Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Prat 13}


__ADS_3

"Maafkan aku Bang, aku tidak tahu kalau ternyata ibu sangat menyayangiku" kata Ardi lirih


Angga tersenyum tipis mendengar kata 'Bang' dan 'Ibu' dari mulur Ardi. Baru kali ini Ardi mau memanggil Ibu dan Abang pada Angga.


Angga berdiri dab berjalan ke arah Ardi. Menepuk bahunya "Aku sudah memaafkan mu, Ibu juga pasti sudah memaafkan mu. Apa bisa kita mulai semuanya dari awal? Menjadi keluarga yang harmonis sperti keinginan Papa, Ibu dan tante Keyla"


Ardi tersenyum dan langsung memelik kakanya "Iya Bang, kita mulai semuanya dari awal"


Angga tersenyum, menepuk punggung Aradi. Kini Dia bisa bernafas lega karna sudah mengeluarkan segala kekesalan nya dan juga sudah membuka mata hati adiknya agar tidak terus terusan membencinya dan juga ibunya.


Ardi melepaskan pelukan nya, mengusap ujung matanya yang sedikit berair.


"Bang aku mau ketemu sama Ibu, aku mau minta maaf sama Dia" kata Ardi


Mata hatinya sudah terbuka, Ardi sadar sekarang bahwa tidak ada yang perlu di salahkan dalam hal ini. Semuanya sudah takdir dari Tuhan. Ardi hanya perlu menerima dan menjalaninya dengan baik.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Aisyah dan Gibran sedang duduk di ruang tamu. Aisyah tahu kalau suaminya pasti kefikiran tentang anaknya Ardi.


"Angga mana Bu?" tanya Gibran


"Angga lagi di kamar Ardi" jelas Aisyah


Gibran mengerutkan keningnya "Ngapain?"


Aisyah tersenyum "Angga hanya ingin bicara sama Ardi. Dia ingin Ardi mengerti dengan keadaan orang tuanya. Bukan kita yang mau tapi takdirlah yang telah membawa kita ke titik ini"


Gibran tersenyum, Dia bangga memiliki istri dan anak seperti Angga. Pemikiran nya selalu dewasa dan selalu memakai logika bukan hanya perasaan saja. Meski begitu Gibran tetap mencintai mendiang istrinya, Keyla. Tapi Dia juga sudah mencintai Aisyah sebagai istri pengganti untuknya.

__ADS_1


"Pa, Bu"


Gibran dan Aisyah menoleh, mereka terbelalak melihat Ardi sudah berdiri di samping sofa yang mereka duduki.


Apa tadi Ardi memanggilku Ibu?


Semua semakin terkejut saat Ardi tiba tiba berlutut di depan Aisyah. Ardi meraih tangan Aisyah dan menciumnya.


"Bu maafkan Ardi, aku sudah salah faham selama ini. Maafkan aku yang tidak tahu kebenaran nya. Maafkan Ardi" kata Ardi tulus


Aisyah dan Gibran Diam, merasa terkejut dengan apa yang di dengar dan di lihat saat ini. Angga hanya tersenyum melihat adiknya sudah benar benar berubah.


Aisyah tersenyum dan mengelus kepala putranya yang berada di pangkuannya.


"Ibu sudah memaafkan mu, maafkan Ibu juga karna tidak memberi tahukan kebenaran nya selama ini" kata Aisyah lembut


Ardi mendongak, menatap wajah teduh ibunya "Terimakasih karna Ibu sudah mau memaafkan Ardi"


Ardi mengangguk, kini Dia merasakan ada kelegaan di hatinya. Benar kata orang, memaafkan lebih indah dari pada menyimpan dendam.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Hari libur semester di manfaatkan oleh Nessa dan Nevan untuk bersantai di rumah bersama ibu tersayang nya.


Nevan tiduran di sofa dengan paha ibunya sebagai bantalan. Dia memang sangat manja pada Tiara, berbeda dengan Nessa yang lebih dekat dengan ayahnya.


"Mi katanya Hitta mau kesini, pengen liburan disini. Di rumah Opa uyut" kata Nevan masih asyik dengan ponselnya


"Bagus dong, biar Opa ada teman nya. Kapan Hitta datang kesini?" tanya Tiara mengelus kepala putranya

__ADS_1


"Besok katanya" kata Nevan yang memang sedang chatan dengan Hitta, adik sepupunya.


"Hmmm. Ya udah kalau gitu besok kan weekend Daddy kalian juga pasti ada di rumah. Kita pergi ke rumah Opa uyut ya" kata Tiara


"Oke" jawab Nessa yang dari tadi fokus pada ponselnya


"Assalamualaikum"


Ditya baru pulang dari kantor, Dia langsung masuk dan menghampri keluarganya.


"Waalaikumsalam"


Ditya berjalan ke arah istrinya dan mencium puncak kepala istrinya dan Tiara pun mencium punggung tangan suaminya.


"Ihh bangun dulu Van, Mami mau ambilin minum buat Daddy kamu" kata Tiara kesal karna putranya masih nyaman tiduran di pangkuan nya.


"Iya kamu ini sudah besar Van, masih aja manja sama Mami kamu" kata Ditya menggelengkan kepalanya


"Udah biar Ness aja yang ngambil minum buat Daddy" kata Nessa langsung berlalu ke dapur


"Bangun dulu Van, Ya Allah" kata Tiara mengangkat paksa kepala Nevan dari pangkuan nya


"Ck Mami ini, Nevan kan lagi nyaman ihh. Gara gara Daddy nih" kata Nevan merajuk


"Yeee ko gara gara Daddy si"


Berganti Ditya sekarang yang merebahkan tubuhnya di pangkuan Tiara. Ditya mengenggam tanga istrinya dan menciumnya.


Ck gak anak gak bapak sama aja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2