Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 42


__ADS_3

Brakkk


"Kau ini kenapa? Gak bisa apa buka pintunya biasa aja" kata Ditya yang terkejut mendengar pinty di buka dengan keras.


"Udah itu gak penting sekarang, yang terpenting adalah sekarang kau harus ikut aku" Alvin menarik paksa tangan Ditya


"Entar dulu, mau kemana si Al?" kata Ditya melepas kacamata dan menyimpannya di atas meja kerja.


"Udah gak usah banyak tanya, ayo cepetan"


Alvin menarik tangan Ditya keluar dari ruangan nya. Berjalan tergesa gesa. Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan Alvin langsung melajukan mobilnya.


"Kita mau kemana sih Al?" tanya Ditya lagi, sudah berapa kali Ditya menanyakan itu dan lagi lagi Alvin tidak menjawab. Dia hanya fokus pada jalanan di depan nya.


Ditya mengerutkan keningnya saat mobil sudah berhenti di depan rumah kontrakan Tiara. Lebih bingung lagi saat melihat ada mobil lain yang sudah terparkir di sana.


"Ayo turun" ajak Alvin, tapi tangan nya langsung berhenti saat akan membuka pintu mobil.


Mereka terdiam melihat Celin yang berdiri di depan Tiara. Keduanya masih diam mematung, belum ada percakapan di antara mereka.


Sepertinya mereka tidak bertengkar.


Inilah alasan Alvin mengajak Ditya pergi ke kontrakan Tiara. Dia takut kalau Celin dan Tiara akan bertengkar seperti di film.


"Kita diam sendiri dulu disini Dit, kita lihat apa yang akan mereka lakukan" kata Alvin, Ditya hanya mengangguk saja.


Tiara dan Celin masih diam dan saling menatap satu sama lain. Ada kecanggungan di antara keduanya. Tidak seperti dulu saat mereka belum mengetahui semuanya. Celin maju selangkah dan langsung memeluk Tiara. Mereka berpelukan dan menumpahkan rasa sesak di dadanya sejak tadi.


"Maafin Tia mbak, Tia gak tahu kalau suami Tia sudah di jodohkan sama mbak. Hiks hiks" kata Tiara terisak

__ADS_1


Celin menggeleng sambil menghapus air matanya "Kau tidak salah Tia, kita sama sama tidak tahu"


Mereka masih berpelukan dan menangis. Menumpahkan segala sesak di dadanya. Kenyataan pahit yang membuat mereka benar benar shock. Jadi selama ini mereka mengobrolkan orang yang sama? Bahkan mereka mencintai orang yang sama.


"Hiks hiks, maafin Tia mbak" hanya itu yang bisa terucap dari mulutnya saat ini.


"Kau tidak salah Tia" kata Celin


Di dalam mobil dua pria tampan itu melihat jelas bagaimana persahabatan mereka yang terjalin sangat tulus.


"Apa yang sudah ku lakukan Al? Aku bahkan hampir saja merusak persahabatan mereka" sesal Ditya


Alvin menoleh dan melihat jelas penyesalan di wajah sahabat nya. Dia tahu apa yang di rasakan Ditya saat ini.


"Sudahlah Dit, jangan terus terusan menyalahkan dirimu sendiri. Sekarang ayo kita turun dan kau jelaskan semuanya pada mereka" kata Alvin menepuk bahu Ditya


Mereka pun turun dari mobil dan melangkah menuju para wanita yang telah mengisi relung hati mereka saat ini.


"Mbak tenang aja, Tia akan berpisah dengan Mas Ditya ko. Jadi mbak Celin bisa kembali lagi sama Mas Ditya" kata Tiara


Deg


Ditya terdiam di tempatnya, terasa tersambar petir saat mendengar ucapan Tiara. Mereka berdua belum menyadari kedatangan Alvin dan Ditya.


Celin menggeleng "Kau tidak perlu berpisah dengan Ditya, aku sudah ikhlas dan aku juga sudah melupakan nya"


Tiara menggenggam kedua tangan Celin dan menatap mata Celin "Mbak, Tia tahu kalau mbak sangat mencintainya. Sudah cukup mbak berkorban selama ini. Sekarang biarlah Tia yang mengalah, lagian Tia sudah terlanjur kecewa padanya. Dia membohongi Tia dalam segala hal Mbak"


Lagi lagi Ditya hanya diam mematung mendengar ucapan Tiara. Wajar saja jika istrinya merasa kecewa karna Dia juga manusia biasa yang pasti akan marah dan kecewa saat orang yang paling di percayainya ternyata telah membohonginya selama ini.

__ADS_1


Celin menggeleng dan mengusap punggung tangan Tiara "Tia dengerin aku, selama ini aku memang merasa kalau apa yang aku rasakan pada Ditya adalah Cinta"


"Tapi ternyata bukan, aku hanya merasa nyaman saja karna sudah dari kecil kami selalu bersama sama. Rasa sakit itu sudah hilang begitu saja, aku sudah menemukan penggantinya yang aku cintai dan mencintaiku" jelas Celin


"Tapi mbak kan sudah bertunangan dengan Mas Ditya dan Tia gak mau menjadi panghalang hubungan kalian lagi" kata Tiara menatap cincin yang melingkar di jari manis Celin.


Celin tersenyum "Aku memang bertunangan Tia, tapi tidak dengan Ditya"


"Maksudnya?" tanya Tiara bingung


Celin menceritakan kejadian sebenarnya saat hari pertunangan itu. Tiara hanya diam mencoba mencerna apa yang barusan Celin ceritakan.


Jadi mereka tidak jadi tunangan.


"Tapi kenapa bisa mbak?" tanya Tiara lagi


"Karna aku sudah menemukan orang yang benar benar aku cintai dan mencintaiku Tia yaitu Alvin" kata Celin


Alvin tersenyum mendengar ucapan kekasih nya. Sekarang Dia tidak ragu lagi dengan perasaan Celin padanya.


"Jadi sekarang kau kembalilah pada Ditya. Dia sangat mencintaimu, Dia seperti orang gila saat kau pergi Tia. Berilah Dia kesempatan, aku yakin Dia melakukan ini juga ada alasan nya" kata Celin


Apa harus aku kembali padanya? Apa mungkin inilah takdir untuk ku.


"Tapi aku takut mbak" kata Tiara


Celin mengerutkan keningnya "Kenapa takut? Takut apa?"


"Tia takut kalau nanti Mas Ditya akan membohongi Tia lagi. Terus sekarang Tia kan udah tahu kalau Mas Ditya ternyata adalah orang kaya. Tia gak pantas menjadi istrinya Mbak, perbedaan kita terlalu jauh" jelas Tiara

__ADS_1


"Siapa bilang kau tidak pantas untuk ku?"


Bersambung


__ADS_2