
Setelah hari pertengkaran waktu itu bersama Aulia. Desi semakin menjauh dari Rafa. Meskipun tidak terlalu memperlihatkan kalau Dia menjauhinya.
Tapi Desi semakin cuek, Dia berharap kalau Rafa bisa melupakan perasaan nya.
Desi cukup tahu kalau Rafa memang mempunyai perasaan lebih padanya. Walaupun Rafa belum jujur dan mengatakan perasaan nya.
Semakin hari Aulia semakin dekat dengan Nevan. Sudah hampir dua bulan mereka saling mengenal. Bahkan Aulia sudah tidak malu malu lagi saat jalan berdua dan bergandengan tangan.
Hari weekend di aparteman Rafa dan Nevan sedang duduk di ruang tengah. Nevan sedang menceritakan rencananya pada Rafa.
"Ini udah aku siapin cincin sepasang buat nanti aku melamar Aulia. Kau merestui kan kalau aku bersama adik sepupumu?" kata Nevan, membuka kotak cincin yang terdapat dua cincin di dalam nya.
Rafa mengambil salah satu cincin yang berada di dalam kotak cincin itu. Melihat lihat cincin itu dan Dia menemukan nama Aulia di dalam lingkaran cincin itu.
"Kau desain sendiri nih cincin? Kok bisa ada nama Aulianya di dalam cincin ini?" kata Rafa menatap Nevan
Nevan tersenyum "Iya, ini cincin yang buat aku. Dan yang buat Aulia ada nama akunya. Gimana baguskan?"
Rafa mengangguk "Bagus Van, aku juga mau bikin yang kaya gini ah nanti pas lamar Desi"
"Ish kau nanti dululah, sekarang aku dulu yang melamar Aulia. Jadi pas nanti kita selesai kuliah kita bisa langsunh nikah" kata Nevan
Rafa mengangguk "Tentu saja dan itu pasti membuat orang tua kita bahagia. Hehe. Bener gak?"
"Hmm. Terus kapan kau akan melamar Aulia?" tanya Rafa
"Minggu depan, pas hari ulang tahunnya" kata Nevan
Rafa mangut mangut mengerti "Nanti aku aku bantu ya untuk mempersiapkan semuanya"
__ADS_1
Nevan langsung merangkul bahu Rafa "Makasih ya Raf"
Rafa mengangguk "Iya sama sama, asalkan nanti kau juga bantuin aku saat aku mau melamar Desi"
"Tentu saja"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Rafa duduk bersandar di tempat tidur sambil menempelkan ponselnya di telinga. Dia sedang telponan dengan wanita yang selama ini mengisi relung hatinya.
"Hah, jadi Kak Nevan mau melamar Aulia minggu depan? Beneran Kak?" terdengar suara kaget dari sebrang sana.
"Iya Des, kenapa kau terdengar kaget kaya gitu?"
"Eng..enggak papa kok Kak, aku cuma kaget aja kalau Kak Nevan bener bener serius sama Aulia"
Rafa mengangguk "Tentu saja, ini adalah kali pertama Nevan jatuh cinta"
Cukup lama mereka mengobrol, sampai akhirnya mereka mengakhiri telpon itu.
Desi mendudukan tubuhnya di pinggir tempat tidur "Ini gak boleh terjadi. Aku gak akan biarin Nevan sampai melamar Aulia"
"Aku harus bisa gagalin semuanya. Gak peduli kalau Aulia bakal bilang sama Gilang. Aku akan coba jelaskan sama Dia. Arghh kenapa aku harus terikat sama permainan Aulia sih"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Aulia menggeram kesal saat mendengar ucapan Desi. Dia tidak sengaja melewati kamar Desi yang pintunya tidak tertutup rapat.
Aulia mendengar semuanya, tentang Nevan yang akan melamarnya dan tentang Desi yang akan mengagalkan rencana Nevan.
__ADS_1
Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Nevan. Aku juga tidak bisa melepaskan Mikchael. Aku menyukai keduanya dan aku tidak mau kehilangan keduanya.
Aulia kembali berjalan ke kamarnya. Dia sudah menyusun berbagai rencana untuk menghalangi Desi agar tidak mengagalkan semuanya.
Aulia.
Desi melihat ke arah pintu kamar. Dia melihat bayangan yang sudah berlalu. Dia yakin kalau itu adalah Aulia karna tidak ada siapa pun lagi yang tinggal di apartemen ini.
Desi segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Desi cukup tahu bagaimana sifat Aulia. Jadi Dia mengantisipasi semuanya sebelum semuanya benar benar kacau.
"Baiklah, kau harus banget datang ya. Nanti kau akan tahu sendiri apa yang tejadi"
Setelah mendapat jawaban dari sebrang sana Desi segera mematikan sambungan telponnya. Dia kembali menghubungi seseorang.
"Hallo sayang"
Dea tersenyum saat mendengar suara seseorang yang sangat di rindukannya.
"Sayang kau bisa datang ke sini minggu depan. Ada yang mau aku ceritakan sama kamu tentang Aulia. Selain itu aku juga sangat merindukanmu"
"Baiklah, aku akan kesana. Karna Kak Amel sama Kak Imran masih belum kembali berbulan madu"
Desi mengangguk "Baiklah, aku akan menunggu"
Desi menatap ponselnya, Dia sudah yakin dengan semua keputusan nya.
"Seandainya aku tidak di titipkan untuk menjaga Aulia oleh kakak iparku. Mungkin aku tidak akan terlibat semua ini"
Bersambung
__ADS_1
Kehancuran Nevan dan Rafa sudah di depan mata. Nantikan kelanjutan nya ya. Terimakasih 🐥🐥