
Karna hari ini adalah hari weekend. Anya dan Rafa pergi ke panti untuk menemui Bunda dan adik adik. Mereka membawakan makanan dan juga mainan untuk anak anak panti.
Ternyata Rara dan Nevan juga sudah berada di panti. Rara membelikan banyak pakaian dan alat alat sekolah untuk anak anak panti juga Bundanya.
Sekarang mereka sedang duduk di bangku panjang yang ada di halaman panti. Menatap anak anak yang sedang asyik bermain.
"Oh iya Gue sampe lupa Nya, itu sekolah kita beneran di tutup?" tanya Rara
"Katanya si iya, tapi gara gara apa ya?" kata Anya malah balik bertanya
"Yeee Gue nanya malah balik nanya. Ya mana Gue tau, kasihan dong Elsa. Keluarganya pasti lagi terpuruk sekarang. Secarakan Elsa selalu membanggakan orang tuanya yang memiliki sekolah itu" kata Rara
"Heem" Anya mengangguk
Sebenarnya kalian ini bar bar, tapi hatinya benar benar baik. Nevan
Rafa dan Nevan hanya saling pandang dengan senyuman tipis di bibir mereka.
Aku tidak akan membiarkan siapapun menginjak nginjak harga dirimu sayang. Rafa
Apapun akan aku lakukan untukmu Sayang. Walaupun kau tidak memintanya. Tapi aku harus memberi pelajaran pada mereka. Nevan
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Satu bulan kemudian.....
Alea berjalan masuk ke Cafe Apple. Menghela nafas saat melihat seseorang yang sudah sebulan ini selalu ada di Cafe Apple dan menunggunya sampai pulang kerja.
"Gak cape apa setiap hari kesini?" tanya Alea kesal
Hitta tersenyum manis "Gak akan bosan sampai kau benar benar buka hati untuk ku"
__ADS_1
Alea menghela nafas "Hah. Terserahlah"
Selama sebulan ini Hitta selalu datang ke Cafe untuk menunggu Alea sampai pulang kerja. Dua minggu yang lalu Hitta telah mengatakan perasaan nya pada Alea. Namun tidak segampang itu bagi Alea untuk menerima Hitta.
Alea yang tidak pernah berpacaran karna selalu merasa minder dengan keadaannya. Alea tidak memberi Hitta harapan palsu, tapi Hitta sendiri yang memaksa untuk meyakinkan Alea tentang kesungguhan nya.
Alea memulai aktifitasnya sebagai pelayan Cafe. Semua yang Alea lakukan tidak lepas dari tatapan mata Hitta.
Rasa cinta ini berbeda saat aku mencintai Vei. Ini terasa begitu besar dan sangat ingin memilikinya.
Begitulah perasaan Hitta saat ini. Hatinya telah memilih siapa pemiliknya. Dan Alea lah yang Hitta pilih sebagai pelabuhan terakhirnya.
Hari sudah mulai gelap, Hitta masih disana. Hanya pergi ke mushola untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai muslim.
Setengah jam lagi masa kerja Alea selesai. Hitta masih disana, membuat Alea jengah. Kalau bukan karna Hitta adalah anak dari keluarga Ditya pasti sudah di usir dari tadi dari Cafe itu.
Akhirnya jam kerja Alea pun selesai. Dia segera bersiap untuk pulang. Dua senior yang dulu sering memarahi dan menyuruh Alea untuk membersihkan Cafe sendiri telah di pecat oleh Alvin.
"Hai. Ayo pulang bersama" kata Hitta saat Alea berjalan melewati mejanya
"Aku bisa pulang sendiri" kata Alea meneruskan jalan nya
Hitta segera berdiri dan menyusul Alea keluar dari Cafe. Hitta mengikuti langkah kaki Alea yang berjalan di sampingnya.
Alea berhenti sesaat, menoleh ke arah Hitta yang tersenyum manis. Kembali berjalan menyusuri jalanan sambil menunggu angkutan umum lewat.
"Sebenarnya kenapa si kau selalu mengikutiku? Aku kan sudah menolak cintamu. Kenapa masih menemuiku" kata Alea kesal
Walaupun sebenarnya aku juga mempunyai perasaan yang sama. Tapi aku merasa tidak pantas untukmu.
"Sampai kau menerima cintaku, aku akan tetap menemuimu sampai kapanpun" kata Hitta santai
__ADS_1
Alea membuang nafas kasar "Terus kalau sampai aku tidak menerima cintamu sampai kapanpun. Bagaimana?"
"Aku akan tetap menunggu, tidak peduli berapa lama aku menunggumu" kata Hitta serius
Alea menghentikan langkahnya, menoleh dan menatap ke arah Hitta. Saat mata mereka saling bertemu, detak jantung keduanya terus berdegup kencang.
"Kau bisa mencari wanita lain yang lebih baik dari pada aku. Aku tidak pantas untukmu, aku hanya anak panti yang tidak jelas asal usul nya" kata Alea mencoba kuat untuk mengatakan itu.
Hitta terkesiap mendengar ucapan Alea. Ternyata itu yang selama ini gadis itu fikirkan. Dia merasa minder dengan keadaan nya dan merasa tidak pantas untuknya.
Dengan perlahan Hitta meraih kedua tangan Alea dan menggenggamnya. Menatap mata yang mulai berkaca kaca itu.
"Lea, aku benar benar telah jatuh cinta padamu. Selama ini aku hanya bisa jatuh cinta pada dua orang. Dan kau adalah pelabuhan terakhirku. Aku yakin kalau kau adalah jodohku. Tak peduli dengan setatusmu atau asal usulmu itu" jelas Hitta
"Aku mencintaimu apa adanya" tambahnya lagi
Alea terdiam, menatap mata Hitta yang terpancar ketulusan disana.
"Apa kamu yakin?" tanya Alea memastikan kalau Hitta tidak akan menyesal di kemudian hari.
Hitta mengangguk cepat "Tentu saja. Aku sangat yakin Lea"
"Kau tidak akan menyesali semuanya? Menyesal karna telah mencintaiku?" tanya Alea lagi seolah Dia masih ragu untuk memberikan hatinya pada Hitta seutuhnya.
"Lea, aku benar benar yakin dan tidak akan pernah menyesal. Jadilah kekasihku Lea" kata Hitta tulus
Alea luluh juga, Dia menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Hitta langsung tersenyum lebar. Kini usahanya tidak sia sia, duduk berjam jam di Cafe hanya untuk meyakinkan wanitanya.
Bersambung
Beberapa bab lagi sudah end ya. Terimakasih yang telah membaca karya saya. 🤗🤗😚😚
__ADS_1