Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 70


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, kandungan Tiara dan Celin sudah memasuki bulan ke 5.


Ditya menatap pada layar monitor dengan tangan terus menggenggam tangan istrinya.


"Bagaimana kondisi bayi saya Dok?" tanya Tiara


Kini mereka sudah duduk di kursi depan meja kerja Dokter Viza.


"Semuanya sehat, dan Nona sepertinya anda dan Tuan akan memiliki lebih dari satu bayi" jelas Viza


"Maksudnya?" tanya Ditya


"Selamat Tuan, Nona. Kalian akan memiliki baby kembar" kata Dokter Viza


"Hah?" Tiara menutup mulut dengan kedua tangan nya. Matanya sudah berkaca kaca.


"An..anak saya kembar Dok?" tanya Ditya seolah tak percaya.


Viza mengangguk dan tersenyum "Iya Tuan, anak kalian kembar"


"Alhamdulillah "


"Di jaga ya kandungan nya" kata Dokter Viza lagi.


"Baik Dok" jawab Ditya mengangguk


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya terus mencium perut buncit istrinya. Dia duduk bersimpuh di lantai, sementara Tiara duduk di pinggir tempat tidur.


"Pantesan ya Mas, ko Tia hamil nya besar banget" kata Tiara baru menyadari kalau kehamilan nya dan Celin lebih besar perut Tiara. Padahal usia kandungan mereka sama.


"Iya sayang, Mas bahagia sekali. Terimakasih sudah memberi kebahagiaan ini Tia" Ditya mencium kening Tiara


"Tia juga bahagia Mas"


"Hmmm. Apa sekarang Mas sudah boleh melakukan itu sayang ?" tanya Ditya menatap pada bagian bawah istrinya


Tiara tersenyum, jujur saja Dia juga sangat merindukan sentuhan suaminya itu. Merasa tidak ada penolakan Ditya pun langsung mencium bibir istrinya.

__ADS_1


"Karna kau sudah memberikan aku dua baby sekaligus. Maka hutangnya aku anggap lunas" kata Ditya tersenyum licik


Benarkah? Apa aku harus bahagia? Tapi melihat senyuman mu. Aku tidak yakin.


Ditya langsung mencium kembali bibir istrinya sebelum Tiara protes. Luma^tan halus dan lembut berubah menjadi ciuman bergairah.


Menyatukan cinta keduanya dengan perasaan bahagia dan penuh rasa syukur atas apa yang Tuhan berikan pada keluarga mereka.


Aku mencintaimu istriku.


Aku mencintaimu suamiku.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Alvin ambruk di samping istrinya setelah selesai melakukan kegiatan panas. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Memeluk istrinya dan mengecup kening Celin beberapa kali.


"Terimakasih sayang" bisik Alvin


"Hmm" Celin sudah memejamkan matanya karna kelelahan setelah melayani suaminya.


Alvin tersenyum melihat istrinya terlelap karna kelelahan akibat ulahnya.


Aku juga mencintaimu.


Keduanya terlelap sambil berpelukan. Ikatan cinta keduanya sangatlah kuat, takdir Tuhan telah menyatukan mereka.


Pagi harinya Celin sedang berkutat di dapur untuk membuatkan sarapan. Sekarang keadaan nya sudah membaik. Tidak lagi Celin merasa mual dan muntah di pagi hari.


Alvin tersenyum melihat istrinya sedang menata makanan diatas meja makan.


"Morning sayang. Cup " Alvin mencium pipi istrinya


"Pagi sayang" jawab Celin tersenyum


"Ayo sarapan dulu" kata Celin


Alvin mengangguk dan segera duduk di kursi meja makan. Mereka memulai sarapan dengan tenang. Setelah sarapan Celin mengantar suaminya sampai ke depan rumah.


"Baim baik di rumah ya. Mas ke kantor dulu. Assalamualaikum" Alvin mencium kening istrinya

__ADS_1


"Waalaikumsalam" Celin mencium tangan suaminya


Celin kembali ke dalam rumah dan mendengar suara dering ponsel. Celin mengambil ponselnya di atas meja makan.


"Hallo Assalamualaikum Tia"


"Waalaikumsalam. Mbak bagaimana kabarnya? Tia kangen"


Celin tersenyum "Aku baik Tia, bagaimana denganmu?"


"Tia juga baik Mbak, kita ketemuan yuk"


"Hmmm. Aku belum izin sama Mas Al Tia"


"Aku ke rumah Mbak aja ya, gimana? Aku udah izin sama Mas Ditya ko"


Celin tersenyum senang "Oke, aku tunggu ya. Kangen tau, udah lama kita gak ketemu"


"Iya Mbak"


Memang sudah lama mereka tidak bertemu. Karna para suami mereka yang sangat posesif. Tadi pagi saja Tiara sampai merengek agar Ditya mengizinkan nya bertemu Celin.


Tiara sudah sampai di rumah Celin. Mereka duduk di sofa ruang keluarga. Mengobrol kesana kemari, Celin terlihat antusias saat mengetahui kalau calon baby Tiara adalah kembar.


"Selamat ya Tia, aku ikut bahagia" kata Celin


"Iya mbak, Tia juga gak nyangka loh kalo Tia akan hamil bayi kembar" kata Tiara dengan senyuman bahagia. Celin ikut tersenyum


"Oh ya, suamimu kapan akan menjemput?" tanya Celin


"Nanti pas pulang dari kantor akan langsung menjemput kesini" jelas Tiara


Celin mangut mangut mengerti "Oke, sekarang kita makan yuk. Nafsu makan ku sudah kembali bagus Tia"


"Ayo mbak, Tia juga udah laper lagi padahal tadi baru aja makan. Haha"


"Gak papa Tia, namanya juga orang hamil. Butuh nutrisi lebih untuk calon baby kita. Apalagi baby kamu ada dua" kata Celin tersenyum


Mereka pun makan bersama dengan porsi yang cukup besar. Terlihat dari tubuh keduanya yang lebih berisi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2