Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 88}


__ADS_3

Kabar kehamilan Rara sudah di dengar oleh pihak keluarga. Semuanya merasa sangat bahagia, apa lagi saat mereka tahu kalau usia kehamilan Rara tidak jauh beda dengan kehamilan Anya.


"Gak nyangka ya kalau kalian berdua bakalan hamil berengan kaya gini" kata Alea yang sedang mnejenguk Rara bersama Hitta


Disana sudah ada Anya, Rafa dan Celin juga Alvin. Tiara dan Ditya juga berada disana. Mereka semua sedang mendengarkan ketiga gadis ceria yang sedang bercerita.


Sementara Bunda hanya bisa kesana sebentar, karna anak anak yang tidak mungkin di tinggalkan terlalu lama.


"Lebih gak nyangka lagi kalo Lo pacaran sama Hitta Le" kata Rara yang di angguki Anya


"Yeee. Jodoh siapa yang tau Kak" kata Alea terkekeh


Anya menggelengkan kepalanya "Dasar"


"Lea, ayo kita pergi. Bukan nya kamu akan bekerja sekarang?" kata Hitta


"Bekerja??" tanya Rara dan Anya serempak menatap tajam pada adiknya itu.


Aduhh. Mampus Gue kenapa amukan dua mak lampir ini. Lagian Hitta ngapain juga pake bilang gitu.


"Lo kerja Lea?" tanya Rara tegas


Alea menunduk "Iya Kak, Gue kerja paruh waktu di Cafe"


"Tapi kenapa Le? Apa uang yang kaka kasih kurang? Lo harus fokus pada kuliah Le, biar Lo sukses dan gak di rendahin lagi" kata Anya menatap iba pada adiknya


"Maafin Gue Kak, se...sebenarnya Gue kerja buat batu Rizal" jelas Alea


"Uang yang kalian kasih udah lebih dari cukup" tambahnya

__ADS_1


Rara mengerutkan keningnya "Rizal? Memangnya Rizal kenapa?"


Tiba tiba terdengar isak tangis kecil dari bibir Alea. Hitta yang ada di sampingnya pun langsung merangkul kekasihnya.


"Sejak penyiksaan waktu itu membuat trauma yang cukup berat untuk Rizal Kak. Dia mengalami benturan hebat di kepalanya, karna tidak di obati benturan keras itu berubah jadi tumor ganas sekarang" kata Alea di sela isakan nya


Rara dan Anya tersentak kaget "Tu...tumor..."


"Sejak kapan Le? Kenapa Lo gak ngasih tahu Gue? Kenapa?" teriak Anya sambil menggoyangkan tubuh Alea


Nevan, Rafa dan yang lainnya langsung menghampri tempat mereka saat mendengar teriakan Anya. Mereka tadi sedang duduk di sofa.


"Udah lama Kak, Dia gak mau cerita sama Gue kalau Gue gak memergoki Dia di rumah sakit waktu itu" jelas Alea


Rara mengusap wajah kasar "Bodoh. Selama ini kita lihat sendiri bagaimana tubuh Rizal yang semakin kurus. Kenapa Gue gak eungeh"


Dret...Drettt


Ponsel Alea berdering, Dia segera mengambil ponsel dari saku celana nya. Semua yang ada di sana hanya diam dengan fikiran masing masing.


"Assalamualaikum. Bunda"


"Waalaikumsalam Nak. Lea cepat pulang. Rizal Lea... Rizal"


"Rizal kenapa Bunda?" teriak Lea membuat semua orang menatap ke arahnya


"Rizal sudah tiada Lea, tadi Bunda melihat anak anak sedang menangisi Rizal yang sudah tergeletak di lantai. Dan ternyata Rizal sudah.... Sudah meninggal"


Alea menjatuhkan ponselnya, tubuhnya tiba tiba limbung. Jika saja Hitta tidak segera menahannya mungkin tubuhnya akan ambruk ke lantai.

__ADS_1


"Alea, Rizal kenapa?" teriak Anya


"Ri..Rizal meninggal Kak saat Bunda datang kesini" jelas Lea dengan terisak


Anya mendadak lemas, tubuhnta limbung dan segera di tahan oleh suaminya. Rara yang terkejut pun langsung di peluk oleh Nevan.


"Sayang tenang, kamu tenang dulu" kata Rafa


"Rizal.... Gak ini gak mungkin terjadi kan Lea..." kata Anya dengan suara bergetar


"Kita kesana sekarang, Rara kamu disini dulu biar nanti konsultasi dulu sama dokter" kata Ditya


"Enggak Dad, Rara harus kesana sekarang" kata Rara akan turun dari tempat tidur nya tapi langsung di tahan oleh Nevan.


"Sayang tenang dulu, kamu masih lemah. Nanti kita nyusul kesana Oke" kata Nevan mencoba menenangkan istrinya


"Gimana aku bisa tenang? Adik aku meninggal dan aku tidak tahu apa apa soal penyakitnya" teriak Rara frustasi


"Aku tau sayang, tapi kau juga harus ingat dengan kondisi mu sekarang. Ada baby yang harus kau jaga saat ini" kata Nevan mencoba menenangkan Rara


Mendengar perkataan Nevan akhirnya Rara menurut. Dia juga tidak mau egois sampai harus membahayakan anak dalam kandungan nya.


Akhirnya yang pergi ke panti hanya Rafa dan yang lainnya tanpa Rara dan Nevan.


Anya dan Rara yang biasanya anti menangis di depan banyak orang kini tak bisa menahan nya lagi. Alea sudah sesenggukan dari tadi.


Alea sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Rizal. Namun apa daya karna Rizal harus menjalani operasi sementara biaya operasi tidaklah sedikit.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2