
Beberapa tahun kemudian......
Rafa dan Nevan sudah selesai kuliah beberapa tahun lalu. Kini mereka sudah 28 tahun, sudah cukup dan pantas untuk memimpin perusahaan.
Nevan sudah siap berangkat ke perusahaan Fendra.Corp. Rafa yang memang menggantikan ayahnya kini menjadi asisten pribadi Nevan.
Di dalam perusahaan Fendra.Corp semua karyawan di sibukan untuk menyambut CEO dan asisten barunya. Ditya dan Alvin sudah berada di perusahaan bersama para istri mereka.
Opa Fernan yang sudah tidak bisa berjalan karna terkena struk ringan. Membuatnya duduk di kursi roda, tapi Dia tetap ingin menyaksikan cucunya menjadi pimpinan di perusahaan nya.
Para karyawan sudah berbaris untuk menyambut kedatangan pimpinan baru mereka. Sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu masuk. Semua karyawan langsung menatap ke arah mobil itu.
Pintu mobil terbuka, turunlah dua lelaki tampan dengan kacamata hitam yang di pakainya. Tubuh yang tinggi tegap, terlihat begitu mempesona.
Tap tap tap
Suara sepatu yang bersentuhan dengan lantai. Semua karyawan menunduk hormat pada kedua pria yang akan menjadi pimpinan mereka.
Ditya dan yang lainnya terenyum bahagia melihat putranya sudah dewasa. Meskipun masih menjadi tanda tanya untuk Tiara dan Celin kenapa anak anaknya menjadi sangat dingin dan jauh berbeda dari sifat yang dulu.
Kepekaan seorang Ibu memang sangat kuat. Namun Tiara ataupun Celin tidak mau bertanya jika anak anaknya pun tidak mau bercerita. Mereka tidak mau memaksa.
"Kau pasti bisa memimpin perusahaan ini Son" Ditya memeluk putranya dan menepuk dua kali punggung Nevan.
"Kau pasti bisa mendampingi Nevan seperti Papa yang mendampingi Om Ditya Raf" Alvin menepuk bahu Rafa
Keduanya hanya tersenyum dan mengangguk. Alvin dan Ditya pun sudah terbiasa melihat anak anaknya yang dingin dan datar semenjak pulang dari luar negri.
Menurut mereka ini adalah hal yang wajar untuk seorang pria. Tapi tidak untuk para istri mereka.
__ADS_1
"Saya Nevan Mahendra Putra, mohon kerja samanya untuk memajukan perusahaan ini" kata Nevan memberi sambutan singkat
"Saya Rafasya Marquez Syahreza, asisten Pak Nevan. Mohon kerja samanya" kata Rafa datar
Semua karyawan mengangguk hormat. Rafa dan Nevan pun mengangguk.
Brakk
"Maaf Pak kita terlambat"
Nevan dan yang lainnya melihat ke arah pintu masuk yang terbuka oleh dua gadis tomboy. Mereka terlihat mengatur nafasnya, mungkin mereka sudah berlari untuk segera sampai di sini.
Nevan dan Rafa menatap tajam pada kedua gadis itu. Dari penampilan nya saja sudah sangat berbeda dari karyawan yang lain.
Dua gadis ini hanya memakai celana jins panjang, kemeja yang di balut blezer dan rambut yang di ikat ekor kuda. Tidak ada polesan make up sama sekali.
Dua gadis itupun berjalan dengan menundukan kepalanya.
"Kalian karyawan di bagian apa?" tanya Rafa dingin
"Devisi keuangan yang di kepalai oleh Bu Sulis" jawab gadis yang memakai blezer marun
"Kenapa kalian bisa terlambat? Inikan hari penting di perusahaan ini?" kata Rafa
"Karna kami harus mengurus adik adik kami dulu Pak. Bunda sedang sakit, jadi kami yang bantuin Bunda" jelas gadis yang memakai blezer hitam
Nevan terlihat mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dua karyawan nya ini.
"Sudahlah, karna kalian hanya karyawan biasa maka kalian tidak terlalu penting untuk menyambut ku. Tapi ingat, jangan pernah ulangi lagi. Mengerti!!" kata Nevan tegas
__ADS_1
Dua gadis itu mengangguk "Baik Pak"
Nevan memperhatikan dua gadis ini dari atas sampai bawah "Dan kenapa kalian memakai pakaian seperti ini? Tidak lihatkah karyawan yang lainnya"
Dua gadis itu langsung memperhatikan. penampilannya
"Maaf Pak, tapi saya tidak nyaman kalau harus memakai rok kurang bahan seperti itu. Lebih baik saya pakai celana panjang seperti ini saja"
Para karyawati langsung mendelik kesal mendengar ucapan kedua gadis tadi. Di saat semuanya berlomba memamerkan paha mereka dengan riasan make up yang tebal.
Kedua gadis ini malah tidak memakai make up sama sekali. Mereka terlihat tampil apa adanya.
Meskipun tidak memakai hijab, tapi keduanya selalu memakai pakaian yang tertutup. Tidak memakai rok mini dan sejenisnya.
"Baiklah terserah kalian saja, tapi ingat jangan pernah ulangi lagi" kata Nevan tegas
"Baik Pak"
Nevan dan Rafa langsung berlalau ke dalam lif khusus. Mereka menuju ke ruangan mereka yang ada di lantai paling atas.
"Selamet kita Nya"
"Iya Ra, untung aja tu bos baru gak pecat kita"
Anya dan Rara berajalan ke tempat kerjanya. Mereka baru saja kerja satu bulan yang lalu di perusahaan ini. Meskipun hanya karyawan biasa tapi mereka menikmati pekerjaan nya.
Bersambung
Semoga suka ya 🤗🤗
__ADS_1