
"Ayo anak anak semuanya keluar, kita akan melakukan olah raga di lapangan bawah" suara guru olah raga
"Baik Pak"
Anak anak kelas 10 SMA xx, Vera berjalan beriringan dengan Feni sahabatnya. Hari ini adalah hari pelajaran olah raga.
"Wahh ternyata Kak Tito lagi latihan basket" kata Feni antusias saat melihat kekasihnya sedang bermain basket di lapangan sebelah dengan lapangan tempat mereka melakukan olah raga.
"Apa mereka tidak masuk kelas ? Ko malah latihan basket?" Tanya Vera melihat ada Ardi juga disana
"Kan ini baru selesai ujian Nasional Ver, mungkin kelas 12 lagi masa bebas" jelas Feni. Vera hanya mengangguk
Di sisi lain Ardi yang sedang bermain basket bersama teman teman nya melirik seklias pada anak anak kelas 10 yang bari sampai di lapangan.
Tatapan matanya tertuju pada satu gadis yang sedang tertawa lebar bersama para teman teman nya. Gadis yang ceroboh, yang selalu membuatnya kesal dan marah jika bertemu dengannya.
Dia manis sekali jika tertawa seperti itu.
Ardi langsung menggelengkan kepalanya, mengusir fikiran tidak jelas dari kepalanya.
"Woyy lo kenapa Ar" teriak Tito
Ardi langsung tersadar dan melempar bola basket yang sejak tadi di pegangnya. Ardi berjalan ke kursi yang ada di sisi lapang. Tidak berniat melanjutkan permainan basketnya.
"Ada apa sama gue? Kenapa gue terus melihat cewe manja itu" gumam Ardi
Ardi pun merasa aneh saat Dia terus memperhatikan gerak gerik gadis itu. Ada rasa aneh di dalam hatinya, Ardi pun tidak tahu perasaan apa itu.
Tito dan teman teman nya melanjutkan bermain basket tanpa memperdulikan Ardi yang sudah berhenti bermain.
"Lempar Bro" teriak Tito pada temannya
__ADS_1
Tito sudah bersiap siap untuk menerima lemparan bola dari temannya. Namun saat bole di lempar, Tito terbengong saat bola basket itu malah terlempar jauh ke belakangnya.
Bugh
"Awww"
Vera yang sedang berjalan di samping lapangan basket langsung mengaduh dan memegangi kepalanya yang terlempar bola basket dengan sangat keras. Tatapan mata Vera mulai berkunang kunang, semuanya berputar.
Brukk
"Veraaa" teriak Feni langsung berlari menghampiri sahabatnya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Ardi sudah berada di samping Vera dan langsung menggendongnya.
"Fen" panggil Tito yang melihat kekasihnya masih diam mematung
"Kak, aduh Vera gak papa kan?" Feni baru tersadar dari keterkejutan nya. Dia langsung berlari menyusul Ardi yang pasti membawa Vera ke UKS. Tito mengikutinya dari belakang.
Di UKS Ardi langsung membaringkan tubuh Vera di atas tempat tidur single yang ada disana. Ardi bingung harus melakukan apa, Dia juga merasa bingung dengan sikapnya yang refleks begitu saja berlari ke arah Vera dan menggendong nya.
Ardi menggoyang goyangkan tangan Vera. Dia benar benar panik, ini pertama kalinya Dia menghadapi orang oingsan. Ardi tidak tahu harus berbuat apa?
"Masa iya gue harus kasih Dia nafas buatan" gumam Ardi.
Dia sering mendengar kalau orang pingsan harus di kasih nafas buatan agar cepat sadar. Itulah yang sekarang ada di fikiran Ardi.
"Tapi masa iya gue kasih Dia nafas buatan. Ahh bodo amat"
Dengan ragu ragu Ardi menjepit hidung Vera dan mendekatkan wajahnya ke arah Vera. Ardi membuka mulit Vera dan langsung memberikan nafas buatan.
Kenapa mulutnya wangi gini, manis juga.
Percobaan pertama belum berhasil, di percobaan kedua baru Vera terbatuk batuk. Ardi langsung menjauhkan wajahnya, takut kalau Vera tahu apa yang telah di lakukan nya barusan.
__ADS_1
"K..kak Ardi" gumam Vera
"Iya, lo gak papa?"tanya Ardi dingin, Dia mencoba menetralkan perasaan nya yang tiba tiba bergemuruh saat tadi Dia mencium bibir Vera.
Vera mengerutkan keningnya saat kepalanya terasa pusing. Dia baru ingat apa yang terjadi padanya tadi di lapangan. Vera mencoba bangun, tapi kepalanya masih terasa pusing. Ardi langsung membantu Vera untuk duduk.
"Kalo masih lemah diem aja" kata Ardi dingin
"Makasih Kak, sudah menolong ku" kata Vera
"Hemm. Jangan GR dulu, gue nolongin lo karna temen gue yang gak sengaja melempar bola ke arah lo" kata Ardi ketus
"Iya Kak, Vei tahu" kata Vera lirih
Ardi sudah mau membuka mulutnya, namun langsung berhenti saat melihat Feni dan temannya Tito. Feni langsung berlari ke arah Vera.
"Ver kau tidak papa kan? Apa perlu kita ke rumah sakit? Kalau Kaka mu tahu bagaimana Ver?"tanya Feni
"Jangan kasih tau Kak Rafa Fen, aku gak papa ko" kata Vera
Feni hanya mengangguk mengerti, Dia tahu bagaimana kakanya Vera yang begitu posesif.
"Lo mau kemana Ar?"teriak Tito saat melihat sahabatnya itu pergi keluar dari UKS
"Cabut, malas gue lama lama satu ruangan sama cewe manja" kata Ardi ketu
Tito hanya menggelengkan kepalanya, sudah merasa jengah dengan sikap Ardi yang selalu menjaga jarak dari smeua wanita.
Sampai kapan lo akan begini Ar.
Bersambung
__ADS_1