
Celin berjalan masuk ke cafe Apple, tempat favorit nya jika sedang merasa sedih. Dan tempat yang selalu nyaman untuk bercerita dengan sahabatnya Tiara. Tapi sayang sudah seminggu ini Tiara tidak bisa di hubungi.
"Sudah lama menunggu" Celin menarik kursi dan duduk disana
Alvin menggeleng "Aku juga baru datang"
Setelah hari pertunangan itu, baru kali ini Celin dan Alvin bertemu dan berbicara berdua.
"Kau mau pesan apa?" tanya Alvin
"Apa saja" kata Celin tersenyum
Alvin hanya mengangguk dan memanggil pelayan. Alvin memesan makanan dan juga minuman untuk mereka. Keduanya masih diam, ada kecanggungan di antara mereka.
"Ekhem.
Celin, aku mau berbicara serius sama kamu" kata Alvin memecah keheningan diantara mereka.
"Apa?" tanya Celin penasaran
"Jika kau merasa terpaksa dengan pertunangan kita. Maka kita bisa mengakhirinya sekarang juga. Aku tidak mau kau merasa tertekan karna pertunangan ini" jelas Alvin
__ADS_1
Celin terkejut mendengar ucapan Alvin, tapi Dia mencoba mengerti. Tidak ada rasa menyesal di diri Celin saat harus bertunangan dengan Alvin yang menggantikan Ditya. Justru Celin mmerasa bersyukur karna tidak jadi bertunangan dengan Ditya, setelah tahu kalau Ditya sudah menikah.
"Al, aku tahu ini terlalu cepat dan sangat mendadak untuk kita. Tapi jujur saja saat aku mengenalmu lebih dekat lagi. Tepatnya saat pertama kali aku mengetahui kalau ternyata Ditya tidak mencintaku"
"Di saat itulah kau datang, menemaniku, menghiburku. Aku bahagia Al karna bisa mengenalmu lebih dekat lagi. Entahlah yang jelas aku tidak merasa menyesal karna telah mengenalmu lebih dekat lagi. Telah menjadi tunangan mu"
Celin tersenyum "Tapi jika kau merasa tidak nyaman dengan pertunangan ini. Maka aku ikhlas jika kau mau memutuskan nya sekarang "
Alvin tertegun dengan pengakuan Celin. Sungguh Dia tidak menyangka kalau ternyata Celin mempunyai perasaan yang sama dengan nya.
Alvin meraih tangan Celin dan menggenggamnya "Aku mencintaimu Celin"
Celin diam, tidak menyangka kalau kalimat itu yang akan keluar dari mulut Alvin. Selama ini Dia menyangka kalau Alvin hanya menganggapnya sahabat saja. Tapi apa yang Alvin ucapkan barusan membuatnya tahu kalau Alvin juga mempunyai perasaan yang sama dengan nya.
Alvin menarik nafas "Maukah kau menjadi pendamping hidupku selamanya. Menua bersama dan membesarkan anak anak kita nanti"
Celin meneteskan air mata haru dan tersenyum "Aku mau Al, aku juga mencintaimu"
Alvin tersenyum dan mencium tangan Celin. Pengungkapan cinta antara keduanya membuat perasaan mereka lebih lega saat ini.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
__ADS_1
Sudah seminggu ini Ditya terus mencari dimana keberadaan istrinya. Fikiran nya yang sedang kalut membuat Dia tidak bisa berfikir jernih. Sampai sampai Ditya tidak mendatangi kembali rumah kontrakan Tiara karna menyangka Tiara benar benar pergi jauh entah kemana.
Ditya keluar dari kamarnya sudah siap dengan setelan kantor. Sudah seminggu ini Dia menyerahkan urusan pekerjaan pada Alvin. Tapi hari ini ada miting penting yang harus Dia langsung yang menghadirinya.
"Maaf Tuan, tadi ada kurir memberikan ini" Bi Esih datang dan menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat.
Ditya menerimanya dan menatap pada amplop itu dengan kening berkerut. Bi Esih pergi ke belakang, Ditya berjalan ke arah sofa ruang tamu dan duduk disana. Kembali di pandangi amplop itu.
Kenapa perasaanku tidak enak.
Dengan perlahan Ditya membuka amplop itu dan ternyata di dalam nya sebuah suat nerwarna putih. Ditya mengambilnya dan membaca surat itu.
Matanya terbelalak, tangan nya meremas surat itu dengan penuh emosi. Air mata lolos begitu saja.
"Enggak, ini gak mungkin. Gak mungkin Tia mengugatku. Ini gak mungkin" teriak Ditya frustasi
Ditya kembali menatap surat gugatan cerai dari istrinya. Ditya merasa hidupnya sudah hancur. Dia tidak mungkin sanggup hidup tanpa istrinya.
Sampai kapanpun kau tidak akan aku ceraikan Tia.
Dengan langkah cepat Ditya keluar dari rumahnya. Dia yakin kalau Tiara masih ada di kota ini makanya Dia bisa mengirimkan surat gugatan cerai padanya. Dan Ditya tidak akan membiarkan itu terjadi, tidak akan pernah membiarkan istrinya meninggalkan nya lebih lama lagi.
__ADS_1
Bersambung