
Tiara masih berguling di atas kasur setelah shalat subuh Dia kembali berbaring di tempat tidur bersama suami karna hari ini adalah hari weekend. Jadi Ditya ada di rumah dan tidak pergi ke kantor.
"Sayang ayo bangun, siap siap ihh" Ditya mencium pipi Tiara yang masih betah berguling di bawah selimut padahal Dia tidak tidur.
"Hmmm. Mau kemana emangnya Mas?" gumam Tiara dari balik selimut
"Kita jalan jalan Sayang, kan aku belum pernah mengajak kamu jalan" kata Ditya membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya
"Benarkah?" Tiara langsung bangun dengan wajah berbinar
"Iya Sayang, makanya ayo cepetan bangun" kata Ditya
"Oke" Tiara langsung turun dan berlari ke kamar mandi
"Hati hati sayang, kau bisa jatuh" teriak Ditya sambil menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri yang sangat menggemaskan.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tiara dan Ditya berjalan bergandengan tangan mengelilingi mall. Senyum terus mengembang dari keduanya. Ditya memakai topinya agar tidak terlalu di kenali jika ada rekan bisnisnya yang melihat dirinya.
Tiara tidak mempermasalahkan itu karna menurutnya sudah biasa kalau pria memakai topi.
"Mas laper" kata Tiara bergelayut manja di tangan suaminya
Ditya tersenyum melihat sifat manja istrinya dan itu sangat menggemaskan.
"Ya udah kita makan dulu " kata Ditya
Tiara dan Ditya pun makan siang di restoran yang ada di dalam mall itu. Mereka makan dengan tenang sampai ada seseorang yang memanggil Tiara.
"Tiara"
Tiara menoleh ke arah sumber suara begitupun dengan Ditya. Tiara tersenyum pada orang yang berjalan menghampiri nya.
" Mbak Meta, apa kabar? " Tiara berdiri dari duduknya memeluk Meta tetangganya dulu.
"Baik, kamu apa kabar Tia? Udah nikah ko gak pernah lihat kamu lagi si" kata Meta
Tiara tersenyum "Maaf ya, kan Mbak tahu kalo Tia nikahnya juga sederhana dan Tia langsung pindah ke rumah suamiku"
__ADS_1
"Oh ya, mana suamimu? Aku kan belum tahu dan belum kenal" kata Meta
Tiara menoleh ke arah suaminya, Ditya pun berdiri dan merangkul pinggang Tiara.
"Ini suamiku Mbak, namaya Mas Ditya" kata Tiara memperkenalkan suaminya
Meta terkejut saat mendengar ucapan Tiara. Lebih terkejut lagi saat Ditya membuka topi dan merapikan rambutnya lalu kembali memakai topinya.
"Hai Meta" mengulurkan tangannya dengan tangan gemetar
"Ditya" menjabat tangan Meta sebentar
Apa ini? Kenapa seperti ini? Aku gak mungkin salah lihat. Iya benar Dia Ditya calon tunangan Celin. Aku masih ingat wajahnya waktu Celin memperlihatkan foto Dia di ponselnya.
"Oh ya kamu sama siapa disini Mbak?" tanya Tiara
Meta tersadar dari lamunan nya "Sendiri Tia, aku lagi nyari baju untuk acara pertunangan teman aku"
Dan yang bertunangan adalah suamimu Tia.
"Ohh gitu ya mbak" kata Tiara tersenyum
Meta tidaklah dekat dengan Tiara, Dia juga bukan orang yang jahat. Hanya saja Dia selalu merasa iri dengan apa yang orang lain miliki. Lebih tepatnya Meta tidak bisa bersyukur dengan apa yang Dia punya.
Aduh kenapa Tiara bisa menikah dengan Ditya dan kenapa Celin masih akan bertunangan dengan pria beristri. Tapi kenapa Tiara bisa menikah dengan nya? Ahh kenapa nasib Tiara beruntung banget bisa menikah sama Ditya. Walaupun jadi simpanan sih. Hahaha.
"Aku juga mau kali jadi simpanan nya. Gak Celin, gak Tiara kenapa mereka selalu beruntung di cintai sama pria tampan dan kaya" Meta menggerutu kesal
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tiara duduk menyandar di tempat tidur sambil berselonjor kaki. Tangan nya sibuk memainkan ponsel. Tiara mengerutkan keningnya ketika satu pesan masuk dari orang yang tadi siang di temuinya di mall.
Mbak Meta
Tia aku mau ketemu besok bisa? Ada yang mau aku bicarakan.
Tiara menatap bingung pada ponselnya "Ada apa Mbak Meta ngajakin ketemuan. Gak kaya biasanya"
Me
__ADS_1
Nanti aku kabari ya mbak, izin suami dulu.
Mbak Meta
Kalau gitu aku yang ke rumah kamu aja. Apa boleh?
Tiara tidak membalas pesan Meta karna Dia juga harus izin pada suaminya kalau Dia mau mengajak teman nya ke rumah ini. Karna mau bagaimana pun ini adalah rumah suaminya.
Ditya masuk ke dalam kamar setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dia menghampiri istrinya dan mencium keningnya.
"Udah selesai kerjanya Mas?" tanya Tiara
"Sudah sayang" jawab Ditya
"Mas besok temen aku mau main kesini. Apa boleh?" tanya Tiara ragu
"Siapa? Perempuan atau laki laki?" tanya Ditya
Selalu saja, ya pasti perempuan lah.
"Perempuan Mas, yang tadi ketemu di mall" jawab Tiara
Ditya terlihat berpikir sebentar "Baiklah dari pada kamu nanti bosen di rumah"
"Beneran boleh?" tanya Tiara seakan tidak percaya
"Iya, tapi sebelum aku pulang temen kamu harus sudah pulang karna aku tidak mau ada yang mengganggu waktu kita berdua" kata Ditya tanpa malu
Ya ampun, aku bingung kenapa Dia bucin banget sih. Tapi aku suka. Hahaha
"Iya Sayang. Ehh"
Tiara langsung menutup mulutnya karna keceplosan memanggil sayang untuk kedua kalinya pada suaminya.
"Wah apa tadi, bilang apa? Aku gak denger" Ditya menahan senyumnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara
"Apa? A...aku gak ngomong apa apa ko" kata Tiara gelagapan
"Wah tidak mau mengaku ya, gak papa lah. Tapi karna aku baik jadi aku akan memberimu hadiah" kata Ditya tersenyum penuh arti
__ADS_1
Aaaa. Kenapa selalu di kasih hadiah sih. Aku gak perlu hadiah kalai hadiahnya seperti ini.
Bersambung