Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 43}


__ADS_3

Nevan dan Rafa telah sampai di rumah Ditya. Tiara terlihat panik dan khawatir saat melihat Nevan dan Rafa yang penuh dengan lebam akibat pukulan preman tadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tiara sembari mengobati luka Nevan dan Rafa


"Tadi kita di cegat preman saat kami memotong jalan karna di jalan raya sedang ada kecelakaan dan macet parah" jelas Nevan


"Lain kali kalian harus berhati hati. Rafa kamu menginap saja disini, nanti Mami yang hubungi Mama kamu" kata Tiara lembut


"Iya Mi" jawab Rafa


Saking sudah seperti saudara, Rafa dan Nevan memanggil Tiara dan Celin dengan panggilan Mama dan Mami.


"Ya udah sekarang kalian pergi ke kamar" kata Tiara


Rafa dan Nevan mengangguk lalu berjalan ke arah kamar mereka. Memang setiap Rafa menginap di rumah Nevan maka Dia akan tidur bersama Nevan di kamarnya.


Nevan sudah memasuki alam mimpinya. Sementara Rafa masih terjaga, Dia menatap langit langit kamar.


Bayangan gadis yang tadi menolongnya kembali hadir di fikirannya. Gadis yang dengan lincah melawan preman tadi.


Gadis yang unik.


Rafa tersenyum tipis, senyuman yang hampir tidak pernah terlihat selain di depan keluarganya.


Kenapa aku malah memikirkan Dia. Tapi Dia benar benar gadis yang unik.


Rafa menggelengkan kepalanya saat terus memikirkan gadis itu. Dia tersenyum sendiri, memiringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.


Semoga kita bisa bertemu lagi Anya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


Rafa dan Nevan telah sampai di kantor. Rafa meminta izin pada Nevan untuk ke lantai bawah sebentar. Rafa ingin menemui Anya untuk mengucapkan terimakasih padanya.


Semua karyawan di bagian Devisi keuangan menatap heran pada Rafa yang datang ke sana.


"Pak Rafa"


Bu Sulis kepala Devisi keungan langsung berdiri dari duduknya dan menganggukkan kepalanya. Dia sangat terkejut saat melihat Rafa datang ke sana karna biasanya juga Dia yang membawa laporan ke ruangan nya.


Rafa hanya megangguk dengan wajah datarnya "Saya mau cari karyawan bagian sini yang bernama Anya"


"Hah??" Semua karyawan sampai terbelalak kaget mendengar ucapan Rafa.


Setau mereka Anya adalah karyawan baru dan Dia juga tidak membuat kesalahan apapun. Lalu kenapa Rafa sampai mencarinya.


"I..itu meja kerja Anya Pak" kata Bu Sulis menunjuk ke salah satu meja yang ada di paling pojok


Rafa berjalan ke arah meja Anya. Karna meja Anya dan Rara berada di pojok membuat mereka tidak tahu kedatangan Rafa. Keduanya masih sibuk mengerjakan pekerjaan nya.


Anya mendongakan kepalanya, terperanjat kaget saat melihat orang yang berdiri di depan nya. Anya refleks langsung berdiri dan mengangguk hormat.


"Pak Rafa, ada apa Bapak menemui saya?" tanya Anya sedikit gelasah dan gugup, takut kalau Dia melakukan kesalahan.


"Tidak usah takut, aku kesini hanya ingin mengajakmu makan siang nanti sebagai ucapan terimakasih ku padamu" jelas Rafa


Rara yang berada di dekat meja kerja Anya langsung terbelalak kaget. Bukan hanya Rara, Anya juga begitu kaget dengan ucapan Rafa.


Apa Anya mengenal Pak Rafa? Kok sampai Pak Rafa ngajakin makan siang.


"Maaf Pak, apa Bapak tidak salah?" tanya Anya


"Tentu saja tidak, saya ingin mentraktir mu makan siang nanti"jelas Rafa

__ADS_1


"Ta..tapi Pak..."


"Saya tidak menerima penolakan" kata Rafa tegas


Anya hanya menelan salivnya.


Rafa berlalu pergi meninggalkan meja kerja Anya.


"Nya, sejak kapan lo kenal sama Pak Rafa" tanya Rara yang sudah penasaran dari tadi


"Gue belum cerita sama lo ya Ra" Anya menoleh ke arah Rara


"Cerita? Cerita apa? Lo belum cerita apapun sama gue" kata Rara


Akhirnya Anya menceritakan kejadian semalam pada Rara. Saat Dia akan membeli obat untuk Bundanya dan tidak sengaja melihat dua orang yang sedang di serang oleh preman jalanan.


"Oh jadi gitu, pantesan semalem lo lama banget beli obatnya " kata Rara


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Nevan membuka laci meja kerjanya. Mengambil kotak kecil berwarna biru, membukanya.


Matanya menatap kosong pada sepasang cincin yang Dia desain khusus untuk wanita yang di cintainya. Tapi sayang, semuanya telah berakhir sebelum Dia memulai.


Kenapa sampai saat ini aku belum bisa melupakannya. Aku terlalu dalam mencintainya dan aku menyesal karna telah mencintainya.


Nevan sampai saat ini masih di bayang bayangi kenangan nya bersama Aulia. Sampai saat ini Nevan belum bisa membuka hatinya kembali untuk orang lain. Hatinya sudah terlanjur membeku dan akan sulit untuk di cairkan.


Terlalu dalam mencintai membuatnya sangat sulit untuk melupakan semuanya. Nevan terlanjur menutup hatinya dan sekarang belum ada yang mampu membuka hatinya dan mencairkan hatinya yang telah membeku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2