
Nevan duduk di kursi kebesaran nya. Memeriksa beberapa berkas yang sudah berada di atas meja karyanya.
Sudah seminggu Nevan memimpin perusahaan ini. Semuanya berjalan lancar dengan Nevan ataupun Rafa yang memang sangat teliti dalam segala hal termasuk pekerjaan.
Tok tok tok
"Masuk" teriak Nevan
"Sudah waktunya pulang Bosa. Hari sudah malam, biar di bawa ke rumah saja sisanya atau di kerjakan besok saja" kata Rafa yang berdiri di ambang pintu tanpa masuk ke ruangan Nevan
Nevan berdiri dari duduknya, mengancingkan jasnya dan berjalan ke arah Nevan sambil membawa tas kerjanya.
"Yuk kita langsung pulang, aku juga sudah sangat lelah dan ingin beristirahat" kata Nevan. Rafa hanya mengangguk
Kini kedua pria tampan itu sudah berada di dalam mobil. Rafa melajukan mobilnya memecah keheningan malam.
Tok tok tok
Dua orang yang mengendari motor mengetuk pintu mobil mereka. Nevan dan Rafa menoleh dan melihat dua orang preman yang menaiki motor itu.
"Sepertinya ini begal Van" kata Rafa mulai panik
"Kau benar, lagian kenapa harus motong jalan si? Di sinikan jalanan nya sepi" kata Nevan kesal
"Kan tadi macet gara gara ada kecelakan Van, dari pada kita lama sampainya jadi aku mutusin buat motong jalan aja" kata Rafa membela diri karna memang itu kenyataan nya.
"Terus sekarang kita harus gimana? Ini jalan sepi banget loh" kata Nevan mulai panik
Tok tok tok
"Woy berhenti, buka jendelanya" teriak preman itu masih terus mengetok jendela mobil Nevan.
__ADS_1
"Berhenti aja Raf, kita lawan aja mereka. Mereka gak akan berhenti kalau kita gak berhentiin mobilnya" kata Nevan
Rafa mengangguk dan langsung menghentikan mobilnya. Mereka berdua turun dari mobil. Menggulung lengan kemejanya, bersiap untuk melawan dua preman itu.
"Wah wah, sepertinya ada yang menantang kita Boss" kata preman yang satu pada Bosnya
Tanpa aba aba dua preman itu langsung menyerang Nevan dan Rafa. Untung saja Nevan dan Rafa cukup lihai dalam bela diri. Mereka berkelahi, saling memukul, saling menendang.
Sampai akhirnya Rafa yang sedang lengah di tendang sangat keras oleh si preman. Rafa tersungkur ke jalanan sampai dahinya membentur jalanan dan mngeluarkan darah.
Rafa membalikan badannya dan si preman langsung menindih tubuh Rafa. Melayangkan pukulan bertubi tubi pada wajahnya. Rafa yang belum siap pun akhirnya tidak bisa melawan pukulan si preman.
Bugh
Sebuah tendangan berhasil membuat si preman terjungkal dari atas tubuh Rafa. Rafa menoleh dan melihat seorang gadis yang sudah ancang ancang untuk melawan si pereman.
"Wahh. Kau lagi, kenapa kau selalu menggangguku Anya" teriak si preman
"Karna apa yang paman lakukan salah. Mencari uang itu dengan cara halal, bukan seperti ini" kata Anya santai
Preman itu langsung menyerang Anya. Namun si gadis tomboy ini sepertinya memang sudah biasa menghadapi para preman jalanan seperti ini. Dengan lihainya Dia menghindari setiap pukulan dan tendangan si preman.
Akhirnya setelah si preman lelah dan kehabisan tenaga. Barulah Anya melawan dan memberikan pukulan juga tendangan sampai si preman tumbang.
Nevan yang baru saja berhasil mengalahkan preman yang satunya lagi, mengusap sudut bibirnya yang berdarah karna terkena pukulan preman tadi.
"Pergilah Paman, jangan terus membuang tenagamu untuk melawan ku" kata Anya sambil menpukan kedua tangan nya di udara seolah ada debu dan kotoran di tangan nya.
Dua preman itu pun pergi dengan motornya. Anya langsung memghampiri Rafa yang tadi hampir mati karna di serang preman itu. Nevan pun segera menghampiri sahabatnya itu.
Hah. Inikan Pak Rafa sama Pak Nevan.
__ADS_1
"Pak, Bapak tidak papa? Kenapa Bapak lewat jalan sini? Disini rawan Pak" kata Anya membantu Rafa berdiri
"Tadi di jalan raya ada kecelakaan jadi macet" jelas Rafa
Anya mengangguk "Baiklah, tapi Bapak harus berhati hati kalau lewat jalanan sini"
Rafa mengangguk "Oh ya, terimakasih karna sudah menolongku"
"Tidak masalah Pak" jawab Anya
"Pak Nevan tidak papa?" tanya Anya membuat Nevan dan Rafa sedikit bingung dan terkejut
"Kau tahu namaku?" tanya Nevan menunjuk dirinya sendiri
"Tentu saja, saya karyawan Bapak di perusahaan Fendra.Corp " jelas Anya tersenyum ramah
"Oh ya? Maaf kami tidak mengenalmu" kata Nevan
"Tidak masalah Pak, lagian saya hanya karyawan biasa jadi wajar kalau Bapak tidak mengenali saya" kata Anya tersenyum
"Sekali lagi terimakasih ya. Oh ya siapa namamu?" tanya Rafa
"Nama saya Zivanya Laura Pak, panggil saja Anya. Maaf Pak saya yang waktu itu terlambat datang saat menyambut Bapak dan Pak Nevan" jelas Anya
Nevan dan Rafa seperti sedang mengingat ngingat "Oh iya saya baru ingat. Waktu itu kamu sama temen kamu kan"
Anya mengangguk "Iya Pak. Sekarang sebaiknya Bapak pergi dari sini. Ini juga udah larut malam"
Rafa mengangguk "Baiklah. Sekali lagi terimakasih Anya"
"Terimakasih " kata Nevan
__ADS_1
"Iya Pak sama sama"
Bersambung