Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 28


__ADS_3

Meta menatap tidak percaya pada rumah mewah di depan nya. Semalam Tiara mengirimkan alamat rumahnya ke Meta. Dan sekarang disinilah Dia berdiri di depan rumah mewah.


"Gila ini sih aku gak mungkin salah lagi. Suami Tiara beneran Ditya calon tunangan nya Celin. Tapi sepertinya Tiara tidak tahu deh. Wahh ini kesempatan untuk aku memisahkan Tiara dan Ditya juga memisahkan Ditya dengan Celin. Dan nanti Ditya bakalan sama aku"


Meta pun melangkah masuk setelah di buka kan gerbang oleh dua penjaga rumah Tiara. Meta menatap sekeliling yang sangat luas.


"Tiara beneran jadi sultan sekarang. Tapi tenanglah semuanya tidak akan lama"


Ting tong


Meta pun akhirnya menekan bel, tak lama kemudian pintu di buka oleh Bi Esih.


"Nona Meta ya?" kata Bi Esih


Meta mengangguk "Iya Bi"


"Silahkan masuk Nona" Bi esih membukakan pintu lebih lebar lagi dan mempersilahkan Meta masuk dan Dia pun ikut masuk.


"Silahkan duduk Nona, biar Bibi panggilkan Nona Tiara dulu" kats Bi Esih berlalu pergi ke lantai atas


Meta menatap ke sekkeliling rumah Tiara yang di penuhi oleh barang barang mewah yang pastinya sangat mahal.


"Kenapa hidupnya bisa seberuntung ini? Sudahlah ini tidak akan bertahan lama" gumam Meta


"Mbak sudah lama" Tiara menuruni tangga di ikuti Bi Esih di belakang nya.


Tiara duduk di sofa depan Tiara "Bi tolong buatkan minum ya"


Bi Esih mengangguk dan pergi ke dapur untuk membuatkan minum. Di ruang tamu Meta dan Tiara masih saling diam. Meta sedang menyusun rencana agar Tiara bisa percaya padanya.


"Tia suamimu kemana?" tanya Meta membuka pembicaraan

__ADS_1


"Kerja Mbak" jawab Tiara tersenyum manis


"Ohhh, Tia kamu kenal dimana sama suami kamu?" tanya Meta mulai mengorek informasi tentang Ditya


Tiara tersenyum mengingat pertama kali mereka bertemu. Tiara menceritakan awal pertemuan dirinya dan Ditya sampai mereka pacaran dan memutuskan untuk menikah.


Meta kini mengerti kalau memang Tiara tidak tahu apa apa tentang Ditya. Tidak tahu latar belakang Ditya. Di tambah lagi Ditya yang sekarang memimpin perusahaan Fendra.Corp belum di publis.


"Apa waktu pernikahan kalian keluarga suamimu datang?" tanya Meta


Tiara menggeleng dan masih bisa tersenyum "Kata Mas Ditya keluarganya ada diluar kota dan tidak bisa datang karna kesibukan mereka"


Meta menyipitkan matanya "Apa kamu percaya Tia? Bisa saja kan kalau Dia berbohong "


"Maksud Mbak apa?" tanya Tiara mulai tidak tenang


Dasar bodoh, kau gampang sekali di bohongi.


"Kau ini benar benar bodoh ya Tia, kau percaya kalau suami mu itu mencintai mu. Bukan hanya memanfaatkan kepolosan mu?" kata Meta


"Bukan maksud aku menghasutmu Tia, tapi cobalah pake logika mu" kata Meta


Tepat pada saat itu Bi Esih datang dengan nampan berisi minuman dan beberapa cemilan.


"Silah kan minumnya Nona" Bi Esih menyimpan minuman di atas meja depan Meta dan Tiara


"Terimakasih Bi" kata Meta sementara Tiara hanya diam melamun membuat Bi Esih sedikit bingung melihat nya.


"Ya sudah kalau begitu Bibi permisi dulu Nona" kata Bi Esih kembali melirik Tiara


"Ehh iya Bi, terimakasih " Tiara baru sadar dari lamunan nya.

__ADS_1


Setelah Bi Esih pergi, Meta meminum minuman yang di sediakam Bi Esih tadi. Meta berdiri dan duduk di samping Tiara. Dia mengusap punggung tangan Tiara.


"Dimana suamimu bekerja? Dan sebagai apa?" tanya Meta


"Di perusahaan Fendra.Corp hanya sebagai karyawan biasa" jawab Tiara


Ya ampun Tia, kenapa kamu bodoh banget. Mana ada karyawan biasa bisa punya rumah mewah ini dan di kawasan elit seperti ini.


"Apa kau percaya?" tanya Meta lagi semakin membuat hati Tiara goyah.


"Ohh ayolah Tia, pakai logoka mu jangan hanya hatimu. Lihatlah sekarang rumah mu ini. Apa ada karyawan biasa mempunyai rumah semewah ini. Ayolah Tia selidiki suamimu siapa Dia sebenarnya" kata Meta semakin suka melihat raut wajah Tiara yang terlihat gelisah.


"Okelah Tia, aku pulang dulu. Pikirkan apa yang aku ucapkan. Jangan terlalu percaya pada seseorang yang baru saja kamu kenal" kata Meta merasa sudah puas membuat Tiara tidak tenang.


Tiara mengangguk "Baik Mbak, terimakasih sudah main ke rumah. Hati hati di jalan"


"Iya, ya sudah aku pulang dulu ya. Bye" kata Meta berbalik dan tersenyum puas


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Sore harinya Ditya baru pulang dari kantor "Bi dimana Tia?"


"Di kamar Tuan, sebenarnya..." Bi Esih terlihat ragu menceritakan apa yang Dia ingin ungkap kan pada Tuan nya itu.


"Ada apa Bi? Katakan?" kata Ditya


"Setelah teman Nona Tia pulang, Nona masuk ke dalam kamar dan tidak keluar lagi. Bibi sudah menyuruh Nona turun untuk makan siang. Tapi Nona tidak mau hanya menjawab kalau Dia masih kenyang" jelas Bi Esih


Ditya diam, Dia kalah cepat dengan Meta. Ditya baru menyelidiki siapa Meta sebenarnya setelah berada di kantor. Dan semuanya sudah terlanjur karna Meta sudah pasti bertemu istrinya. Itulah kenapa hari ini Ditya pulang lebih cepat.


Jika Ditya menelpon Tiara untuk melarang Dia mengizinkan teman nya datang. Di pastikan Tiara akan makin curiga padanya.

__ADS_1


Ditya pun segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ditya harus membuat istrinya kembali percaya padanya. Untuk saat ini Ditya belum bisa jujur padanya sebelum urusan perjodohan ini terselesaikan.


Bersambung


__ADS_2