
Libur semester kali ini, Vera sedikit di sibukan untuk membantu persiapan acara perniakahan Nessa dan Angga. Sebenarnya bukan membantu persiapan sih, hanya menemani sang calon pengantin agar tidak bosan.
Sampai saat ini Vera belum tahu dan belum bertemu dengan calon suaminya Nessa.
"Kak deg degan gak si?" tanya Vera
Mereka sedang tengkurab di tempat tidur Nessa sambil membaca novel.
Nessa menoleh "Deg degan lah Vei, kau juga akan merasakan nanti"
"Hahaha. Kapan ya Kak, punya pacar aja enggak" kata Vera
"Emang kamu belum punya pacar Vei?" tanya Nessa
Vera menggeleng "Belum"
"Aku kirain kamu pacaran sama Hitta. Abisnya Dia kalau keisni pasti sama kamu terus. Kayanya Dia suka sama kamu deh Vei" kata Nessa
Vera membuka lembaran baru di buku novelnya "Gak mungkinlah Kak, aku sama Hitta cuma sahabatan aja. Lagian umur kita aja lebih muda Hitta"
Nessa mengangkat kedua bahunya "Umur gak bisa jadi alasan Vei, kalau udah suka ya suka aja. Emang kamu gak suka sama Hitta?"
Vera diam, suka? Entahlah Dia hanya menganggap Hitta sebagai sahabatnya saja.
"Vei cuma nganggap Hitta sahabat aja ko. Yah cuma itu yang aku rasakan, rasa sayang pada sahabat"jelas Vera sesuai dengan apa yang di rasakannya
"Tapi kenapa Vei? Apa kamu udah punya pria yang menempati hatimu?" tanya Nessa menatap pada Vera
Menempati hatiku?
"Entahlah Kak" jawab Vera
Nessa semakin bingung dengan Vera "Gini aja, apa ada satu pria yang selalu mengganggu fikiran mu? Selalu terbayang setiap kejadian saat kau bersamanya?"
Kak Ardi, ehh kenapa aku malah ingat sama Kak Ardi si. Gak.. Gak boleh!
Vera menggelengkan kepalanya, mencoba mengusir fikirannya tentang Ardi.
"Vei, kau kenapa?" tanya Nessa
Vera mengerjap, tersadar dari fikiran nya. Dia menoleh dan tersenyum pada Nessa.
"Gak papa ko Kak" kata Vera
__ADS_1
"Jadi gimana? Kau belum menjawab pertanyaan ku yang tadi" kata Nessa
Vera menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal "Hehehe"
"Ish, kau ini malah cengengesan kaya gitu" Nessa memukul pelan tangan Vera
"Udah ah Kak, gak usah bahas itu" kata Vera mengalihkan pembicaraan
Aku malas kalau harus mengingat Kak Ardi yang arogan itu. Tapi Dia malah terus ada di fikiranku.
...ππππππππππ...
Angga yang sedang berada di kamarnya hanya bisa memainkan ponsel dan berkirim pesan sama Nessa. Mereka benar benar sedang di landa rindu, tapi mau bagaimana lagi. Mereka hanya perlu bersabar sampai hari pernikahan.
Nessπ
Lagi apa?
Angga tersenyum saat menerima pesan dari calon istrinya.
Me
Lagi menahan rindu sama kamu π
Send
Kayanya aku harus berterima kasih sama tempat sampah itu. Karna Dia, aku sama Ness bisa bertemu. Haha.
Ting
Angga segera meraih ponselnya saat mendengar ada notifikasi pesan.
Nessπ
Gomball π
Me
Gak gombal sayang, beneran ihh.
Nessπ
Udah ahh, aku mau istirahat. Bye bye
__ADS_1
Me
Bye. Love you π
Angga menyimpan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Menatap langit langit kamarnya.
Tok tok tok
"Bang boleh masuk" teriak Ardi dari balik pintu kamar kakanya
"Masuk aja Dhe" teriak Angga
Ceklek
Ardi masuk ke dalam kamar Angga. Dia duduk di pinggir tempat tidur. Angga masih di posisi yang sama.
"Bang boleh nanya gak?" kata Ardi
"Hmmm. Tanya aja Ar" kata Angga
"Waktu pertama kali Abang jatuh cinta sama Kak Nessa gimana?" tanya Ardi
Angga tersenyum sendiri mengingat bagaimana Dia bisa tergila gila sama Nessa.
"Cinta itu sangat membahagiakan Ar, saat kita mau jujur sama perasaan kita. Tapi cinta akan terasa sangat menyakitkan saat kita tidak mau mengakui perasaan kita sendiri" jelas Angga
Ardi diam, Dia merasa apa yang di ucapkan oleh kakanya adalah fakta.
"Coba deh kamu bayangin kalau kau tidak mau mengakui perasaan kamu sendiri.
Kau akan merasa kesal saat melihat wanita yang kau cintai bersama dengan pria lain.
Tapi kau tidak bisa berbuat apa apa, karna tidak ada ikatan apapun di antara kalian" kata Angga lagi
Ardi masih diam mendengarkan apa yang di ceritakan kakanya.
"Merasa rindu tapi tidak bisa melakukan apapun karna di antara kalian tidak ada komitmen apapun.
Makanya selalu ada seseorang yang mengatakan cinta pada orang yang sudah jelas tidak mencintainya.
Tapi itu Dia lakukan supaya perasaan nya lega, hatinya plong saat Dia bisa mengutarakan perasaan nya" jelas Angga
"Makanya jangan suka memendam perasaamu hanya karna gengsi Ar. Ungkapkan rasa cintamu sebelum semuanya terlambat" kata Angga menepuk bahu Ardi
__ADS_1
Benarkah yang gue rasakan adalah cinta?
Bersambung