
"Opa mengajak kita bertemu nanti malam" kata Ditya menatap istrinya yang sedang memasangkan dasi di lehernya.
Tiara menatap mata suaminya, terpancar ketakutan dan kegelisahan di mata indah itu.
"Jangan takut, apapun yang terjadi aku akan selalu ada di sampingmu. Kau akan baik baik saja" kata Ditya
"Baiklah" jawab Tiara pasrah
Jujur saja saat ini Dia sangat takut dan gelisah. Takut kalau Opa Fernan tidak akan merestui hubungan mereka karna keadaan Tiara sekarang.
Pokoknya apapun yang terjadi, aku tidak akan menyerah. Aku akan mempertahankan rumah tanggaku dan akan terus berusaha agar bisa memberikan keturunan untuk keluarga suamiku.
Itulah tekad Tiara sekarang, Dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan terus berjuang mempertahankan rumah tangganya dan juga terus berusaha untuk sembuh dari penyakitnya dan bisa memberikan keturunan untuk suaminya
Setelah sarapan Ditya langsung berangkat ke kantor. Sementara Tiara duduk di bangku taman sambil memeluk si Emon.
Tiara menghela nafas "Emon, semoga Opa Fernan akan menerimaku ya"
"Semoga semuanya baik baik saja. Emon kau tahu? Aku sebenarnya sangat sedih saat mengetahui keadaanku sekarang. Tapi kau tahukan, kalau aku paling tidak bisa menunjukan kesedihanku di depan orang lain. Aku paling tidak mau kalau mereka akan mengasihani ku"
Begitulah Tiara, Dia hanya akan nyaman bercerita pada boneka kesayangan nya. Meskipun Dia tahu kalau sebuah boneka tidak akan memberikan respon atau solusi apapun.
Tapi Tiara sangat senang kalau bercerita pada Emon. Karna hanya boneka inilah yang tidak akan mengasihani keadaan nya sekarang meskipun Tiara menceritakan semuanya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Ditya dan Tiara sudah sampai di perkarangan rumah utama. Mereka turun dari mobil dan berjalan bergandengan masuk ke dalam rumah utama.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Opa Fernan sudah menunggunya di ruang tamu. Di sana hanya ada Opa Fernan, tidak ada ayah dan ibunya Ditya.
Kenapa perasaanku semakin tidak enak ya.
Tiara semakin menggenggam erat tangan suaminya. Ditya juga tahu kalau istrinya sedang takut dan gelisah. Bahkan tangannya saja sampai dingin dan berkeringat.
"Ada Opa memanggil kita kesini?" tanya Ditya ketika sudah berada di samping Opa Fernan yang duduk di sofa
"Duduklah"
Ditya pun mengajak istrinya duduk di depan Opa Fernan. Tiara terus menundukan kepalanya, tidak sanggup menatap pada pria tua di depan nya.
Aku harus bagaimana? Opa tidak akan menyuruh suamiku menikah lagikan.
"Jadi sudah sampai mana persiapan acara resepsi kalian?" tanya Fernan
Heh apa?
"Sudah 90 persen Opa" jawab Ditya tersenyum
"Baiklah, persiapkan diri kalian karna nanti akan banyak sekali tamu yang hadir" kata Opa Fernan
Ditya dan Tiara mengangguk dan tersenyum. "Baik Opa"
"Sekarang ayo kita makan malam dulu" ajak Opa Fernan yang langsung berdiri
"Kau tenanglah, semuanya akan baik baik saja" bisik Ditya, Tiara hanya mengangguk
"Sekarang ayo kita susul Opa ke meja makan" ajak Ditya
Mereka bertiga pun makan malam dengan tenang. Tiara merasa ada kecanggungan di sini. Opa Fernan dan Ditya mempunya sifat yang hampir sama. Mereka benar benar tegas dan terkesan dingin kalau sedang tidak ada yang penting untuk di bicarakan.
__ADS_1
Selesai makan malam, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. Tiara hanya mengikut saja tanpa banyak bicara.
"Bagaimana perusahaan Dit?" tanya Opa Fernan
"Semua baik Opa, Papi juga masih suka mengotrol perusahaan" jelas Ditya
Fernan mengangguk "Bagus, Opa percaya padamu"
Mereka berdua pun larut dalam membicarakan bisnis dan perusahaan.
Tiara hanya tersenyum mendengar suami dan kakeknya berbicara tentang bisnis karna Dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Oh ya Tia, apa kau tidak mau melanjutkan kuliah?" tanya Opa Fernan
Apa?? Barusan Opa menyebut namaku.
Tiara hanya tersenyum "Tidak perlu Opa, Tia hanya ingin menjadi istri yang baik untuk suami Tia"
"Kalau kau mau juga tidak papa sayang. Aku mengizinkanmu" kata Ditya tersenyum
"Sebaiknya kau lanjutkan kuliah Tia, kau daftarkan Dia di kampus yang sama dengan Dea. Bulan depan Dea sudah mulai kuliah" kata Opa Fernan
Ditya mengangguk "Baiklah Opa. Biar Tia ada kegiatan juga"
Tiara hanya mengangguk, jujur saja Dia sangat bahagia karna bisa melanjutkan sekolahnya. Dari dulu Tiara sangat berharap bisa kuliah. Tapi karna kendala biaya, Tiara terpaksa harus mengubur mimpinya itu.
"Oh ya, apa belum ada tanda tanda Tiara hamil ?"
Deg Deg Deg
Bersambung
__ADS_1