Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 80}


__ADS_3

Rara telah selesai periksa oleh dokter. Benar dugaan nya kalau kakinya hanya terkilir biasa. Meski harus menggunakan tongkat untuk semantara tapi keadaan kaki Rara tidak begitu parah.


Anya dan Rafa yang di beri tahu oleh Nevan kalau mereka telah berada di rumah sakit dengan mal itu segera menyusul.


"Bagaimana keadaan Rara? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Anya


Rafa mengelus punggung Anya agar sedikit tenang. Dia tahu kalau calon istrinya ini pasti sangat mencemaskan saudaranya itu.


"Kakinya terkilir karna di dorong oleh wanita tadi" Rahang Nevan kembali mengeras saat mengingat kejadian tadi.


Anya mengerutkan keningnya "Siapa? Siapa yang mendorong Rara?"


"Masuklah. Aku juga tidak tahu siapa yang mendorongnya tadi" kata Nevan berdiri dari duduknya dan langsung masuk ke ruangan Rara di ikuti Anya dan Rafa.


Rara sedang duduk di tempat tidur dengan kakinya yang memakai gifs. Rara menghela nafas berat saat melihat kakinya seperti ini. Sudah pasti Dia tidak akan bisa melakukan banyak aktifitas seperti biasanya.


"Rara" Anya menghampiri ranjang Rara


"Ra Lo gak papakan?" tanya Anya khawatir


Rara menoleh dan tersenyum "Gak papa kok Nya"


"Emang Lo di dorong sama siapa si?" tanya Anya penasaran


"Elsa"


Anya langsung menegang, tangan yang ada di bahu Rara langsung jatuh lunglai.

__ADS_1


"El....Elsa" Suara Anya sudah sangat gemetar


Rara menoleh dan langsung memeluk Anya. Mengusap punggungnya. Rara juga merasakan apa yang Anya rasakan.


"Sudahlah, Gue udah puas tampar Dia tadi" kata Rara mencoba menjelaskan


Anya memejamkan matanya, mencoba mengatur perasaannya saat ini. Dia bukan Anya yang dulu. Anya tidak boleh takut lagi, ya Dia harus kuat. Tidak boleh ada yang menindasnya lagi.


Anya melepaskan pelukannya, menghembuskan nafas kasar "Gue ngerti Ra, kita bukan lagi kita yang dulu"


Rara mengangguk, meski tidak bisa di sembunyikan lagi matanya yang berkaca kaca. Mereka sangat sulit menutupi perasaan nya saat ini. Mengingat kembali apa yang terjadi di masa lalu.


Nevan dan Rafa terlihat bingung. Sebenarnya apa yang telah terjadi di masa lalu dua gadis ini. Mereka terlihat tegar, tapi di balik itu semua ada suatu hal yang pernah mereka alami.


"Sebenarnya apa yang telah di lakukan wanita tadi pada kalian?" tanya Nevan


Anya duduk di pinggir ranjang pasien. Rara menoleh ke arah suara Nevan. Menghela nafas berat.


"Karna identitas kami yang tidak jelas dan hanya berasal dari panti asuhan membuat kami sering jadi bahan bully" tambah Anya tersenyum getir


"Elsa yang sifatnya sangat angkuh dan suka membuli orang membuat kita menjadi sasaran nya. Dulu kami tidak sekuat ini, tidak bisa melawan" jelas Rara


"Sampai kami hampir di jatuhkan dari gedung atas sekolah pun. Kami tidak bisa melawan, sampai ada guru datang yang menyelamatkan kami. Semua guru juga tidak bisa menghukum terlalu berat atas apa yang Elsa lakukan karna orang tuanya adalah pemilik sekolah" Mata Rara sudah mulai berkaca kaca


Anya tersenyum getir "Sampai kita kuliah, Elsa masih menganggu kami. Saat Rara mempunyai kekasih pun Elsa merebutnya dan mengatai Rara adalah anak haram dan tidak pantas untuknya"


"Tapi sekarang kita bahagia kok, kita sudah bisa melawan. Tidak akan bisa di tindas lagi seperti dulu" kata Rara

__ADS_1


Nevan dan Rafa terlihat begitu emosi mendengar cerita mereka. Tidak menyangka kalau dua gadis ini melalui begitu bangak hal yang menyakitkan.


"Dulu kalian sekolah dimana?" tanya Nevan dingin


Dia mau apa?


"Sekolah ×× di jalan blok A" jelas Rara


Nevan menyeringai "Rafa, tahukan apa yang harus kau lakukan"


Rafa tersenyum sinis "Oke"


Apa yang akan mereka lakukan?


"Sayang. Kalian tidak akan melakukan yang aneh aneh kan?" tanya Anya mulai cemas


"Tenanglah. Aku akan menyelesaikan semuanya" kata Rafa santai


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Rara dan Anya sudah berada di dalam kamar mereka. Bunda yang melihat Rara pulang di gendong Nevan pun terkejut. Setelah Rara menjelaskan semuanya barulah Bunda mengerti.


"Ra, kok Gue curiga sama Nevan dan Rafa ya. Kayanya mereka bakal ngelakuin sesuatu deh" kata Anya


"Heem. Gue juga ngerasa kaya gitu" jawab Rara mengangguk


"Apa yang akan mereka lakukan ya" kata Anya lebih pada diri sendiri

__ADS_1


Rara menggeleng "Gue juga gak tau"


Bersambung


__ADS_2