
Sudah dua hari Rara menggunakan tongkat karna kakinya masih terasa sakit dan gifs nya pun belum di lepas. Rara yang biasanya selalu mengerjakan apapun kini harus berdiam diri di kamar. Tentu saja Dia sangat bosan.
"Nya, Lo ajarin Gue jalan ya. Gue yakin kalo Gue udah bisa jalan, kita coba ya" kata Rara penuh semangat
"Ck. Gue takut kalau pacar Lo marah Ra. Lo denger sendirikan apa yang Nevan bilang ke Gue" kata Anya
"Jangan membantu Rara kalau Dia memaksa ingin berjalan tanpa di dampingi dokter. Nanti ada jadwalnya untuk Rara belajar jalan bersama dokter"
Seperti itulah peringatan Nevan pada Anya. Nevan sepertinya tahu bagaimana sifat Rara yang selalu bosan jika hanya diam saja tanpa melakukan apapun.
"Tapikan sekarang Dia gak ada disini Nya. Lagian Lo gak akan kemana mana sekarang kan?"kata Rara
"Enggak si. Nanti sore baru Gue pergi untuk melihat semua persiapan pernikahan Gue sama Rafa" jelas Anya
"Sama siapa Lo pergi?" tanya Rara menoleh sekilas ke arah Anya.
"Katanya sama Mamanya. Karna Rafa lagi banyak yang harus Dia urus" jelas Anya. Rara hanya mengangguk mengerti.
"Ya udah kalo gitu Gue keluar dulu ya. Mau bantuin Bunda, bentar lagi waktu makan siang" kata Anya
"Ya udah, Gue juga mau ke depan liat anak anak" kata Rara
"Lo di kamar aja deh, biasanya kan Nevan bakalan kesini pas jam makan siang. Kalo Dia sampe liat Lo di luar, pasti baka marah Ra" kata Anya
"Ahh. Gue cuma bentaran kok Nya, sebelum Nevan kesini Gue udah kembali ke dalam panti" kata Rara memaksa
Anya hanya bisa pasrah saat melihat Rara yang sudah berjalan pincang ke arah pintu kamar dengan menggunakan tongkatnya.
Rara melihat anak anak masih asyik bermain di sana. Rara menghampiri mereka dan ikut bermain di sana.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Rara dan yang lainnya menoleh ke arah pagar rumah yang terbuka. Ternyata Rizal yang baru pulang sekolah.
"Kak" Rizal menyapa kakanya juga adik adiknya
"Zal, capek gak?" tanya Rara
"Kenapa emangnya Kak?" tanya Rizal heran
__ADS_1
"Bantuin Kakak belajar jalan ya. Kayanya kaki Kakak udah baik baik aja deh" jelas Rara
Rizal mengangguk"Oke"
Setelah berganti pakaian, Rizal pun membantu Rara untuk belajar berjalan.
Mungkin memang dasarnya Rara ini adalah gadis kuat, jadi Dia sudah mulai bisa melangkah tanpa tongkat meakipun kakinya masih terasa nyeri.
"Zal, buka aja kali gifs nya udah gak terlalu sakit banget kok" kata Rara
"Terserah Kakak aja, yang penting Kakak gak sakit" jawab Rizal santai
Rara duduk di rerumputan yang ada di pelataran panti. Membuka gifs yang terpasang di kakinya. Dan mulai belajar berjalan lagi dengan di bantu oleh Rizal.
"Tuhkan Kakak udah bisa berjalan Zal. Kaki Kakak juga udah aman kayanya" kata Rara antusias sambil terus melangkahkan kakinya menuju Rizal
"Iya Kak. Gue seneng liat Lo udah bisa jalan lagi" kata Rizal tersenyum
Rara terus berjalan lebih cepat lagi sampai Dia tidak bisa menahan tubuhnya yang limbung dan .....Bruk.... Rara jatuh di pelukan Rizal yang mencoba menahannya agar tidak jatuh ke tanah.
"Pelan pelan aja Kak, gak usah cepet cepet kaya gitu" kata Rizal
Rizal pun membantu Kakaknya untuk duduk di rerumputan. Tidak melihat kalau ada seseorang yang rahangnya sudag mengeras melihat adegan tadi.
Cih
"Assalamualaikum"
Deg
Itukan suara...
"Wa..Wa...alaikumsalam"
Rara menoleh ke belakang dan benar saja dugaan nya. Seorang pria berdiri dengan tatapan menajam ke arahnya.
"Waalaikumsalam" Rizal ikut menjawab salam
"Kak, Gue masuk dulu ya" pamit Rizal
Rara hanya mengangguk dengan mata yang masih menatap pada kekasihnya. Nevan ikut duduk di samping Rara, tidak memperdulikan jika setelan kantornya akan terkotori.
__ADS_1
Mengelus kepala Rara "Senang belajar berjalan nya?"
Deg
Rara diam, bingung harus menjawab apa. Mengingat bagaimana posesifnya Nevan padanya. Rara takut salah bicara.
"Saking senengnya sampe peluk peluk kaya gitu" kata Nevan lagi
Aaaa. Udah pasti Dia liat semuanya. Gimana dong cara jelasinnya.
"Sa...Sayang, sejak kapan kamu ada disini?" tanya Rara mencoba mengalihkan pembicaraan
Nevan tersenyum sinis "Gak usah ngalihin pembicaraan. Aku liat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau selingkuh dengan pria lain"
Heh. Jangan asal ngomong dong, masa selingkuh sama anak SMP.
"Sayang, aku gak selingkuh kok. Lagian Rizal kan adik aku" jelas Rara
Lagian siapa juga yang berani selingkuhin kamu.
"Mau itu adikmu atau siapa pun. Aku akan tetap menganggapnya adalah laki laki. Dan kau juga sudah melanggar aturan ku untuk tetap berada di dalam panti dan jangan belajar berjalan dulu bila tidak di dampingi dokter"
Nevan mengoceh mengingatkan semua kesalahan yang telah kekasihnya perbuat.
"Sayang gak gitu, aku udah bisa jalan kok. Beneran" kata Rara meyakinkan
"Tapi kau belum boleh buka gifs nya sekarang. Kenapa udah di buka?" tanya Nevan tajam
Aduhhh. Lupa Gue kalau pacar Gue protektif banget.
"Udah sembuh kok, jadi gak perlu di gifs lagi" kata Rara tersenyum
"Sekarang kita ke dokter untuk cek keadaan kaki kamu itu" kata Nevan langsung menggendong Rara
"Sayang aku gak mau. Lagian aku belum izin sama Bunda. Aku juga udah bisa jalan sendiri" Rara berontak dalam gendongan Nevan
"Almeira Shafira" kata Nevan penuh penekanan
Rara langsung diam, jika Nevan sudah memanggil nama lengkapnya maka kekesalan Nevan sudah berada di puncak nya. Jadi Rara harus diam dan menuruti semua kamauan Nevan.
Bersambung
__ADS_1