Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 26


__ADS_3

Waktu berlalu seiring dengan kebahagiaan keluarga kecil Ditya dan Tiara. Ditya selalu bisa membuat istrinya bahagia dan menyembunyikan kegelisahan nya menuju hari pertunangan nya dengan Celin yang tinggal satu bulan lagi.


Semua persiapan untuk acara pesta pertunangan Ditya dan Celin diurus oleh keluarga mereka. Keduanya tidak mau ikut campur karna memang pertunangan ini hanyalah sementara demi menyelamatkan nama baik keluarga. Mengingat semua undangan sudah tersebar luas.


Celin berjalan gontai memasuki rumah sakit milik keluarganya. Tatapan kosong itu memperlihatkan bagaimana Dia sangat terluka dan mempunyai beban yang sangat berat.


Brukkk


"Maaf saya tidak sengaja"


Celin berdiri dan merapikan pakaiannya, menatap ke arah orang yang menabraknya dan seketika matanya langsung terbelalak.


"Meta" kata Celin


"Loh Celinna"


Mereka pun berpelukan, Meta adalah teman Celin waktu kuliah. Tapi Meta harus berhenti dan tidak melanjutkan kuliahnya karna tidak mempunyai biaya.


"Kau hebat sekali Cel, udah jadi dokter" kata Meta menatap pada penampilan Celin yang memakai jas dokter dengan stetoskop menggantung di lehernya.


"Ahh apa sih, biasa aja kali. Kamu apa kabar Met?" tanya Celin tersenyum ramah


"Yah seperti yang kau lihat, hidupku gini gini aja gak ada perubahan" kata Meta melihat dirinya sendiri


Celin menepuk bahu Meta "Jangan kaya gitu, yakinlah kalau suatu saat kamu pasti akan berubah menjadi lebih baik lagi"

__ADS_1


Meta tersenyum di paksakan dan mengangguk 'Tapi tidak seperti dirimu Celin , kau dari kecil sudah lahir sebagai anak orang kaya. Mempunyai kekasih yang sangat kaya seperti Ditya. Di sukai oleh pria populer di kampus Alvin'


Meta memang mengenal Celin cukup dekat dulu. Tapi bukan sebagai teman atau sahabat yang tulus namun hanya ingin memamerkan pada yang lain kalau Dia berteman dekat dengan Celinna Marquez.


Meta tahu siapa Ditya dari teman teman sekampusnya dulu. Tapi Meta tidak pernah bertatap muka langsung dengan Ditya. Jadi Dia tidak pernah tahu wajah Ditya seperti apa karna selama kuliah Ditya hanya diam di kelas dan tidak pernah pergi ke kantin ataupun ke perpus.


Yang tahu wajah Ditya ya hanya dosen dan teman teman sekelasnya. Ditambah lagi Seno dan Fernan yang melarang pihak kampus untuk memberitahukan identitas Ditya. Cukup para mahasiswa tahu kalau ada Ditya anak dan cucu dari pemilik perusahaan besar di kampusnya tanpa tahu orang nya yang mana.


"Oh ya kamu ngapain disini Met? Kamu sakit?" tanya Celin


Meta tersadar dari lamunan nya dan menggeleng "Enggak Cel, aku tadi jenguk temen"


Celin mangut mangut mengerti "Ohh"


"Ya udah kalo gitu aku pulang dulu ya Cel" pamit Meta berbalik dan mulai melangkah


"Ada apa?" tanya Meta


Celin berjalan menghampiri Meta dan menyodorkan kartu undangan pada Meta "Ini untuk kamu"


Meta menatap kartu undangan di tangan Celin. Dengan ragu Dia pun mengambilnya dan membaca kartu undangan itu.


"Kau akan bertunangan dengan Ditya itu Cel?" tanya Meta tidak percaya


Celin tersenyum dipaksakan "Iya Met"

__ADS_1


'Tunangan sementara'


"Wah selamat ya, sampai sekarang aku belum tahu loh wajah Ditya yang terkenal di kampus kita dulu" kata Meta mencoba tersenyum


Kenapa kau selalu beruntung Celin.


"Hahaha iya ya, kamu kan yang paling penasaran sama wajah Ditya dari dulu" kata Celin


"Iya nih, mana lihat fotonya dong. Kamu tega ih gak kasih tahu aku wajah calon tunangan mu itu" kata Meta dengan wajah memelas


Celin tersenyum sambil mengambil ponsel dari saku jas dokternya. Dia mengotak ngatik ponselnya dan menunjukan pada Meta saat apa yang di carinya sudah ketemu.


"Wahhh ganteng banget Cel, ini sih mendekati kata sempurna. Tampan, gagah, dan tentunya kaya lagi" kata Meta antusias


Celin hanya tersenyum masam 'Tapi Dia bukanlah milik ku. Dia tidak mencintaiku'


"Sudah ahh" Celin mengambil kembali ponselnya dan memasukan nya ke dalam saku jas dokternya.


"Ishh kau ini, ya sudah aku pulang dulu ya bye" kata Meta


Meta berjalan keluar dari rumah sakit dengan terus memikirkan foto Ditya yang di tunjukan Celin. Dia merasa tidak asing dengan orang yang ada di foto itu.


"Hah bener pria itu kan yang dulu selalu berdiri di depan rumah ku sampai Dia di jemput sama mobil mewah. Ahhh ya ampun kenapa aku baru ingat sih. Dan kenapa sekarang Dia tidak pernah menunggu jemputan di depan rumahku lagi ya. Dan Dia habis dari mana malem malem begitu"


Meta melanjutkan langkah nya smabil terus memikirkan pria yang dulu selalu menunggu di depan rumahnya. Tapi sekarang tidak pernah lagi terlihat.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa Like, komen dan yang suka dan rela boleh berikan vote nya. Terimakasih. Semoga suka 🤗🤗😘😘


__ADS_2