Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 28}


__ADS_3

Vera masih diam mematung saat melihat laki laki yang selama ini cukup membuat pusing, selalu membayangi fikirannya.


"Vei kenalin ini Ardi teman Kakak" kata Rafa


Vera mengerjap, tersadar dari lamunannya. Melihat ke arah Ardi yang masih terlihat dingin dan berwajah datar.


Ardi mengulurkan tangannya ke arah Vera "Ardi"


Vera terkesiap, Dia mengira kalau Ardi akan bilang kalau mereka memang sudah saling mengenal. Tapi dugaan nya salah, Ardi malah bersikap seolah Dia tidak mengenal Vera.


"Ahh iya, Vera Kak" Vera menjabat tangan Ardi sambil tersenyum di paksakan.


Kenapa? Kenapa hatiku sakit, kenapa dadaku sesak.


Ardi menjabat tangan Vera cukup lama. Dia merasakan getaran yang aneh di dadanya.


"Ekhem"


Suara deheman Hitta membuat Vera tersadar dan langsung melepas jabatan tangannya dengan Ardi.


"Hai, aku Hitta" kata Hitta mengurlurkan tangannya pada Ardi.


Meski malas, tapi Ardi tetap menjabat uluran tangan Hitta "Ardi"


"Vei kita cari makanan yuk" ajak Hitta sambil menggandeng tangan Vera


Vera menoleh ke arah Hitta lalu menoleh pada Ardi yang masih memasang wajah datar dan dingin.


"Vei sama Hitta pergi dulu ya Kak" pamit Vera


"Ya udah hati hati" kata Rafa


Ardi menatap Vera yang telah pergi bersama Hitta. Gemuruh di dadanya benar benar sudah memuncak.


Melihat Vera dan Hitta yanh saling bergandengan tangan membuat Ardi begitu kesal.

__ADS_1


"Tadi itu siapa Kak?" tanya Ardi beralih pada Rafa


"Vera adik ku Ar, kalo Hitta adik sepupu Nevan" jelas Rafa


Adiknya Kak Rafa? Itu artinya selama ini aku berteman dengan kakaknya.


Ardi mengangguk "Apa mereka pacaran?" tanyanya penasaran


"Enggak. Mereka cuma sahabatan aja"jawab Nevan


Sahabatan? Tapi pegangan tangan kaya gitu.


"Kalau gitu aku permisi ke sana dulu ya Kak" kata Ardi yang di jawab anggukan oleh Nevan dan Rafa.


Ardi melihat kesana kemari, mencari sosok yang sedang di carinya. Saat melihat seseorang yang di carinya sedang duduk berdua dengan pria sambil tertawa tawa. Ardi langsung berjalan ke arahnya dengan perasaan memburu.


"Ikut aku" tanpa banyak kata Ardi langsung menarik tangan Vera membuat Vera terkejut.


"Apaan Kak? Kenapa Kakak menarik tangan Vera" kata Hitta tidak suka


Ardi menatap tajam pada Hitta "Kau diamlah, ini urusanku sama Dia"


Ardi membuka pintu mobil "Masuk"


"Tapi Kak..."


"Masuk" kata Ardi tegas


Vera tidak lagi membantah, Dia segera masuk ke dalam mobil Ardi walaupun perasaannya sangat takut dan was was apalagi saat melihat wajah dingin Ardi.


Hitta yang mengejar Vera dan Ardi langsung mendesah kesal saat Vera dan Ardi sudah tidak terlihat.


"Sial, kemana mereka pergi?"


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


Ardi menghentikan mobilnya di parkiran taman kota. Dia menatap Vera yang dari tadi hanya diam sambil meremas gaun yang di pakainya.


Ardi membuka sabuk pengaman dan memiringkan tubuhnya menghadap pada Vera.


"Apa kau sebegitu takutnya padaku? Sampai tidak mau melihatku?" kata Ardi datar


Vera refleks langsug menoleh ke arah Ardi. Tatapan mata mereka bertemu, untuk beberapa saat mereka saling menatap.


"Apa kau dan pria sialan itu saling mencintai?" tanya Ardi masih menatap mata Vera


Vera menggeleng "Aku hanya menganggapnya sahabat Kak"


Ardi membuang muka, kesal "Kalau hanya menganggap sahabat kenapa harus berpegangan tangan"


Heh, apa maksudnya? Dia ini sebenarnya kenapa si.


"Memangnya kenapa kalau aku sama Hitta berpegangan tangan?" tanya Vera polos


Ardi menoleh, menatap tajam pada Vera "Kau tanya kenapa? Aku tidak suka saat wanitaku di sentuh oleh orang lain" teriak Ardi


Hah? Apa? Wanitaku.


"Tapi kenapa? Apa urusannya sama Kakak?" kata Vera memberanikan diri untuk mengatakan itu.


"Diam" bentak Ardi penuh emosi


Ardi meraih tengkuk leher Vera dan menariknya. Tanpa aba aba Ardi langsung mencium bibir Vera. Melu^matnya dengan kasar.


Vera yang terkejut hanya bisa membelalakan matanya. Dia tidak menyangka kalau Ardi akan melakukan ini. Tanpa sadar air mata telah mengalir membasahi pipinya.


"Hmmmpt" Vera memukul mukul dada bidang Ardi.


Ardi melepaskan ciumannya, menatap wajah Vera yang menangis. Dengan perlahan Ardi menghapus air mata Vera.


"Jahat!! Kakak jahat, kenapa Kakak lakukan itu pada aku?" teriak Vera menangir terisak

__ADS_1


"Karna aku mencintaimu, aku cemburu saat kau bersama pria lain. PUAS" teriak Ardi membiat Vera diam mematung


Bersambung


__ADS_2