Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 94


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, Dea sudah lulus kuliah. Dan hari ini adalah hari yang di tunggy tunggu. Dimana Dea akan resmi menjadi istri dari Alviza Reino. Perjalanan hubungan mereka telah di uji dengan banyak cobaan dan rintangan untuk sampai pada hari ini.


Di kediaman Alvin, Celin sedang memakaikan baju pada putranya Rafa. Rafa akan segera mempunyai adik perempuan dua bulan lagi. Celin kini tengah hamil 7 bulan. Alvin begitu bahagia saat istrinya hamil lagi. Ini adalah kebahagiaan untuk keluarga mereka.


"Sudah siap sayang?" Alvin muncul dari balik pintu kamar


"Sudah Mas, ayo kita berangkat" Celin mengambil tas dan menyelempangkan di bahunya.


Alvin menggandeng tangan Celin dan tangan putranya "Nanti di sana jangan terlalu capek. Diam aja oke"


Celin mengangguk "Iya Sayang"


"Kebiasaan deh kalau udah berdua aku di lupain" ketus Rafa cemberut


"Hahaha. Maaf sayangku" Celin mencubit gemas pipi putranya.


Keluarga yang tengah di selimuti kebahagiaan ini masuk ke dalam mobil. Mereka akan menghadiri pesta pernikahan Dea dan Viza.


"Katanya sehabis menikah, Dea akan di bawa pindah ke luar kota. Suaminya membangun rumah sakit pribadi di kota B" kata Alvin


"Hmmm. Apa Om Seno mengizinkan nya?" tanya Celin menatap suaminya


"Awalnya si enggak, cuma Tante Faiha memberi penjelasan kalau sejatinya anak perempuan itu memang sudah seharusnya ikut kemana suaminya pergi" jelas Alvin


Celin mengangguk "Hmmm. Kapan rencana Dea sama Viza akan pindah?"


"Setelah acara ulang tahun si kembar dan Rafa minggu depan" jelas Alvin


Celin mangut mangut mengerti "Gak terasa ya Rafa sudah 4 tahun sekarang. Tahun depan sudah masuk TK"


Alvin mengangguk dan tersenyum, Dia menoleh sebentar pada anaknya yang sedang duduk di kursi penumpang sambil main game.

__ADS_1


Mereka telah sampai di acara pernikahan Dea dan Viza. Alvin menggandeng istri dan anaknya masuk ke aula hotel. Acara ijab Qobul telah di laksankan pagi tadi. Jadi sekarang tinggal acara resepsi nya saja.


Terlihat Dea dan Viza yang sedang duduk di pelaminan. Keduanya tersenyum bahagia ke setiap tamu yang datang. Alvin mengajak keluarga kecilnya untuk mengucapkan selamat pada pengantin.


"Dea, Viza selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga kalian bahagia selalu" Celin memeluk Dea dan menyalami Viza


"Selamat De, Za" Alvin menyalami Dea dan Viza bergantian


"Terimakasih Kak"


Setelah mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Alvin pun mengajak anak dan istrinya untuk menemui beberapa rekan bisnis nya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Acara melelahkan telah usai, kini sepasang pengantin itu sudah berada di dalam kamar hotel yang memang rencana di pesan untuk pengantin baru.


Dea duduk bersandar di tempat tidur. Menunggu suaminya selesai mandi. Dea memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa gugup di hatinya.


Viza keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit di pinggangnya. Menampilkan dada bidangnya yang membuat Dea langsung memalingkan wajahnya.


Tenang hati tenang, jangan gugup gitu.


Ini pertama kalinya Dea melihat dada polos seorang pria dewasa. Dia malu, sangat malu.


Viza tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Bukannya mengambil pakaian yang sudah di siapkan Dea di atas sofa dan memakainya. Viza malah berjalan mendekati Dea, naik ke tempat tidur dan duduk di samping istrinya.


"Kak pakai dulu bajunya" teriak Dea kaget


"Kenapa?"Viza mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa apanya?" tanya Dea bingung, masih dengan wajah menunduk

__ADS_1


"Kenapa harus memakai baju kalau nanti juga di buka lagi" kata Viza enteng


Hah? Apa??


Dea tidak memjawab, Dia semakin menundukan wajahnya. Viza tahu istrinya sedang malu dan salah tingkah. Dengan perlahan Viza meraih dagu Dea dan mengangkat wajahnya agar menatap ke arahnya.


"Apa kau siap?" tanya Viza menatap pada bibir ranum Dea yang sangat menggoda


Dea hanya mengangguk setuju, tidak mungkin Dia menolak karna memang sudah hak suaminya untuk memintanya.


Malam yang panjang pun di mulai. Menyatukan dua insan yang saling mencintai dan menyayangi dengan menyempurnakan pernikahan mereka.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya terkulai lemas di samping istrinya. Memeluk tubuh Tiara yang sudah tidak memakai apapun. Mencium pipinya beberapa kali.


"Terimakasih Sayang" bisik Ditya


"Hmm"


Tiara sangat lemas dan lelah, Dia memejamkan matanya sebelum suaminya meminta untuk yang ke sekian kalinya jika Tiara tidak cepat cepat terlelap.


"Kau tidur sayang, padahal aku masih ingin melakukan nya. Baiklah, kau tidurlah dengan nyenyak" Ditya menarik selimut dan menutupi tubuh polos istrinya. Mencium kening Tiara sebelum ikut merebahkan tubuhnya.


Dasar suami mesum.


Bersambung


Satu episode lagi udah END ya. Apa mau lanjut ke season 2 atau tidak? Saya terserah kalian para pembaca yang minat untuk lanjut silahkan komen ya.


Saya takut kalau di lanjutkan ke season dua akan tidak menarik lagi ceritanya. Jadi saya minta saran nya. Terimakasih 🤗🤗😊😊

__ADS_1


__ADS_2