
"Bagaimana ? Apa kau mendapatkan informasi yang ku inginkan?" tanya Nevan saat melihat Rafa berjalan masuk ke ruangannya
Rafa menghela nafas "Mereka menyertakan alamat palsu untuk lamaran kerjanya. Dan dengan bodohnya pihak HRD tidak menyelidiki lebih dulu "
Nevan mengusap wajah kasar "Apa kau sudah mencoba menghubungi Anya?"
Rafa menghela nafas berat "Tentu saja. Tapi ponselnya tidak aktif sejak kemarin mereka pulang dari rumah kau"
Rafa memang sudah mencoba menghubungi Anya sejak pembicaraan di rumah Ditya selesai.
Tapi sayang, sepertinya Anya masih ingin sendiri dan mengansitipasi sebelum Rafa menghubunginya atau melacak keberadaan nya lewat sinyal ponsel.
"Terus kita harus cari kemana Raf?" tanya Nevan frustasi
"Aku juga bingung Van, aku sangat khawatir dengan Anya" kata Rafa
Nevan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya. Kini Dia mulai merasa hampa, sebentar lagi sudah masuk jam makan siang. Tidak ada lagi Rara yang akan membawakan makan siang dan menemaninya makan.
Nevan menatap langit langit ruangan nya "Aku menyesal Raf, kini aku menyadari kalau hidupku terasa hampa tanpa Dia "
Rafa duduk di kursi depan meja Nevan "Aku juga merasakan hal yang sama Van. Mereka pasti masih butuh waktu sendiri untuk menenangkan fikiran. Semoga mereka bisa cepat kembali pada kita"
"Semoga. Sepertinya terlalu banyak rahasia yang mereka sembunyikan" kata Nevan
Rafa mengangguk "Ya. Bahkan sampai saat ini aku belum pernah mengantar Anya ke rumah nya. Dia selalu melarang saat aku akan mengantar pulang sampai ke rumahnya"
Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan?
"Kita harus terus mencarinya Raf. Aku yakin kita pasti bisa menemukan jodoh kita itu" kata Nevan semangat
__ADS_1
Rafa mengangguk "Iya. Apapun yang terjadi kita harus bisa menemukan mereka dan membawa mereka kembali kepada kita"
Itulah tekad Nevan dan Rafa. Mereka telah menyadari kalau tanpa kehadiran dua gadis itu hidup mereka terasa hampa.
Itu artinya Rara dan Anya telah mengisi kehidupan mereka yang gelap menjadi sedikit terang dan penuh warna. Apalagi untuk Nevan yang baru menyadari semuanya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Di kamar hotel dua insan yang baru saja sah menjadi pasangan halal sedang duduk di tempat tidur. Melakukan kegiatan penuh gairah di siang hari membuat keringat bercucuran di dahi mereka.
"Sayang. Aku merasa ada yang tidak beres deh sama Kak Rafa dan Kak Nevan. Soalnya kemarin Mama bilang kalau ada yang mau di selesaikan sama Kak Rafa dan Kak Nevan" Vera menggambar garis garis di dada polos suaminya
Ardi mencium puncak kepala istrinya "Sudahlah tidak usah di fikirkan Sayang. Mungkin memang ada yang harus mereka selesaikan. Sekarang kita fokus saja pada pembuatan baby"
Vera memukul dada suaminya, wajahnya sudah memerah. Ardi benar benar tidak malu saat mengatakan hal itu.
Apa mungkin semua pria sama saja?
"Aku mau mandi Sayang. Sebentar lagi dzuhur"
Vera melepaskan dengan paksa tanga Ardi yang memeluknya. Dia langsung berlari ke kamar mandi dengan tubuh polosnya. Ardi hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Vera.
"Kau memang sangat menggemaskan" gumam Ardi
Ardi bangun, meraih piyama handuk dan segera memakainya. Berjalan ke arah kamar mandi, membuka pintu kamar mandi yang ternyata di kunci oleh sang istri.
Tok tok tok
"Sayang. Kenapa dikunci? Buka" teriak Ardi
__ADS_1
"Sebentar lagi aku selesai. Tunggu saja di luar" teriak Vera
Bisa semakin lama mandinya jika suaminya ikut masuk ke kamar mandi bersamanya. Vera sudah menduga apa yang akan terjadi nantinya.
Dasar gadis manja, padahal Dia juga menikmatinya. Tapi kenapa seolah Dia takut jika aku terkam lagi. Haha.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
"Nya apa Lo gak mau hubungin Rafa gitu? Dia gak salah loh Nya. Dia udah bener bener mencintai Lo" kata Rara
Anya tersenyum "Nanti juga Gue bakal hubungin Dia kalau Gue udah siap Ra. Sekarang yang harus kita fikirkan adalah mencari pekerjaan baru"
Rara mengangguk "Iya. Kita harus cari kerjaan Nya. Tapi dimana? Kenapa Lo harus berhenti bekerja juga? Padahal Lo kan gak ada masalah apa apa"
"Kalau Gue kerja pasti Nevan akan nyariin Lo dan bakalan terus nanyain keberadaan Lo Ra" kata Anya
"Hahaha. Mana mungkin Dia nyariin Gue. Lo denger sendirikan kalau Nevan cuma manfaatin Gue supaya bisa move on dari masa lalunya. Tapi sayangnya Dia gak bisa move on" kata Rara tersenyum miris
Anya menatap Rara, saudaranya ini memang selalu terlihat tegar dan kuat. Tapi Anya tahu kalau Rara sekarang sedang sangat rapuh. Anya tahu kalau Rara sudah jatuh cinta pada Nevan.
"Ra, apa Lo udah mencintai Nevan?" tanya Anya memastikan bahwa apa yang ada di fikirkan nya benar.
Rara tersenyum "Siapa si Nya yang gak suka sama Dia. Tapi yang Gue rasain bukan hanya sekedar suka semata. Gue udah jatuh cinta sama Dia. Jatuh cinta untuk yang kedua kalinya"
Anya merangkul bahu Rara "Kita sama Ra, Gue juga udah jatuh cinta pada Rafa. Jatuh cinta yang kedua kalinya"
Rara menoleh dan tersenyum "Semoga Lo dan Rafa akan selalu bahagia ya Nya. Gak kaya Gue"
"Ra, Gue yakin kok kalau Lo juga akan mendapatkan cinta Nevan. Tunggu aja" kata Anya
__ADS_1
"Hahahaha. Mana mungkin" Rara tertawa, tapi air mata meluncur begitu saja. Sungguh sangat menyakitkan jika menjalani cinta sendiri.
Bersambung