Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 90} END


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat. Dua minggu yang lalu Anya telah melahirkan anak permpuan nya. Kebahagiaan tengah di rasakan oleh keluarga Alvin.


Apalagi bayi laki laki Vera yang baru berusia 5 bulan terlihat begitu menggemaskan. Di tambah dengan anak laki laki dari Rafa dan Anya.


Hari ini Rara dan Nevan sedang datang ke rumah Rafa untuk melihat bayi mereka. Karna kesibukan Nevan membuat mereka baru bisa sekarang menemui Anya.


Rara yang melihat bayi mungil yang masih merah itu merasa gemas sendiri. Rara menjadi tidak sabar untuk segera melahirkan anaknya.


"Lucu banget Nya" Tak henti hentinya Rara mencium pipi bayi Anya


"Iyalah lucu, kan kaya emaknya" kata Anya terkekeh


"Yee. Mana ada kaya gitu, nih bayi buatan Lo berdua jadi yang campuran atara muka Lo sama muka Rafa lah" kata Rara terkekeh


"Haha. Iya juga si" kata Anya


"Kapan perkiraan Lo lahiran Ra?" tanya Anya


Rara mengelus perut buncitnya "Tiga mingguan lagi kalau menurut HPL"


"Semoga lancar ya" kata Anya


"Aminn" Rara tersenyum


Setelah cukup lama berbincang bincang. Nevan pun mengajak istrinya pulang karna waktu sudah hampir sore.


Kini keduanya sedang berada di dalam mobil. Rara terus terusan mengelus perutnya. Nevan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Ahhh" teriak Rara kaget


Nevan langsung menoleh "Sayang kenapa?"


"Kok kaya ada yang keluar ya, baju aku basah" kata Rara menyingkap sedikit gamisnya yang terlihat basah


"Kamu pipis kali" kata Nevan


Rara menggeleng cepat "Enggak, aku gak pipis ihh. Ini bukan pipis"


"Terus apa dong? Itu basah, udah gak papa kok kalau kamu gak sengaja pipis di celana Sayang" kata Nevan

__ADS_1


"Ihh aku gak pipis, kayanya ini.... Arghhhh" tiba tiba Rara merasakan sakit di perutnya


"Sayang kamu kenapa?" tanya Nevan panik


"Arghhhh... Ke rumah sakit sekarang, kayanya aku mau lahiran" teriak Rara


"Me..melahirkan? Kan masih tiga minggu lagi perkiraan dokternya jug Sayang" kata Nevan


"Udah ke rumah sakit aja Nevan, aku gak kuat" teriak Rara kesal


"Apa? Kau memanggil ku apa tadi?" tanya Nevan ketus


"Ini bukan saatnya berdebat, cepat ke rumah sakit" teriak Rara


"I...iya" kata Nevan gugup juga panik


Kenapa istriku jadi garang kaya gitu.


Nevan melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sementara Rara hanya bisa menahan rasa sakit di perutnya yang semakin terasa kuat dan lama.


Sesampainya di rumah sakit, Nevan langsung menggendong istrinya dan membawanya ke ruang bersalin.


"Air ketubannya sudah pecah, perkiraan lahir juga masih tiga minggu lagi. Bagaimana ini Dok?" tanya seorang perawat pada dokter


Nevan yang mendengar itu begutu panik. Takut kalau istri dan anak nya kenapa napa.


"Kondisi janin melemah Dok, Dia kekeringan di dalma kandungan Ibunya. Kondisi Ibu juga melemah" teriak seorang perawat


"Siapkan ruang operasi sekarang" kata dokter


Nevan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan. Melihat istrinya yang sudah lemas dengan wajah pucat dan keringat yang memnuhi keningnya.


Nevan berjalan ke arah Rara, meraih tangan istrinya dan menciumnya.


"Sayang kamu harus kuat demi anak kita. Aku mohon jangan tinggalkan aku sayang. Berjuanglah" kata Nevan


Rara yang masih setengah sadar hanya tersenyum tipis dan mengedipkan matanya.


"Tuan kita harus melakuakn operasi cesar. Tolong tanda tangani surat ini" dokter menyerahkan surat persetujuan melakukan tindakan untuk pasien.

__ADS_1


Nevan segera menanda tangani berkas itu dan menyerahkan nya kembali pada dokter.


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya" kata Nevan


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin Tuan. Tapi jika kami harus memilih siapa yang akan kami selamatkan. Anak atau Ibunya?"


Deg


Bagai terhantam beban yang sangat berat. Pilihan terlalu berat dan Nevan tidak mungkin memilih salah satunya.


"Selamatkan keduanya, saya tidak akan memilih salah satu dari mereka" kata Nevan tegas


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Nevan menunggu dengan cemas di depan ruang operasi. Dia terus berdoa agar istri dan anak nya selamat dan baik baik saja.


Ditya dan Tiara yang di hubungi oleh Nevan kini sudah datang. Tiara langsung memeluk putranya yang pasti sedang cemas dan khawatir.


Ceklek


Nevan, Tiara dan Ditya langsung berdiri dan menghampiri dokter yang keluar dari ruangan operasi.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok?" tanya Nevan


"Syukurlah Tuan, anak dan istri anda selamat dan keadaan keduanya baik baik saja" jelas Dokter


Nevan, Tiara dan Ditya bernafas lega. Setelah Rara di pindahkan ke ruang rawat Nevan dan yang lainnya langsung menjenguk Rara. Tidak lupa Nevan lebih dulu mengadzani anak laki lakinya itu.


Rara sudah sadar, meski masih lemah tapi Dia merasa bahagia saat melihat anaknya yang sudah lahir dengan selamat walaupun lahir terlalu cepat tapi keadaan anaknya sehat.


Cup Cup Cup


Nevan mencium seluruh bagian wajah istrinya "Terimakasih karna telah memberi kebahagiaan yang luar biasa untuk ku Sayang"


Rara tersenyum "Aku juga bahagia Sayang"


"Aku mencintaimu" Nevan kembali mencium kening istrinya


"Aku juga mencintaimu" kata Rara tersenyum

__ADS_1


...END...


__ADS_2