Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 43


__ADS_3

"Siapa bilang kau tidak pantas untuk ku?"


Tiara dan Celin menoleh ke arah sumber suara. Mereka terbelalak kaget saat melihat Ditya dan Alvin berjalan ke arah mereka.


"Kalian sejak kapan ada di sini?" tanya Celin sambil menghapus sisa air matanya.


Tiara pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua saling tatap saat melihat Alvin dan Ditya ada di sana.


"Kita sudah mendengar dan melihat semuanya" kata Alvin


"Sayang"


Ditya menghampiri Tiara dan menggenggam tangan nya. Ditya melihat kalau cincin pernikahan mereka tidak ada di jari manis istrinya. Tapi saat ini bukan itu yang penting, Ditya harus segera meluruskan semua permasalahan ini.


"Maafkan aku Tia, aku tidak bermaksud menjadikan mu simpananku. Kau Istriku bukan siampananku" kata Ditya


"Tap...tapi Mas, Tia gak pan..."


"Shuttt.. Jangan bicara lagi lagi kalau kau tidak pantas untuk ku. Kaulah yang terbaik dan yang paling pantas untuk ku" kata Ditya mencium tangan Tiara


"Iya Tia, kamu itu wanita baik dan cantik. Kamu pantas mendampingi Ditya, jangan menganggap setatus sosial kau dan Ditya adalah perbedaan yang menghalangi cinta kalian" kata Celin menimpali


"Benar apa yang di katakan Linn, jadi apa kau mau kembali padaku dan memulai semuanya dari awal lagi" kata Ditya menatap intens pada mata hitam milik Tiara.


"Tia takut Mas" kata Tiara lirih sambil menundukan kepalanya

__ADS_1


"Hey sayang, takut kenapa hmm?" Ditya meraih dagu istrinya dan mengangkat wajahnya.


"Tia takut, kalau nanti keluarga Mas akan membenci Tia dan tidak akan merestui hubungan kita" kata Tiara


Setelah Tiara tahu siapa sebenarnya suaminya itu. Kini Tiara di hantui rasa takut jika keluarga suaminya tidak menyukainya.


"Tia sayang, dengarkan aku! Jangan pernah merasa takut lagi, jika memang keluarga ku nanti tidak menyukai mu, aku akan tetap berada di samping mu. Kita akan lewati setiap masalah bersama sama" kata Ditya masih terus berusaha meyakinkan istrinya


"Jadi bagaimana? Kau mau kan kembali denganku ?" tanya Ditya lagi


Tiara tidak menjawab, Dia hanya mengangguk. Tidak ada salahnya memberi suaminya kesempatan. Toh Tiara juga sudah tahu alasan suaminya melakukan itu. Dan Dia juga sudah tahu kalau Celin sahabatnya tidak lagi merasa tersakiti saat Dia bersama Ditya.


Ditya langsung memeluk istrinya dan mencium keningnya beberapa kali. Ditya merasa lega karna wanita yang di cintainya sudah kembali padanya. Masalah keluarganya Ditya akan menghadapinya. Apapun respon mereka nanti tentang istrinya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya duduk di samping istrinya,memainkan tangan sang istri. Melihat tangan istrinya yang memang tidak ada cincin pernikahan mereka. Tiara masih belum sadar dengan itu, Dia masih asyik membaca novel.


"Sayang, cincin pernikahan kita kemana?" tanya Ditya


Deg


Aduh.. Aku lupa lagi kalau cincin nya belum aku pakai lagi. Bagaimana ini? Dia marah gak ya?


Tiara menoleh dan tersenyum manis "Aku lepas Mas, aku simpen di laci lemari di dalam kamar"

__ADS_1


Ditya tidak menjawab, Dia langsung berdiri dan berjalan ke arah kamar. Setelah mendapat kan apa yang Dia cari, Ditya kembali ke tempat di mana Tiara berada.


Aduhh Dia habis ngapain ya dari kamar?


Ditya duduk di samping Tiara, langsung menarik tangan istrinya dan menyematkan cincin pernikahan mereka. Tiara hanya menurut saja.


"Awas kalau di lepas lagi" Ditya menatap tajam pada istrinya


"Iya"


"Sekarang ayo kita pulang" ajak Ditya


"Tapi Mas, Tia...."


Cup


Ditya mengecup bibir istrinya "Sudah jangan takut lagi, kita akan hadapi semuanya sama sama. Aku akan selalu bersamamu apapun yang terjadi sayang"


"Kamu percayakan sama aku sayang?" tanya Ditya


Tiara mengangguk "Aku percaya Mas, tapi aku minta kamu jangan bohongi aku lagi"


Ditya memeluk istrinya dan mengusap sayang kepala Tiara "Gak akan sayang, Mas janji tidak akan membohongimu lagi. Sekarang kita pulang ya"


Tiara hanya mengangguk dalam pelukan suaminya. Mereka pun bersiap siap untuk kembali pulang ke rumah nya. Membuka lembaran baru di rumah tangga mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2