum bahagia, Dia meraih tangan kiri Nessa dan mengecupnya. Angga mengambil cincin itu lalu menyematkan di jari manis Nessa.


"Dengan ini aku mengikatmu Nessa Andriyani, sampai kita siap untuk menuju ke pernikahan" kata Angga kembali mengecup tangan Nessa.


Nessa mengangguk, air mata bahagia lolos membasahi pipinya. Nessa segera menghapusnya dan tersenyum bahagia.


Angga berdiri, Nessa pun ikut berdiri. Mereka berpelukan, dengan penuh kebahagiaan.


Prok prok prok

__ADS_1


Nessa melepaskan pelukan nya dan melihat ke sekeliling yang telah ramai. Entah dari mana mereka muncul.


"Nevan, Mami, Daddy, Rafa"


Nessa menatap tidak percaya karna keluarganya ada disini. Nessa melihat ke arah lain dan ada tiga orang lagi yang Nessa tidak tahu siapa.


Angga menggandeng tangan Nessa menuju keluarganya. Nessa hanya mengikut, masih terkejut dengan semua ini.


"Nessa, kenalkan ini orang tuaku dan ini adik ku yang pernah aku ceritakan padamu" kata Angga


Hah? Aduhh ini beneran calon mertuaku? Ehh calon mertua, ngarep banget. Tapi emang benar kan. Aaa sudahlah, aku snagat gugup sekarang.


"Ness"


Nessa tersadar saat Angga memanggil namanya. Nessa langsung tersenyum dan mencium tangan kedua orang tua Angga.


"Saya Nessa, Om Tante" kata Nessa tersenyum


"Saya Aisyah, ibunya Angga dan ini Mas Gibran Papanya Angga. Ini Ardi adiknya Angga" kata Aisyah


"Hai, Nessa"


"Ardi" mereka berjabat tangan dan saling tersenyum.


"Ayo Bu, Pa kita temui keluarga Nessa" ajak Angga


Mereka pun berjalan ke arah dimana keluarga Ditya berada. Tiara terengong saat melihat pria yang ada di belakang Angga. Penglihatan nya masih normal, Dia tak mungkin salah lihat.


"Gib..Gibran?"

__ADS_1


"Tia"


Bersambung


__ADS_2