Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 64}


__ADS_3

Sudah satu minggu Nevan dan Rafa mencari keberadaan Rara dan Anya. Keduanya di buat frustasi saat tidak kunjung menemukan keberadaan dua gadis itu.


"Kita harus cari mereka kemana lagi Van?" tanya Rafa frustasi


"Hah. Aku juga bingung Raf"


Nevan dan Rafa kembali terdiam. Memikirkan kemana kira kira mereka harus mencari keberadaan dua gadis itu.


"Raf, kenapa gak coba kita cari ke tempat yang dulu pertama kali kita ketemu sama Anya. Yang waktu kita di serang preman jalanan" kata Nevan baru teringat dengan kejadian yang sudah lama itu.


Rafa mengerjap " Benar juga, kenapa aku tidak kefikiran si. Sekarang kita kesana"


Nevan mengangguk, mereka langsung berjalan keluar dari ruangan Nevan. Padahal waktu sudah malam, tapi keduanya ingin segera menemukan Anya dan Rara.


Semenjak hari itu, Rafa dan Nevan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Kadang mereka sampai menginap di kantor.


Rafa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka ingin segera bertemu dengan dua wanita pemilik hatinya. Entah kenapa hati keduanya yakin kalau dua wanita yang di carinya berada di tempat itu.


Mobil berhenti tepat di tempat dulu Anya datang dan menolong mereka. Mereka turun dari mobil dan melihat ke sekitar mencari sosok Anya dan Rara.


"Van, mereka gak ada? Apa mereka emang gak tinggal disini ya?" kata Rafa mulai putus asa


Nevan menghela nafas "Ya udah sekarang kita pergi aja Raf. Udah malem juga, takut kalau ada preman lagi"


Saat mereka berbalik dan akan kembali ke dalam mobil. Keduanya di buat terkejut dengan dua orang pria bertubuh besar.


Tunggu dulu, Rafa dan Nevan seperti pernah melihat wajah mereka. Benar, ini adalah preman yang dulu menyerang mereka. Mungkin dua preman ini ingin balas dendam pada Nevan dan Rafa.


"Mau apa kalian?" tanya Nevan menatap dua pereman itu

__ADS_1


"Hahaha. Kalian yang dulu pernah datang kesini kan? Wahh. Masih berani kalian datang ke sini lagi"


Nevan dan Rafa saling pandang. Mereka sudah bersiaga takutnya kalau dua preman itu menyerang mereka secara tiba tiba.


Rafa dan Nevan terbelalak saat melihat ada tiga orang preman lagi yang datang. Rupanya dua preman ini mengajak tiga orang teman nya.


Tanpa aba aba kelima preman itu langsung menyerang Rafa dan Nevan. Rafa dan Nevan jelas kewalahan karna mereka kalah jumlah. Keduanya mulai kehabisan tenaga melawan lima preman yang berbadan besar itu.


Saat Nevan sudah mulai kewalahan mengahadapi tiga preman sekaligus. Tiba tiba datang seorang wanita yang langsung menendang punggung salah satu preman itu.


"Kalian belum tobat juga Paman" teriak Rara


"Rara, Anya. Kenapa kalian selalu ikut campur urusan kita" teriak preman yang ditendang oleh Rara


Anya sudah melawan salah satu dari mereka. Nevan dan Rafa tetkejut sekaligus bahagia karna bisa menemukan dua orang yang mereka cari selama ini.


"Sialan kau"


Preman itu bangun dan langsung mengerang Rara. Mereka berkelahi, kemampuan Rara dan Anya tidak perlu di ragukan lagi dalam beladiri.


Di sisi lain ada Alea yang sedang menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan komplotan preman yang meresahkan warga itu.


Selesai menelpin Alea ikut bergabung dengan kakak kakanya. Kini mereka seimbang, lima lawan lima.


Suara mobil polisi membuat para preman itu ketakutan dan menghentikan perkelahian. Di saat mereka akan kabur langsung di tahan oleh Rara, Anya dan Alea.


"Mau kemana Paman? Sepertinya kalian merindukan tempat itu" kata Rara tersenyum mengejek


"Awas kau Rara, kalian selau saja mencampuri urusan kita"

__ADS_1


Kelima preman itu di borgol polisi dan langsung di masukan ke dalam mobil polisi. Setelah mobil polisi pergi. Rara, Anya dan Alea mengusap kening mereka yang berkeringat.


"Udah bau tanah bukan nya tobat malah makin menjadi. Haha" kata Alea


Rara dan Anya ikuta tertawa. Mereka belum menyadari kalau yang mereka tolong adalah Nevan dan Rafa. Terlalu sibuk berkelahi, mereka tidak sempat memperhatikan siapa siapa yang mereka tolong.


Ketiga gadis itu berbalik, Rara dan Anya langsung diam terpaku saat melihat Nevan dan Rafa yang berdiri di depan mereka.


"Nya. Kok Gue gak sadar kalau yang kita tolong adalah mereka" bisik Rara


"Sama Ra, Gue juga gak sadar" bisik Anya


"Woyy. Lo berdua malah bengong si. Ayo pulang" kata Alea menyadarkan mereka


"Eh. I...iya ayo kita pulang" kata Rara gugup


Nevan dan Rafa berjalan menghampiri mereka. Rafa sudah tidak bisa lagi menahan rindu pada kekasihnya itu. Tanpa aba aba Rafa langsung memeluk Anya dengan erat. Melepaskan rasa rindunya selama ini.


"Heh. Lepasin Kakak Gue " teriak Alea


"Shutt. Diem aja, cowok itu pacarnya Anya" kata Rara mencegah Alea yang akan manarik Rafa yang sedang memeluk Anya.


Alea terbelalak kaget "Beneran ? Jadi ini yang namanya Ra... Ra.... Siapalah Gue lupa"


"Rafa dodol" kata Rara menoyor kepala Alea


Nevan hanya diam menatap dan mendengarkan perdebatan Rara dan Alea. Rafa dan Anya pun masih belim berbicara apapun. Keduanya masih diam.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2