Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 89


__ADS_3

"Hai Tia" sapa Bima and the geng bersamaan.


Lagi lagi Tiara hanya bisa tersenyum kaku "Hai"


"Gimana bunga dari aku?" David


"Coklatnya udah kamu makan?" Gibran


"Bunga mawar dari aku gimana Tia? Baguskan?" Bima


"Gaklah lebih bagusan bunga dari aku. Iyakan Tia?" Yoga


"Suratnya udah kamu baca?" mereka berkata dengan serempak


Tiara melongo, bingung harus jawab apa? Mereka benar benar menanyakan itu dengan saling mendelik tajam.


Aku harus jawab apa?


"Ekhem. Ekhem" suara deheman dari Dea menyadarkan Tiara dari lamunan nya.


Tiara menghembuskan nafas kasar "Jadi gini, kayanya ada yang harus aku jelaskan pada kalian"


"Apa??" tanya mereka serempak


Tiara kembali menghela nafas "Sebenarnya aku sudah punya suami dan dua orang anak"


Mereka terdiam, saling pandang lalau tertawa terbahak bahak karna menganggap apa yang di ucapkan Tiara adalah kebohongan agar mereka tidak lagi mendekatinya.


"Kau jangan bercanda Tia, Hahaha. Gak mungkin kau sudah menikah" kata Gibran


"Iya Tia, ini terlalu tidak masuk akal." David menimpali


"Lagian kita akan bersaing secara sehat ko buat dapetin hati kamu. Jadi kau tidak perlu melakukan ini agar kami menghentikan ini semua" jelas Bima

__ADS_1


Aduhh gimana ini? Kenapa mereka tidak percaya.


Dea, Alin dan Mia hanya bisa menahan tawa saat Tiara bingung harus menjawab apa pada kelima pria aneh ini.


"Bu...bukan begitu, tapi aku memang benar benar sudah menikah dan mempunyai dua orang anak" kata Tiara tidak mau menyerah untuk menjelaskan semuanya.


"Sudahlah Tia, kita tidak akan percaya" kata Gibran yang di angguki yang lainnya.


Tiara menghembuskan nafas berat, menatap pada teman teman nya meminta bantuan. Bukan nya membantu Dea dan yang lainnya hanya mengangkat bahu.


"Kalau kalian tidak percaya tanyakan saja pada Dea, aku menikah dengan Kakaknya Dea" jelas Tiara


"Hahaha. Sudahlah Tia, jangan terus bercanda. Mana mungkin gadis belia kaya kamu menikah sama kakanya Dea" kata Yoga tertawa lucu


Gimana lagi caranya aku menjelaskan. Sehari bisa aku menutupi ini dari Mas Ditya, tapi kalau kelamaan aku takut Mas Ditya akan tahu. Aaaa


Tiara mulai frustasi, menghadapi pria pria labil seperti ini memang sangat sulit. Tiara melirik kesal pada Dea yang hanya diam seperti menikmati pertunjukan di depan nya.


"Aku itu lebih tua dari kalian, umurku sudah 23 tahu" kata Tiara mulai kesal


"Hahaha. Terserah kau mau bilang apa Tia, yang jelas kita gak akan berhenti berjuang untuk mendapatkan hatimu" kata David langsung pergi di ikuti yang lainnya.


"Dea, kenapa kamu diem aja? Aku bingung tau harus jelasin kaya gimana lagi sama mereka. Kamu taukan gimana posesifnya Kakak kamu itu De" Tiara mulai mengomel kesal pada adik iparnya


"Dea juga bingung Kak, mereka tetep gak akan percaya kalau gak ada buktinya" jelas Dea


Tiara menghembuskan nafas kasar "Masa iya aku harus bawa buku nikah De?"


"Hahahaha" Dea dan yang lainnya tidak bisa menahan tawa lagi melihat kepolosan Tiara.


"Kenapa kalian ketawa?" tanya Tiara bingung


"Emangnya apa yang mau Kaka lakuin dengan buku nikah itu? Di pikir mereka penjaga hotel yang harus memperlihatkan buku nikah kalau mau menginap berdua. Gak segampang itu Kak" kata Dea

__ADS_1


"Benar juga. Terua aku harus gimana?" Tiara menyembunyikan wajahnya dia atas meja, benar benar frustasi dengan kelima pria aneh itu.


"Gini aja, seminggu lagi kan ada acara pentas seni di kampus kita. Kaka bawa aja Kak Ditya sama si kembar, biar mereka percaya kalau Kaka sudah mempunyai keluarga" usul Dea


Tiara terlihat berfikir sebentar "Tapi kalau Kakakmu kesini, itu artinya Dia akan tahu kalau selama ini aku di deketin para pria aneh tadi. Bisa lebih gawat lagi De"


"Iya juga ya, tapi kalau Kakak bawa buku nikah lebih gak mungkin lagi. Mereka gak akan mau dengar penjelasan Kakak" kata Dea ikutan bingung


Alin dan Mia hanya jadi penyimak saja. Tidak tahu harus memberi saran apa. Tiara dan Dea menghela nafas secara bersamaan.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Malam hatinya Tiara baru saja selesia menidurkan kedua anaknya di kamar mereka. Setelah mereka tidur maka akan di temani oleh pengasuhnya.


Tiara kembali ke kamar, melihat suaminya sedang duduk menyandar di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


"Mas" Tiara berjalan menghampri Ditya, naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping suaminya.


"Anak anak sudah tidur sayang?" tanya Ditya masih fokus pada layar ponselnya.


Tiara mengangguk "Sudah Mas"


Tiara menyandarkan kepalanya di bahu Ditya. Masih memikirkan bagaimana caranya membuat kelima pria itu menyerah untuk mendekatinya.


Ditya menyimpan ponselnya lalu mencium kepala Tiara "Kenapa? Kayanya kamu banyak fikiran?"


Tiara menggeleng "Enggak papa ko, cuma lagi capek aja"


"Ya udah kalau gitu ayo kita tidur" kata Ditya lagi


Tumben langsung ngajakin tidur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2