
"Ra gawat Ra" teriak Anya yang langsung membuka pintu kamar dengan keras membuat Rara terlonjak kaget.
"Lo kenapa si Nya? Suka banget ngagetin orang" kata Rara kesal
Anya tidak menjawab, Dia berjalan ke arah Rara yang sedang duduk di tempat tidur. Duduk di pinggir tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Mencari apa yang ingin Dia tunjukan pada Rara.
"Ra, Rara" Anya menepuk kaki Rara yang selonjoran, matanya masih fokus pada ponsel.
"Apa?" tanya Rara malas
"Lo lihat ini deh, cepetan" kata Anya masih fokus pada ponselnya
Rara menghela nafas, menggeser duduknya supaya lebih dekat dengan Anya. Melihat apa yang sedang Anya lihat di ponselnya.
"Beneran ini Nya? Tapi kenapa?" tanya Rara kaget
"Gue juga gak tau Ra, yang jelas tadi Gue lihat berita ini di sosial media grup sekolah kita dulu" jelas Anya
"Kenapa sekolah yang termasuk sekolah favorit itu bisa di tutup tanpa ada alasan yang jelas" kata Rara bingung
Anya mengangkat bahunya "Gue juga gak tau Ra. Kasian Elsa sama keluarganya, pasti mereka terpuruk banget"
Rara mengangguk "Iya. Udah Lo istirahat aja Nya. Besok kita harus ke hotel pagi pagi banget ke hotel"
__ADS_1
"Ahh. Gue bener bener gak nyangka kalo besok Lo bakal nikah dan bakal ninggalin Gue deh" kata Rara
Anya naik ke tempat tidur, duduk bersila di hadapan Rara. Jujur keduanya juga merasa sedih saat mereka sudah benar benar dewasa. Setelah mereka menikah, mereka pasti akan hidup masing masing dengan keluarga barunya nanti.
Rara dan Anya di besarkan dari bayi di panti asuhan ini. Selalu bersama sama sejak kecil. Sehingga mereka terlihat seperti anak kembar dulu.
"Lo tenang aja Ra, meskipun Gue udah nikah tapi kita tetep saudara dan akan sering bertemu" kata Anya
Rara mengangguk "Iya Nya, Gue ngerti kok. Kita emang udah dewasa dan udah seharusnya mempunyai keluarga masing masing. Meskipun dulu kita gak pernah berfikir kalau bakalan ada cowo yang mau menikah sama kita"
"Heem. Untuk membayangkan nya aja Gue gak berani Ra. Tapi takdir Allah memang selalu yang terbaik. Hidup kita yang sejak kecil tanpa orang tua selain Bunda. Maka sekarang kita bisa merasakan kasih sayang mertua kita" kata Anya tersenyum
Rara mengangguk, melihat calon mertua mereka yang begitu baik membuat Anya dan Rara bisa merasakan kasih sayang orang tua dari mereka.
Anya tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Dia telah selesai di rias, dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya.
Ada yang berbeda di penampilan Anya kali ini. Dia telah mantap dan siap untuk menutup auratnya setelah menikah. Dia memakai gaun pengantin muslimah lengkap dengan hijabnya.
Di kamar lain, Rara juga tengah bahagia dengan keyakinan nya. Dia sudah benar benar yakin untuk menutup auratnya dari sekarang.
Walaupun tidak terlalu alim, masih bisa menggunakan celana dan kaos lengan panjang. Tapi setidaknya Rara sudah berusaha untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
Acara ijab qabul akan segera di mulai. Anya di gandeng oleh Bunda dan Rara menuju ke tempat ijab qabul. Disana sudah ada keluarga Rafa, keluarga Nevan dan penghulu.
__ADS_1
Rafa sampai tak berkedip melihat penampilan Anya. Bukan karna riasan nya, tapi hijab yang menghiasi kepalanya membuat Anya semakin terlihat cantik.
Tidak hanya Rafa yang terkejut dengan perubahan wanitanya. Nevan juga, pasalnya Anya maupun Rara tidak memberi tahu mereka kalau mulai saat ini Anya dan Rara akan menutup auratnya.
Anya duduk di samping Rafa dengan jantung berdebar sejak tadi. Dia benar benar gugup.
Rafa menjabat tangan penghulu untuk memulai ijab qabul. Rafa mengucapkan ijab qabul dengan lancar dengan satu tarikan nafas.
"Sah"
Saksi dan yang ada disana mengucap syukur setelah Rafa telah sah menjadi suami dari Zivanya Laura.
Bunda sampai meneteskan air mata bahagia meliahat anak yang pertama kali di asuhnya saat mendirikan panti asuhan itu telah menikah.
Rara memelul Bundanya, Dia juga merasa bahagia melihat saudaranya telah menemukan kebahagiaan nya.
Anya memasangkan cincin perniakahan di jari manis Rafa lalu mencium punggung tangan suaminya.
Berganti Rafa yang memasangkan cincin di jari manis Anya lalu mencium keningnya dengan sangat dalam dan lama. Anya sampai memejamkan matanya sesaat merasakan sentuhan bibir Rafa di keningnya.
Pasangan pengantin baru ini langsung meminta doa dan restu pada Celin, Alvin dan Bunda. Juga pada keluarga yang lainnya.
Bersambung
__ADS_1