Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 85}


__ADS_3

Hari ini Rara akan pindah ke rumah Nevan. Tiara tidak mengizinkan Nevan untuk tinggal sendiri. Sudah cukup Nessa yang di bawa pindah dari rumah ini karna sudah kewajiban istri untuk ikut kemana suami pergi.


Anya pun sudah tinggal di rumah Rafa. Sama seperti Tiara, Celin juga tidak mengizinkan Rafa untuk keluar dari rumah. Karna sudah Vera yang pergi meninggalkan rumah dan tinggal bersama suaminya.


Rara dan Bundanya berpelukan melepas rindu. Berat memang untuk Rara meninggalkan tempat tinggalnya sejak bayi. Tapi mau bagaimana lagi, Dia harus ikut kemana suaminya pergi.


"Rara pergi dulu Bunda" kata Rara dengan mata berkaca kaca


"Iya Ra, hati hati disana. Jadilah istri solehah Nak, jangan lupakan Bunda dan adik adik disini" kata Meta mengusap air mata yang meluncur begitu saja di pipinya.


Rara mengangguk "Tidak mungkin Rara melupakan Bunda dan adik adik"


Rara beralih menatap ke sekeliling ruangan panti asuhan itu. Tempat dimana dirinya di besarkan. Beralih mmenatap pada Alea dan Rizal, juga adik adiknya yang lain.


Rara memeluk Alea dan Rizal, menepuk punggung mereka dua kali.


"Baik baik disini, jagain Bunda dan adik adik" kata Rara melepas pelukannya


"Iya Kak" jawab Rizal, Alea hanya mengangguk


"Adik adik Kakak pergi dulu ya, baik baik disini. Jangan pada nakal kasihan Bunda" kata Rara pada adik adiknya yang masih kecil


"Iya Kak" menjawab serempak


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam "


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Kehadiran Rara di rumah Ditya menambah suasana. Rara yang ceria dan supel membuat suasana dalam rumah ini terasa hidup.


Malam ini Rara sedang menunggu suaminya pulang. Nevan memang selalu pulang malam karna banyak pekerjaan yang harus di selesaikan selama Dia tidak ke kantor untuk menyiapkan pernikahan nya waktu itu.


Rara membuka ponselnya, melihat lihat media sosialnya. Dia mengerutkan keningnya saag melihat berita yang sebulan terakhir ini sedang jadi perbincangan hangat.

__ADS_1


Sebenarnya apa yang telah terjadi sampai sekolah itu di tutup? Gue jadi penasaran.


"Ahhh. Besok aja Gue tanyain sama Anya"


Rara turun dari tempat tidur. Berjalan keluar kamar untuk menunggu suaminya di lantai bawah. Ternyata Tiara juga sedang duduk di sofa ruang tengah, mungkin juga sedang menunggu suaminya.


"Mi" Rara duduk di sofa samping ibu mertuanya


Tiara menoleh dan tersenyum "Loh kok turun Ra?"


"Mau nungguin Nevan Mi" jelas Rara


"Mami kok belum tidur?" tanya Rara lagi


"Mami juga lagi nungguin Daddy" kata Tiara


Rara mengangguk "Kok pulang nya malem banget ya? Ini udah mau jam 9 loh Mi"


"Mungkin lagi banyak kerjaan Ra. Daddy kamu aja sampai haru ikut turun tangan kalau lagi banyak kerjaan kaya gini. Kalau enggak ngapain Daddy ikutan ke kantor. Mungkin lagi ada yang harus Daddy kamu periksa lagi" jelas Tiara


Tak lama kemudian Ditya dan Nevan sampai rumah. Terlihat wajah lesu dari keduanya. Tiara dan Rara langsung menyambut para suami mereka.


"Lagi banyak banget pekerjaan nya?" tanya Tiara pada suaminya


Ditya mencium pipi Tiara, tidak peduli di depan anak dan menantunya sendiri. Nevan sudah terbiasa dengan keromantisan orang tuanya.


Cup Cup


Seolah tidak mau kalah, Nevan juga mencium kedua pipi istrinya. Rara hanya diam dengan wajah memerah malu.


Anak sama Ayah sama aja. Tiara


"Semua udah beres Van, besok Daddy gak perlu ke kantor lagi. Masa tua Daddy ingin menghabiskan waktu bersama keluarga" kata Ditya tegas


"Iya Dad" Nevan juga menjawab dengan wajah datar

__ADS_1


Ini kenapa si? Anak sama Ayah sama sama tegas dan dingin gini. Rara


"Ya udah kalau gitu Rara sama Nevan ke atas dulu ya Mi Dad" pamit Rara


"Iya Ra" jawab Ditya tersenyum


Eh. Tapi kok sama Gue bisa tersenyum begitu? Aneh


Rara dan Nevan pergi ke lantai atas menuju kamar mereka. Nevan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Rara menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu. Lalu Dia duduk di pinggir tempat tidur.


Ceklek


Nevan keluar dari ruang ganti, sudah memakai pakaian tidur yang di siapkan istrinya. Mencium pipi Rara lalu duduk di samping istrinya itu.


"Udah makan malam?" tanya Rara menoleh ke arah suaminya


"Udah Sayang, tadi sekalian ada pertemuan dengan rekan bisnis" jelas Nevan


Rara mengangguk mengerti "Ya udah, ayo tidur"


"Tidur?" Nevan menaikan satu alisnya menatap pada Rara


Jangan lagi deh.


"Iya tidur" jawab Rara mulai gelisah


Nevan mendorong bahu Rara sampai terlentang di tempat tidur. Nevan mengukungnya dengan senyuman tipis.


"Kitakan gak ada waktu buat bulan madu Sayang. Jadi kita bulan madunya di rumah saja" kata Nevan menyeringai


Aku bersyukur karna tidak ada bulan madu. Kalau sampai ada sudah bisa di pastikan kalau kau tidak akan membiarkan ku keluar dari kamar.


Akhirnya Rara hanya bisa pasrah memenuhi keinginan suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2