
Saat makan siang, Rafa langsung mengajak Anya untuk makan siang bersama. Ada yang berbeda di sini, biasanya Rafa akan banyak bicara. Tapi hari ini Dia terlihat begitu dingin.
Sebenarnya Dia ini kenapa? Kok jadi berubah kaya dulu lagi.
Anya melirik ke arah Rafa yang masih memasang wajah datarnya. Sesampainya di depan restoran, Rafa langsung menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil tanpa membukakan pintu mobil untuk Anya.
Anya segera keluar dan menyusul Rafa yang telah masuk lebih dulu ke dalam restoran. Rafa sudah memesan makanan untuk mereka. Kini Dia tengah duduk di salah satu meja.
Anya duduk di depan Rafa yang sedang memainkan ponselnya. Baru saja mulutnya akan terbuka untuk berbicara. Pelayan datang membawa pesanan Rafa.
"Makan" kata Rafa ketus saat tahu kalau Anya ingin berbicara padanya
Tanpa banyak kata, Anya langsung memakan makanan nya dengan sesekali melirik ke arah Rafa.
"Sayang??" panggil Anya pelan, Dia tidak nyaman jika harus terus di diamkan oleh Rafa.
Rafa menatap Anya, masih dengan tatapan datar "Apa?"
Duhh. Dia ini kenapa si?
"Kamu ini kenapa si? Dari tadi diem aja?" tanya Anya sudah mulai jengah dengan sikap kekasihnya itu.
Rafa tersenyum sinis "Kau tanya aku kenapa? Setelah aku melihatmu di rangkul oleh pria lain dan kau masih berharap kalau aku akan biasa saja"
Hah? Maksudnya apa sih? Atau jangan jangan gara gara tadi pagi ya.
"Apa karna tadi pagi" kata Anya pelan
Rafa semakin menatap sinis pada Anya "Sudah ingat sekarang?"
Apa Dia ini sedang cemburu ya?
__ADS_1
"Kau salah faham, Romi cum...."
"Diam, jangan menyebut nama pria lain di depan ku" bentak Rafa
Anya sampai terlonjak kaget mendengar bentakan Rafa. Dia tidak menyangka kalau Rafa akan seposesif ini padanya.
Padahal Romi memang suka merangkulnya. Tapi di antara keduanya tidak ada perasaan apapun selain rasa sayang sebatas sahabat dan saudara.
"Maaf, tapi aku dan Dia tidak punya perasaan apapun. Kita memang sudah kenal cukup lama jadi aku dan Romi memang sudah sangat akrab" jelas Anya
"Hem. Sangat akrab? Apa maksudmu Hah ? Apa kau menyukainya? Iya?"
Penjelasan Anya sama sekali tidak membuatnya tenang sedikitpun. Rafa malah semakin frustasi dengan rasa cemburu dan rasa takut kalau Anya akan di rebut oleh pria lain.
Anya terdiam, Dia masih tidak menyangka kalau Rafa akan semarah ini saat melihat Romi merangkulnya tadi.
"Maaf. Aku janji tidak akan melakukannya lagi" kata Anya lirih
Gila... Dia benar benar menakutkan kalau sedang cemburu seperti ini.
"Mulai saat ini kau harus menjaga jarak dari pria manapun. Termasuk pria yang tadi. Mengerti!" kata Rafa tegas
Anya mengangguk "Iya"
"Kau tahukan bagaimana aku sangat sulit untuk bisa membuka hatiku kembali setelah masa lalu menyakitkan itu. Dan hanya kau yang bisa membuatku melupakan sepenuhnya masa laluku dan membuatku kembali merasakan cinta" Rafa menghela nafas dalam dalam
"Dan aku tidak mau kalau kau sampai di rebut oleh pria lain. Aku sangat mencintaimu sayang" kata Rafa
Anya tertegun dengan semua penuturan Rafa. Sebegitu cintanya Dia padanya sampai Rafa sangat takut kehilangannya.
"Maaf. Aku bener bener minta maaf Sayang. Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Aku akan memperingati Romi agar tidak berprilaku seperti itu lagi terhadapku" kata Anya tersenyum penuh haru
__ADS_1
Rafa meraih tangan Anya dan menggenggamnya. Menciumnya penuh dengan kelembutan.
"Jangan pernah membuatku cemburu lagi" kata Rafa menatap wajah Anya
"Iya Sayang" kata Anya
Terimakasih telah mencintaiku sepenuh hatimu. Tapi apa kau akan tetap mencintai ku setelah tahu kebenaran tentang keadaanku.
Masih ada ragu di hati Anya untuk saat ini. Meskipun Rafa sudah menunjukan bagaimana kasih sayang dan cintanya pada Anya.
Tapi Anya masih memberi jarak di antara mereka sampai Dia benar benar yakin kalau Rafa tidak akan mencampakannya seperti mantan kekasihnya dulu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Rara membereskan kotak bekal dan memasukan nya ke dalam paper bag. Mereka berdua baru saja selesai makan siang.
"Ra" panggil Nevan
Rara menoleh "Iya?"
"Siapa pria tadi?" tanya Nevan dingin
Duhh kenapa aku malah menanyakan itu. Ada apa dengan perasaanku? Kenapa rasa ini baru kali ini aku rasakan. Ada apa ini?
Rara mengerutkan keningnya, mencoba mencerna apa yang di maksud oleh Nevan. Sampai Dia ingat kejadian tadi pagi, membuat Rara tersenyum.
Apa Dia sedang cemburu??
"Tadi temanku kuliah dan kebetulan kami juga bekerja di satu devisi" jelas Rara tanpa menghilangkan senyum bahagianya. Merasa sangat dicintai dengan Nevan yang merasa cemburu.
"Ohh" kata Nevan datar
__ADS_1
*Hah? Cuma Ohh doang.
Bersambung*